From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 30



tak terasa waktu berlalu begitu cepat kini saat nya kami harus kembali ke rutinitas semula


yah back to surabaya


ku peluk satu persatu sahabat dan keluarga ku karena kami akan berpisah untuk waktu yang lama lagi


"Hati-hati di sana jaga diri baik-baik jangan lupa sholat" ucap ayah disaat aku melepaskan pulukan beliau


"ayah, ibu, eyang jaga kesehatan juga ya" ucapku menatap satu persatu keluarga ku


mereka menganggukkan kepala serta melambaikan tangan saat aku mulai memasuki mobil


suasana perjalanan kembali hening tika nampak mulai memejamkan mata karena perjalanan pulang saat ini kami sengaja mengambil jam malam agar esok kami masih bisa beristirahat lebih lama sebelum kembali ke rutinitas masing-masing


*******


"tika bangun" sebuah suara dan tepukan kuat mengagetkan ku


saat ku buka mata nampak sosok yang begitu dingin dan tenangnya di depan mata ku


"hah yang lain mana" tanya ku ambigu


"sudah masuk dari tadi, tidur kaya kebo" jawab kak yuda sambil berlalu masuk meninggal kan ku yang masih belum sadar sepenuhnya dari tidur ku


setelah melihat sekitar ternyata benar aku berada di mobil tepat nya garasi mobil rumah pakdhe


ku langkah kan kaki ku menuju kamar sepi mungkin yang lain sudah kembali terlelap di kamar masing-masing


saat memasuki kamar ku tengok jam menunjukkan pukul 4.00 waktu setempat


ku arahkan kaki menuju kamar mandi untuk beraih-bersih masih ada sedikit waktu untuk ku menunaikan shalat malam ku


ku bentangkan sajadah ku mulai dua rakaat salam ku hingga ku akhiri dengan kedua salam


hingga tak terasa adzan subuh sudah berkumandang ku tutup Mushaf ku segera ku tunaikan dua rakaat subuh ku karena aku benar-benar sudah mengantuk


hingga ku akhiri shata ku dengan dzikir tapi mata ini benar-benar sudah tidak bisa diajak kompromi


dengan masih menggunakan mukena ku sandarkan kepala ku hingga mata ku benar-benar terlelap


tok tok tok


"tika boleh kakak masuk" sebuah ketikan dan suara di sebrang pintu sama-sama membangun kan ku dari tidur


aku terdian sejenak ku kumpulan sebagian nyawa yang masih berkelana dialam mimpi


astaga sudah jam 8.00 aku beranjak dengan masih mengenakan mukena untuk membuka pintu


"kak mawar udah lama ya bangunin aku,maaf aku ketiduran habis subuh" tanya ku


kak mawar nampak tersenyum"kakak kira kamu pingsan sampai jam segini belum bangun, karena biasanya kamu bangun paling awal? "kata kak mawar saat memasuki kamar ku


ku buka mukena dan ku raih segera jilbab instan ku kemudian ku lanjutkan melipat mukena dan duduk di sebelah kak mawar


" siang ini aku balik ke Bandung, aku nitip ini ya buat haris aku ga sempat ketemu"ucap kak mawar sambil menyodorkan sebuah paper bag pada ku


"kenapa ga janjian aja pagi ini" tanya ku sebenarnya aku malas menemui kak haris


"aku masih capek dan harus siap-siap tika yah please" kata nya sambil menunjukkan wajah memelasnya


"huft"ok besok aku sampaikan ini buat kak haris nya kak mawar"


"makasih tika dan jangan lupa salam ku buat haris, bilang sering-sering kasih kabar ya" ucap kak mawar sambil berlalu meninggalkan ku seorang diri di kamar