From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 6



sontak aku mengalihkan pandangan kearah suara yang tiba-tiba mengagetkan ku


"lagi nunggu angkot kak" kala aku tau ternyata haris yang menyapa ku barusan


"jam segini angkot udah sepi, kenapa ga naik taksi atau ojol" tanya nya


"HP ku mati kak g bisa pesan ojol"


"nih,, pake" di menyodorkan helm ke arah ku


"hah.. " aku masih belum tau maksud dari ucapan nya


"pake trus naik aku anter pulang" jawab nya tegas


"eemm.. "


"buruan ga pake mikir keburu hujan" belum sempat Q menyelesaikan ucapan ku dia langsung memotong ucapan ku


aku yang melihat situasi makin gelap karena mendung dan hari mulai sore mau tak mau aku terima tawaran nya


"rumah mu di mana? " tanya nya saat aku sudah naik ke motor nya


"perumahan xxx kak? " kata ku


dia sedikit berfikir selanjutnya melakukan motornya dengan kecepatan sedang


selama perjalanan kami hanya diam tak bersuara karena kami memang baru kenal hari ini


"udah masuk perumahan xxx rumah mu sebelahana? " haris mulai membuka obrolan saat kami sudah memasuki perumahan tempat tinggal ku


"gang ke 4 belok kanan,, rumahnya paling ujung" jawab ku


lima menit kemudian kami sudah sampai,, haris langsung menghentikan motor nya tepat di depan rumah


dan aku segera turun sambil melepas helm


"sudah sampai Terima kas kasih Kak,, " tak lupa ku ucapkan Terima kasih


"hem... " hanya deheman seperti itulah jawaban nya sambil berlalu


*Haris prov*


aku melajukan motor ku sedang keluar area parkir kampus,,, saat melewati halte aku sempat melihat seorang mahasiswa baru kampus ku masih berdiam di halte


aku heran bukan kah hari semakin sore untuk apa dia masih berdiam di sini bukannya mahasiswa baru sudah pulang dua jam yang lalu


kuliah langit semakin gelap seperti akan turun hujan entah kenapa aku tiba-tiba menghentikan laju motorku tepat di depan gadis itu


seketika gadis itu diam lalu menjawab


"lagi nunggu angkot kak" jawabnya


"jam segini angkot udah sepi, kenapa ga naik taksi atau ojol" kata ku heran kenapa masih aja nunggu angkot disaat jam sepi angkot


"HP ku mati kak g bisa pesan ojol"


"nih pake,,, " ku sodorkan helm untuknya


"hah.. " bukan nya diterima malah dia terbengong


"pake trus naik aku anter pulang" ku jelaskan maksud ku


"eemm.. "


buruan ga pake mikir keburu hujan" kata ku cepat sebelum dia beralasan karena langit semakin gelap dan hari sudah sore


akhirnya dia mengambil helm itu dan naik ke motor ku


"rumah mu di mana? " ku tanyakan alamat nya


"perumahan xxx . " jawabnya


sedikit aku tertegun bukannya itu perumahan elit kenapa masih ada anak dari keluarga kaya raya di kompleks itu pulang dengan naik angkot


tapi segera ku tepis rasa penasaran ku


hingga ku lajukan motor dengan kecepatan sedang dan sepanjang perjalanan kami hanya diam tanpa obrolan


udah masuk perumahan xxx rumah mu sebelahana? " kubuka obrolan saat kami sudah memasuki kawasan perumahan xxx


"gang ke 4 belok kanan,, rumahnya paling ujung"


lima menit kemudian kami telah sampai tepat di depan rumah yang terbilang mewah hingga memunculkan kembali rasa penasaran ku


tapi tak juga ku tanya kan tapi tunggu dulu sepertinya aku tak asing dengan alamat ini tapi aku masih bingung dan lupa alamat siapa ini


"sudah sampai Terima kas kasih Kak,, " kata nya sambil menyerahkan helm kepada ku


''hem.. "aku hanya berdeham sambil kuputar motor dan melajukan kembali motor ku


masa bodo dengan alamat itu


*haris prov end"