From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 73



kami pulang ternyata budhe sudah menyiapkan acara syukuran kecil-kecilan untuk ku aku makin terharu ternyata orang-orang di sekeliling ku begitu perhatian pada ku


"selamat nak akhirnya perjuangan mu berhasil, " ucap budhe saat menyambut ku dengan sebuah pelukan


"Terima kasih budhe semua juga berkat keluarga di sini" balas ku sambil melepas pelukan budhe


"Terima kasih pakdhe, sudah memberikan kesempatan ini pada tika" ucap ku


"kamu juga anak ku, sudah sepantasnya pakdhe memberikan yang terbaik untuk mu" jawab pakdhe sambil merentangkan tangan agar aku memeluk nya juga


ah ternyata rasanya senyaman pelukan ayah, mungkin karena aku terlalu merindukan ayah terutama pelukannya


"sekarang kita makan pasti sudah pada lapar" ajak budhe dan kami pun beranjak menuju meja makan untuk menyantap hidangan yang sudah tersedia


selepas makan siang kami berkumpul di pendopo sambil menikmati cemilan dan jus yang telah budhe siapkan kami bercengkrama melepas rindu karena sahabat-sahabat ku sore ini harus kembali ke kota masing-masing untuk menimba ilmu


ah rasanya aku masih ingin berlama-lama dengan mereka tapi aku tak boleh egois mereka pun harus menyelesaikan study mereka tepat waktu alhamdulillah aku bisa menyelesaikan study ku lebih awal dengan kerja keras ku


"aku pasti kangen dengan kalian" ucap ku sambil memeluk sahabat-sahabat ku satu per satu saat mengantarkan mereka ke bandara


"kami juga akan merindukan mu terutama makan mu" balas rizal


"kapan kita ketemu lagi" kata ku memelas


"nanti kita agendakan lagi yach" jawab ari


"hem,, hati-hati setelah sampai kabari ya" ucap ku


"siap komandan" jawab mereka kompak sambil memeberikan hormat pada ku


kami pun tertawa setelah itu mereka bergegas menuju pesawat mereka masing-masing


"baik mba" jawabnya


aku sengaja meminta pak tono untuk mampir ke apertemen kak yuda terlebih dahulu mengecek apakah benar dia yang datang tadi di acara sidang ku


"pak tunggu sebentar ya hanya mengantarkan ini" kata ku sambil menunjukkan bingkiasan yang sengaja ku bawa untuk bu yati


pak tono mengangguk menuruti instruksi ku


aku menuju apartemen kak yuda saat sampai di depan pintu segera ku ketuk pintu


bu yati keluar dengan senyum semringah nya


"eh mba tika, masuk mba" ajak nya


"ah iya bu, cuma mampir sebentar mau kasih ini buat ibu, Terima kasih sudah membantu tika hari itu" kata ku


"ah mba tika kaya sama siapa aja"


"kak yuda belum balik kesini bu dari hari itu" tanya ku


"belum mba, karena setiap pulang mas yuda pasti menyempatkan mampir kesini untuk menengok ibu" jawab bu yati


"oh begitu ya bu, kalo gitu aku balik dulu ya bu kasihan pak tono kalo nungguin lama" ucap ku berpamitan


"iya mba hati-hati dan Terima kasih oleh-oleh nya" aku tersenyum melihat bu yati tampak bahagia


sepanjang perjalanan pulang aku termenung memikir kan sosok misterius yang menganggu pikiran ku


siapa dia sebenarnya, dari gesture tubuhnya seperti kak yuda tapi di rumah, di apartemen dia tak menampakkan diri masa iya aku harus mencari nya di kantor akan sangat malu kalau kak yuda benar tak pulang ke Surabaya