From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 49



ku langkahkan kaki ku gontai menuju ruang pak Widi


terlalu malas aku menerima hukuman yang terbilang tak adil


lista yang ribet ngajakin aku ngobrol hanya aku yang di hukum


setumpuk makalah yang lumayan tebal sedikit menghalangi langkah ku karena lumayan tinggi juga tumpukan makalah ini


"permisi pak" ucap ku sambil mendorong pintu dengan salah satu siku ku


"hem taruh di sana" tunjuk pak Widi di salah satu pojok ruangannya


ku letakkan tumpukan makalah pada tempat nya segera ku hampiri pak Widi menanyakan apa lagi hukuman untuk ku karena tak mungkin hanya ini hukuman untuk ku


"ada lagi pak" tanya ku


pak Widi menoleh ke arah ku sambil tersenyum tipis


"duduk dulu" pintanya


aku mengikuti perintah pak Widi tapi sebelum aku benar-benar duduk ketukan pintu di luar mengurungkan ku untuk duduk


"pesanan atas nama pak Widi kak" kata sangat kurir saat ku buka pintu


"pak pesanan bapak ini" tunjuk ku pada beberapa paper bag yang di bawa sang kurir


"iya, tolong bawa masuk" pintanya


"Terima kasih kak permisi" ucap sang kurir sambil berlalu pergi


"bapak mau pesta" tanya ku sambil meletakkan beberpa paper bag di atas meja


"iya pesta sama kamu" ucap nya absurd "buka gih kita makan udah waktu makan siang juga"


aku pun segera membuka tiap bungkus paper bag yang lumayan banyak isinya wah kalo ada lista pasti seneng nih bisa makan banyak ke gini


secara aku dan lista tak pernah sekali pun kami makan banyak dan makan makanan mahal ke gini cukup di dunia khayalan kita aja


"pak yakin kita bakal habisin berdua aja" tanya ku meyakinkan


"dih bapak bisa juga gombal" kilah ku


"kita lagi berdua aja tik kenapa masih panggypak juga"


"kan masih di lingkungan kampus pak ga enak kalo kedengeran orang dikiranya kita ada apa-apa lagi"


"ada apa-apa juga ga papa kok"jawabnya sambil menaik turunkan alis nya


" dih mau nya"jawab ku setengah ketus


"kalo kamu mau dengan senang hati aku Terima" ucap pak Widi sambil menyiapkan makanan ke mulutnya tapi matanya masih tetap memandang ku


aku jadi sedikit salting akibat ucapan dan tatapan pak Widi


segera ku suapkan juga makanan ku dan pura-pura menikmati makanan tanpa menghiraukan ucapan pak Widi


setelah tiga puluh menit akhirnya semua makanannya kandas juga, ku rapikan sisa makanan kami dan membersihkan meja


"bagai mana kalo kita nonton"ajak pak Widi


" hah nonton"aku sedikit kaget dengan ajakan pak Widi


"iya kenapa" tanya balik pak Widi


"maaf pak aku ga bisa, aku udah janji sama rista buat bantuin dia belajar" bohong ku sengaja menghindari ajakan pak Widi


"ok mungkin lain kali" terdengar sedikit kecewa dari ucapannya


"oh ya itu ketua kemahasiswaan suka ya sama kamu" lanjut pak Widi


"hah bapak kepoin saya ya"


"ga juga sih tapi ga sengaja tadi pagi liat kamu ngobrol sama dia sepertinya sih gitu"


sebenarnya aku malas menanggapi ucapan pak Widi secara aku mau fokus kuliah kenapa sih malah nemu hal cinta cintaan segala di kampus padahal aku sekuat hati menghindari


"kenapa jadi bahas ka haris pak bikin bad mood aja, kalo ga ada hal lain lagi saya permisi" ucap ku sambil keluar tanpa menghiraukan pak Widi yang memanggil ku untuk duduk dulu