
"tika kita satu kelompok kan? " ucapan lista membuyarkan ku dari lamunan
"hah iya" jawab ku kaget
"kamu kenapa tik aneh banget? " tanya lista
"nih" ucap ku sambil menyodorkan handphone ke arah lista
"wah kita di bawah bimbingan dosen kiler itu dunk, dan nasib mu tik jadi ketua bakal mumet kamu" kata lista setelah membaca e-mail di handphone ku aku yakin aku orang pertama yang mendapat e-mail dari pak Widi
"yah,,, kamu tau kan sekiler apa pak Widi dan kita bakal di bimbig dia, aduh bener mumet aku lis, makan yuk? "
"yaelah tik bilang aja kamu lapar ga usah pake alasan mumet gegara dosen pembimbing kita pak Widi" ucap lista sambil menarik ku ke kantin
aku hanya menyahut dengan tertawa karena memang sejak tadi aku sudah lapar hanya mengganjal perut dengan brownies dan jus alpukat yang ku bagi dengan lista
"mau pesan apa"tanya lista saat kami sudah sampai di kantin
" mie ayam minum nya teh manis aja"
"tumben ga bakso? " tanya lista heran karena setiap makan di kantin aku pasti pilih bakso
"ga lagi lapar sangat jadi ga nendang kalo bakso"
"ok aku pesan kan dulu''ucap lista sambil berlalu
ting
satu pesan masuk di handphone ku
📱pak Widi
nanti sepulang kuliah keruangan saya, untuk pembahasan praktek bulan depan
" huft"aku menghembuskan nafas ku haruskah nanti sementara hari ini jadwal kontrol pakdhe tapi kalo aku ga temui pak Widi bisa-biaa aku dapat nilai E
oh tidak-tidak ga ada sejarah nya aku dapat nilai E apa lagi hanya karena tak mengikuti instruksi dosen
📱me
"kenapa? " tanya lista saat menyadari mimik wajah ku kurang bersahabat
"ga bisa antar kontrol pakdhe karena harus pembahasan praktek sama pak Widi" jelas ku
"modus juga tu dosen" cibir lista
"tau ah laper" jawab ku sambil menyuapkan mie ayam ke mulutku karena rasa lapar yang sudah tak tertahankan sejak tadi
*******
tok tok tok
"permisi pak" ucap ku saat membuka pintu ruang pak Widi
"masuk tik" jawab pak Widi meski fokus dengan laptop nya tau juga dia kalo aku yang datang
"duduk dulu tik aku selesaikan pekerjaan ku dulu"
aku duduk di salah satu sofa sambil menunggu pak widi menyelesaikan pekerjaan nya aku asik berselancar di dunia maya sekedar menghilangkan penat
sejam sudah kami membahas tentang praktek lapangan bulan depan setelah mengakhiri pembahasan ini aku pamit pulang
tapi nasib kurang berpihak pada ku saat keluar dari ruang pak Widi hujan turun begitu deras
meski membawa jas hujan tapi mengingat hujan begitu deras ku putuskan untuk menunggu di lobby saja mungkin masih ada mahasiswa yang berteduh sampai hujan sedikit reda
tapi aku sedikit kecewa karena kampus benar-benar sudah sepi dan di lobby hanya ada satpam yang bertugas sore ini
ku pandangi deras hujan entah sampai kapan aku terjebak di sini
"aku antar pulang kalo nunggu hujan reda takut kamu kemalaman? " ucapan pak Widi megalihkan ku dari lamunan ku
"saya bawa motor pak" ucap ku
"titipkan sama satpam besok aja bawa pulangnya" usul pak Widi
setelah ku pikir-pikir akhirnya ku turuti saran pak widi menitipkan motor ku pada satpam yang bertugas di lobby