From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 16



"kenapa? " ketika aku seketika teriak dan spontan berdiri


"bapak mau hukum saya apa mau ngebunuh saya? " tanya ku balik


"maksudnya? " dia malah bertanya balik


"pak ini tu waktu istirahat dah sudah masuk waktu makan siang, saya lapar pak! kalo bapak nyuruh saya koreksi semua makalah ini yang ada bukannya kelar tapi tepar saya nya" jawab ku sewot


"saya sudah pesan kan makanan dan sekarang duduk! " perintah nya


aku seketika duduk diam masih juga dengan rasa dongkol di hati cuma gara-gara kurang konsentrasi aku harus Terima hukuman sebanyak ini


tok tok tok


pak Widi beranjak dari kursi nya dan ternyata itu kurir yang mengantarkan pesanan makanan nya


"sekarang makan baru kerjakan hukuman mu"ucap nya sambil menyerahkan paper bag berisi makanan


dan saat ku buka waow mata ku langsung berbinar bakso rawon komplit dengan tulang iga nya, ga nyesel deh kalo di hukum tapi dapet makanan favorit gini


aku langsung bersemangat menikmati bakso spesial ini


dret dret dret


baru saja ingin ku masuk kan bakso ke mulut ku handphone ku tiba-tiba bergetar


"iya kenapa lis? " tanya ku santai


"kamu dimana lama amet nih bakso nya udah keburu dingin" katanya sewot


"astaga aku lupa lista, aku lagi di ruangan pak Widi dapet hukuman" kata ku berbisik


sambil ku lirik pak Widi yang masih fokus dengan handphone nya


"trus ini bakso gimana? "


"udah kamu makan aja biar tambah kenyang, dah ya aku mau makan" ku tutup telfon


"kenapa ada masalah" tanya pak Widi sambil berjalan ke sofa sebelah ku


aku pun melanjutkan acara makan bakso yang tertunda gara-gara telefon lista


sekali ku lihat pak Widi juga menyantap bakso nya


"bapak suka bakso juga? " tanya ku


"tergantung."


"oh kirain. " balas ku


tak ada lagi obrolan setelahnya karena kami sibuk dengan makanan kami Masing-masing


setelah tandas bakso ku buru-buru ku bereskan bekas makan ku dan pak Widi tak mungkin aku hanya membersihkan bekas makan ku saja


di kiranya aku orang yang tidak tahu Terima kasih membiarkan orang yang sudah mentraktir ku membereskan sisa makan nya sendiri


"kamu ada mata kuliah jam berapa? " tanya nya saat aku mulai mengambil satu makalah untuk aku cocok kan dengan contoh yang dia berikan


"sekitar satu jam lagi pak" jawab ku setalah ku lihat jam di pergelangan tangan ku


"oh ok kamu selesai kan sebisa nya nanti kalo belum selesai kamu lanjut besok lagi" katanya


aku hanya menganggukkan kepala tanda mengerti selanjutnya ku fokus kan mata dan tangan ku untuk menyelesaikan makalah ini


tapi kenapa dia masih di ruangan kenapa dia tidak mengajar


"bapak ga ada kelas" ku beranikan diri bertanya karena risih juga kami hanya berdua di ruangan ini takut meni menimbulkan fitnah dan gosip


"saya sudah tidak ada jam. " jawabannya santai


"hah kalo sudah tidak ada jam dan dia tidak ada kepentingan lain kenapa bukan bapak saja yang koreksi makalah ini" kata ku sewot


"kamu lupa kamu sedang saya hukum" skak mat lagi aku nya


sudahlah lebih baik aku mengalah karena percuma juga aku melawan dia pasti lebih pandai mencari alasan