
"tika tunggu, " aku nampak heran tumben-tumben kak haris nyamperin aku
"ada apa kak? " tanya ku
"bisa bicara sebentar" pinta kak haris
ku lihat jam di pergelangan tangan ku masih ada waktu tiga puluh menit sebelum kelas di mulai
"lima belas menit" jawab ku karena tak mau terlambat di kelas pak Widi jadi ku beri waktu kak haris hanya lima belas menit saja
"ok di sana" tunjuk kak haris di salah satu kursi kosong di taman
kami pun berjalan ke arah taman dimana banyak mahasiswa yang duduk sambil menunggu teman atau hanya sekedar ngobrol sebelum kelas di mulai
"kenapa kak? " tanya ku saat kami sampai di salah satu kursi kosong
"em.... aku suka sama kamu" ucap nya to the point
aku kaget dengan ucapan kak haris bisa-biaa nya dia mengucapkan kata itu gila
"kakak sadar sama apa yang kakak ucapkan? " tanya ku balik menanggapi ucapan nya
"sadar dan aku yakin" ucapnya mantap
"tapi maaf aku cuma anggap kakak sebagai teman ga lebih" jawab ku jujur
"bukan karena dosen pengganti sementara itu kan" tanya kak haris curiga
"maksud kakak pak Widi" tebak ku
dia menganggukkan kepala tanpa menjawab
"huft.... aku sama pak Widi hanya sebatas mahasiswa dan dosen jika kami terlihat akrab karena beliau dosen pembimbing praktek aku" terang ku
"tapi seperti nya dia suka sama kamu" tebak nya
"itu urusan dia kak, yang terpenting bagi ku saat ini kuliah dengan benar dan lulus dengan baik"
"kita coba jalani siap tau dengan beriringnya waktu kamu bisa cinta juga sama aku"buruknya
" maaf kak aku ga bisa aku mau fokus kuliah bukan cari pacar, permisi"ucap ku sambil berlalu meninggalkan kak haris yang masih terduduk di kursibtaman
di Koridor aku melihat pak Widi berjalan tenang ke arah kelas ku aku mengambil langkah cepat berharap bisa mendahului pak Widi
"permisi pak" ucap ku sambil sedikit membungkukkan badan saat aku mendahului pak Widi tak lupa sedikit ku lambat kan langkahku agar terlihat sedikit sopan
pak Widi hanya menoleh tanpa menyahuti ucapan ku
saat sudah mendahului langkah pak Widi aku berlari secepat kilat agar sampai lebih dulu
alhamdulillah aku bisa masuk sebelum pak Widi masuk kelas
"kenapa lari kaya di kejar setan" ucap lista yang melihat aku berlari sambil terengag engah
"nyalip pak Widi"jawab ku
" gila nyali mu gede juga ya"balas lista
"the power of kepepet"
"tumben telat? "
"bukan telat tapi ada kendala" jawab ku
"kenapa? " mulai deh jiwa kepo lista muncul
"ntar habis kelas noh udah dateng pak Widi nya mana ngeliat nya kaya gitu lagi" kata ku sambil sedikit menunduk pura-pura tak memperhatikan tatapan pak Widi
"kamu sih berani-beraninya nyalip pak Widi" balas lista
"dari pada ga boleh masuk kelasnya" kata ku
"yang di belakang mau belajar apa ngobrol, kalo mau ngobrol silahkan keluar" ucap pak Widi yang masih memperhatikan ku dan lista ngobrol padahal dia sudah masuk kelas
"maaf pak" ucap ku lirih
"selesai kelas ke ruangan saya" ucap nya tegas
aduh alamat bakal dapat hukuman lagi ini nasib nasib