From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 87



yuda masih terpaku dengan kata-kata dari callista


antara percaya atau tidak


percaya karena keadaan callista yang begitu menyedihkan sambil menyeret koper di jalan


tak percaya karena aku masih menyimpan rasa sakit ku atas kepergiannya waktu itu


bimbang antara menolong atau membiyarkan callista


namun hati nuraninya mengatakan lain


akhirnya yuda mengajak callista pulang kerumahnya toh di sana ada bu ratuh juga tika maka tak akan kenapa bila callista pun ikut karena apartemen dari yuda dulu sudah dijual yuda saat callista pergi


tigapuluh menit berkendara yuda sampai di rumahnya


"assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam" ucap tika da bu ratih bersamaan saat mereka menoleh mereka tercengang yuda membawa callista ke rumah dalam keadaan hamil


seketika tubuh tika terasa lemas tak bertulang untung dia masih bisa menopang berat tubuhnya sehingga tak jatuh


"callista akan ikut tinggal di sini" ucap yuda


sementara tika dan bu ratih hanya saling melirik


"aku antar tika ke kamarnya dulu" Lanjutnya sambil berlalu menyeret koper callista dan di susul callista yang berjalan di sampingnya sambil menggandeng tangan yuda


pandangan mata tika masih terfokus dengan kedua orang yang berlalu menuju kamar tamu di sebelah kamar tika di lantai dua


bu ratih mengelus pundak tika memberikan ketenangan tika hanya menanggapi dengan anggukan


lima belas menit yuda baru keluar dari kamar callista


"kak" ucap tika tertahan saat yuda berhenti dan hendak menuju kamarnya tanpa menoleh kearah tika


"besok aku jelaskan aku lelah kamu istirahat lah Sebentar sebelum kerja,, maaf nanti aku tak kisa mengantarkan mu" ucap yuda langsung berlalu menuju kamar nya tanpa membiarkan tika melanjutkan ucapannya


tika melangkag menuju kamarnya dengan perasaan lesu, bukannya beristirahat tapi tika malah bersiap untuk segera berangkat meski waktu masih menunjukkan pukul 20.30


tika memutuskan untuk berangkat lebih awal karena ingin mencari udara segar untuk sekedar melepaskan sesak yang ia tahan saat ini


tika mengendarai motornya membelah kesunyian malam,,,


sesampainya di rumah sakit tika menuju taman karen waktu kerjanya masih satu jam lebih


ia duduk menyendiri sambil sesekli menyeka airmatanya


di rumah ia tak bisa menangis karena terlalu syok dengan kejadian beberpapa waktu lalu dan ia berusaha untuk tegar tak mau menunjukkan kesedihannya karena bagaimana pun juga dia hanya sepupu yuda untuk saat ini tak ada ikatan antara mereka jadi lebih baik ia menyimpannya sendiri


******


tika mengakhiri jaga malamnya dengan lesu


ingin pulang tapi dia masih tidak yakin untuk bertemu dengan callista tapi dia pun penasaran dengan penjelasan yuda


dengan kecepatan sedang tika melajukan motornya menuju rumah


"hai calon adik sepupu" sapa callista saat tika memasuki rumah


dahi tika mengkerut mendengar sapaan callista


"yuda yang menjelaskan sama aku tadi kalo kamu adik sepupunya,, dan karena yuda dan aku akan menikah jadi kamu adalah calon adik sepupu ku,,, jadi harmati aku yach" ucapnya


aku diam tak menghiraukan ucapan callista ku lanjutkan langkahku dapur untuk sarapan


"non tika sudah pulang" ucap bu ratih saat melihat ku duduk membuka bubur ayam yang ku beli


"iya bu, kak yuda kenapa ga kelihatan" tanya ku heran karena biasanya saat aku pulang jaga malam dia masih di rumah


"tadi seaudah sarapan dengan non callista mas yuda language berangkat"jelas bu ratih yang mengkin tau kebingungan ku