
"hah" aku bingung dengan maksud ucapan kak yuda
"kenapa pura-pura ga kenal bukannya kalian suka jalan bareng" jelasnya
akhirnya aku paham maksud omongan kak yuda
"bukan sering kak, tapi aku sama kak haris waktu itu ga janjian, dianya aja tiba-tiba nyamperin aku sama temen aku" jelas ku
"oh ya? " tanya nya penuh selidik
"ngapain aku bohong kak. " kata ku menimpali
"kali kamu pura-pura karena takut mawar tau kalo kalian pacaran? " masih dengan intonasi selidiknya
"aku ga pacaran ya kak sama kak haris,aku udah punya pacar" bela ku
"oh ya? bagus jangan deketin haris karena mawar udah suka tuh anak dari SMA" ultimatum kak yuda
aku menoleh sambil ku acungkan jempol ku
*keesokan harinya di kampus*
"tika tunggu! " astaga ngapain lagi kak haris pake acara menghentikan ku
aku tak menjawab hanya diam tak bereaksi
"kenapa kemarin kamu cuekin aku? " tanya nya
aku mengerutkan dahi ku
"terus aku harus gimana kak? bukan nya kita emang ga terlalu akrab jadi aku bersikap sewajarnya aja"
"tapi kamu sama sekali ga nyapa aku tik" masih ngeyel aja ni orang
"bukannya aku juga ga suka nyapa kakak duluan kan? " tanya ku balik
"tap... " belum sempat dia menyelesaikan ucapannya sebuah suara memotong ucapannya
"tika,jika belum ada jam kuliah bisa di selesaikan hukuman kamu kemarin? " ucap pak Widi yang tiba-tiba berdiri di belakang kak haris
"baik pak''ucap ku
syukur lah pak Widi cepat datang kalo tidak aku pasti masih berdebat dengan kak haris, ternyata dia jago debat juga ya
''anak itu ngebet banget ya sama kamu" ucap pak Widi saat kami sudah memasuki ruangan nya
"hah,,,, " aku hanya menghembuskan nafas berat ku
males jika harus membahas masalah kak haris lagi
"kenapa? " tanya pak Widi
"tolong jangan bahas lagi pak, males" jawab ku sambil mengambil sisa makalah yang harus ku koreksi
pak Widi hanya tersenyum tipis sambil geleng-geleng
hampir satu jam aku berkutat dengan setumpuk makalah ini akhirnya aku bisa menyelesaikan sebelum jam matakuliah ku di mulai
ku renggangkan otot tangan ku karena terlalu pegal
"pak saya sudah selesai bisa saya kembali ke kelas. " pinta ku
dia melirik jam di pergelangan tangannya
''ok sekalian kamu bawa makalah itu"
hah yang benar aja aku melotot ke arahnya
"kamu lupa jam pertama kelas kamu matakuliah saya? "
astaga kenapa aku sampai lupa dan kenapa hampir setengah hari ini aku harus berhadapan dengan nya
"sudah ayo bawa, jangan sampai telat, sebagai gantinya kamu saya traktir di cafe depan jam istirahat" kata pak Widi
mata ku langsung berbinar mendengar kata traktir
"boleh ajak teman pak? " pintaku
''ngelunjak ya kamu,, mentang-mentang saya sudah berbaik hati traktir kamu malah mau bawa pasukan"katanya ketus
"ya kali pak kita cuma berdua, dikiranya ngedate kita" kata ku menimpali
"kalo iya kenapa? " jawab nya sambil berlaku meninggalkan ku dengan tumpukan makalah di tangan ku
"wah wah wah ini dosen benar-benar udah ga waras yah"umpat ku dalam hati