From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 39



sesampainya di rumah sakit aku dan rista bergegas menuju IGD budhe tampak menangis tersedu di depan pintu IGD sambil berjalan kesana kemari


aku dan rista mendekat dan mengajak budhe untuk duduk menenangkan diri


tiga puluh menit kemudian dokter keluar dari ruangan


" bagaimana keadaan suami saya dok? "tanya budhe seketika setelah dokter keluar dari ruang IGD


" alhamdulillah keadaan pak seno sudah stabil untung mendapatkan pertolongan secept tinggal di pindahkan ke ruang perawatan tapi sebelumnya silakan selesai kan administrasi nya terlebih dahulu dan untuk ibu bisa ikut saya ke ruangan saya ada yang ingin saya sampaikan " jelas dokter


"baik dok, " jawab budhe sambil mengikuti dokter dari belakang


sementara rista mengurus administrasi pakdhe agar dapat segera di pindahkan ke ruang perawatan aku masih menunggu pakdhe di luar ruangan


setelah mengurus administrasi rista kembali bertepatan dengan pakdhe yang di dorong perawat dengan brangkar menuju ruang perawatan VIP


pakdhe masih terlelap di ranjang sementara budhe belum juga kembali dari ruang dokter


ceklek


pintu ruangan terbuka tampak budhe masuk dengan wajah murungnya


"budhe kenapa lama ada yang serius dengan pakdhe? " tanya ku panik


budhe tersenyum tipis menutupi keadaannya


"ga papa tika pakdhe mu cuma kecapekan aja"


"tapi kenapa ibu lama sekali" giliran tika yang bersuara


"ibu kan harus tanya dulu ke resepsionis dimana kamar ayah mu, mau telpon ibu lupa ga bawa handphone" kilah budhe


"kalian pulang dulu ambil peralatan untuk ibu dan ayah nanti bisa kemari lagi ya" perintah budhe


aku dan rista mengangguk dan beranjak pulang untuk mengambil kebutuhan pakdhe dan budhe


*****


"kak aku ke rumah sakit nya besok aja ya sepulang sekolah, besok pagi ada ulangan aku harus belajar" ucap rista di sela makan siang yang sudah terlewat lama


"kakak ga papa kan berangkat sendiri ke rumah sakit nya" tanya rista


"iya ga papa kamu di rumah aja belajar berani kan sama bibib aja" tanya ku balik


"iya nanti kalo ga berani aku minta temani bibi buat tidur" jelas rista


aku sudah tiba di rumah sakit tepatnya di depan ruang rawat pakdhe


saat aku masuk ternyata di dalam sedang ada dokter yang memeriksa keadaan pasien


aku langsung mendudukkan diri di sofa menunggu tim medis menyelesaikan tugas mereka setelahnya baru ku bertanya pada budhe


"tika kamu ngapain disini"suara yang tak asing bagi ku mengalihkan ku dari handphone ku


" lho pak Widi kok bisa di sini? "ucap ku kaget


"ck.. kebiasaan ditanya malah balik tanya? kamu lupa saya kerja disini? "


bukan menjawab aku hanya mengangguk kan kepala tanda mengerti


"terus kamu kenapa bisa di ruangan pak rektor? " pertanyaan pak Widi sontak menyadarkan ku kalau saat ini aku ke gape di ruangan pakdhe,


"aduh bakal tau siapa aku sebenarnya lagi ini" batin ku


"tika keponakan saya pak" budhe yang ae dari tadi melihat interaksi ku dan pak Widi akhirnya menyahut


"tuh kan ketahuan juga" ucap ku dalam hati


"jadi kamu keponakan pak rektor? " sekarang giliran pak Widi yang kaget


aku hanya manggut-manggut sambil salah tingkah


"ok nanti kita bahas lagi saya harus segera ke ruangan lain kamu jaga pak rektor baik-baik"pesan pak Widi sebelum akhirnya keluar ruang pakdhe


" budhe kenapa pucat sekali? "tanya ku saat melihat keadaan budhe seperti tak sehat


" budhe ga papa tik, cuma capek"kata budhe menenangkan ku


"budhe sekarang pulang aja biar aku yang jaga pakdhe, besok kesini lagi, kalo budhe paksa tetap disini takutnya budhe makin drop nanti ga bisa jagain pakdhe malahan" bujuk ku


"tapi tik, "


"budhe perecaya sama tika kan" kata ku menenangkan sabil ku genggam tangan budhe


akhirnya budhe mengalah untuk pulang beristirahat


karena kondisi beliau juga kurang sehat


untung aku tadi bawa laptop ku jadi aku masih bisa belajar disini