
"hah! aku? "ucap tika bingung
" iya bagaimana kalo kamu yang di jodohkan"tanya Yuda lagi
"jujur aku kurang tertarik dengan perjodohan tapi sejatinya aku lebih tertarik dengan seorang yang dengan berani datang kepada orang tua ku untuk melamar ku" jawab tika jujur
"meski kamu tak kenal, dan tak cinta"
"ya karena seorang laki-laki yang berani meminta langsung pada orang tua perempuan menurut aku dia laki-laki yang bertanggung jawab dan gentle, meski aku belum mengenal dan mencintai nya aku rasa dia sudah mengenal aku lebih dulu dan mencintai ku lebih dulu jadi apapun keputusan orang tua ku InsyaAllah aku bisa menerima karena aku yakin keputusan orang tua ku itu yang terbaik untuk ku, lagi pula bukan kah lebih baik di cintai dari pada mencintai? "tanya tika di ujung ucapannya
" hem menarik juga gadis ini"batin yuda
"ok, menarik juga"
"hah apanya yang menarik" tanya tika heran
"menarik juga ucapan mu, seperti nya kamu gadi penurut apa lagi dengan orang tua mu"
"karena mereka selalu memberikan yang terbaik untuk ku maka aku akan lakukan yang terbaik pula untuk mereka"
"ok sudah menjelang sore kita pulang" ucap Yuda sambil menuju kursinya mengambil jas dan tas nya
tika pun mengikuti Yuda keluar sepanjang jalan keluar banyak pasang mata melihat Yuda dan tika meski tak beriringan tapi kehadiran tika yang menemui Yuda menyita banyak perhatian pasang mata
tika sedikit risih dengan tatapan orang-orang sehingga dia berjalan agak lambat sambil menundukkan kepala
"au" pekin tika saat merasakan dirinya membentur benda keras
"kalo jalan liat kedepan jangn nunduk" ucap Yuda saat merasakan dirinya di tabrak tika
"maaf" cicit tika sambil berlalu menuju parkiran motor
"kamu mau kemana" tanya Yuda yang melihat tika tak lagi mengikuti nya
"pulang" jawab tika enteng
"kenapa ke situ" tanya Yuda lagi
"kan motor ku di sana" tunjuk tika ke arah parkiran motor
"mana kunci sama STNK motor nya" pinta Yuda
"cepat" pinta Yuda tegas
tika membuka tas dan menyodorkan kunci beserta STNK motor nya pada Yuda
"antar motor ini ke rumah" ucap Yuda pada salah satu satpam yang bertugas sambil menyerahkan kunci, STNK dan tak lupa beberapa lembar uang warna merah
"baik Pak" ucap satpam sambil sedikit membugkuk dan setelahnya berlalu pergi
"terus aku pulangnya"
"ikut aku" kata Yuda sambil berlalu menuju mobilnya terparkir
mereka pulang bersama dengan mobil Yuda tapi bukannya langsung pulang tapi Yuda menghentikan mobil nya di sebuah pusat perbelanjaan
"kenapa ga langsung pulang kak" tanya tika
"temani aku ketemu seseorang bentar" jawab Yuda
tika mengikuti langkah tuda menuju salah satu restoran yang terletak di lantai atas gedung itu
"selamat sore Pak Yuda" sapa seorang laki-laki dengan stelan jasnya sepertinya rekan bisnis Yuda
"basi ngomong nya" jawab Yuda ketus
"hahahhaha" laki-laki tersebut malah tertawa mendengar ucapan Yuda
"wis pacar nih" tanyanya sambil melihat ke arah tika
"jangan macam-macap adek gue tu" ucap Yuda sambil meninju lengan laki-laki tersebut
"adek nemu gede, " ejek nya"Hai aku bayu sahabat Yuda"sapa nya pada tika sambil mengulurkan tangan
"tika" jawab tika sambil menerima uluran tangan dari bayu
"jangan Lama-lama ntar rabies" ucap Yuda sambil menepis kedua tangan yang masih berjabatan
"hahahhah" bukannya marah bayu malah tertea terpingkal pingkal melihat reaksi Yuda
******author prov end*******