From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 47



"pagi budhe" sapa ku saat menghampiri budhe di dapur menyiapkan sarapan


"pagi tik, semalam pulang jam berapa? " tanya budhe


"hampir isya' budhe"


"lho kok ga ikut makan? " lanjut budhe sambil menata hidangan di meja makan


"udah makan di jalan budhe" jawab ku


"kamu nekat hujan-hujanan? " giliran pakdhe bertanya saat tiba di meja makan


"ga kok pakdhe, nebeng pak Widi" ucap ku lirih saat menyebut nama pak Widi


"kok bisa bareng pak dosen kak? " tanya rista ikut menimpali obrolan kami


"ya mau gimana lagi tik hujan deres banget mana sangup kakak nerobos hujan, baru seperempat jalan bisa-biaa udah ambruk akunya"jawab ku mengingat aku yang tak bersahabat dengan air hujan meski hanya sedikit saja


" kenapa ga telpon aku"


aku mengernyitkan dahi "lah telpon kamu sama aja ris, ga bisa jemput kakak"


"kan aku bisa minta pak tono atau kak yuda buat jemput kakak kenapa juga harus nebeng pak dosen"


"lah kenapa ni bocah malah emosi sendiri ya" ucap ku dalam hati


aku tak menimpali ucapan rista karena ku lihat kak yuda sudah menatap rista dengan tatapan horor nya


"udah ga papa nebeng pak Widi satu arah ini kan jadi ga begitu merepotkan" sela pakdhe


"nanti kakak bareng aku sama kak yuda aja ya berangkat nya, boleh ya kak" pinta rista pada kak yuda sambil menunjukkan wajah imutnya


"hem" kak yuda hanya menjawab dengan deheman tanpa menoleh rista


"dah ikutin aja tik mau adek mu dari pada ngambek" pinta budhe


"iya budhe" jawab ku sambil tangan kiri ku mengirim pesan ke pak Widi sebelum pak Widi sampai di sini


📱 me


maaf pak hari ini aku diantar supir aja sesuai permintaan budhe


maaf budhe aku harus bawa nama budhe untuk menyelamatkan ku dari pak Widi


selesai sarapan kami pun pamit untuk berangkat memulai aktivitas kami masing-masing


sementara kak yuda hanya menatap rista tatapan jengah nya dan rista bocah itu malah sok cuek dengan tatapan itu


"kamu mau masuk apa mau berdiri saja di situ" setelah sekian saat akhirnya dia mengeluarkan suaranya juga


aku bergegas masuk dan buru-buru memakai seatbelt


tujuan pertama adalah sekolah rista


"kak yuda titip kak tika ya jaga baik-baik jangan di pelototin melulu, bye" ucap rista seketika langsung keluar berlari menuju gerbang sekolah


"wah ni bocah ada-ada aja ya" batin ku


hening selama perjalanan karena tak ada satupun diantara kami yang memulai obrolan


aku masih takut memulai dengan kak yuda takut salah ucap


sementara kak yuda memang seperti itu sifatnya lebih banyak diam


perjalanan yang hanya lima belas menit rasanya begitu menegangkan dan terasa lambat


hingga aku bisa lega saat mobil kak yuda berhenti di gerbang kampus


"Terima kasih kak" ucap ku sambil keluar begitu saja tanpa menunggu jawaban kak yuda


segera ku hampiri satpam untuk mengambil kunci motor ku tak lupa ku perlihatkan kartu mahasiswa dan ku serahkan karu penitipan


saat aku berbalik ternyata pak Widi sudah berdiri tepat di belakang ku


"astaghfirullah bapak kaya jalangkung aja suka bikin kaget" ucap ku


"kenapa masih panggil pak? " bukannya menjawab dia malah balik bertanya


"ini di kampus pak ga sopan kalo panggil yang lain" bela ku


"katanya diantar sopir kenapa yuda yang antar"


aku mengernyitkan dahi ku dari mana dia tau aku diantar kak yuda


"kamu turun dari mobil yang semalam kamu bilang mobil yuda" jawabannya


"oh,,, tadi rista maksa ngajak bareng kak yuda aja dari pada pak tono kebetulankan resto kak yuda searah sama sekolah dan kampus" jawabku jujur


dan akhirnya kami berpisah setelah pak yuda tau alasan sebenarnya