
aku keluar dari ruang dengan gamis navy yang senada dwngan tuxedo kak yuda
tak lupa makeup simpel yang ku minta karen aku tidak terlalu suka dengan makeup tebal
aku keluar pelan karena tidak terbiasa dengan sepatu hak tinggi meski aku sudah memakai hak yang paling kecil masih tetap kurang nyaman untuk ku
"sudah selesai tuan" ucap sang pelayan butik
seketika kak yuda langsung menoleh ke arah ku sedikit terdiam kemudian melangkah mendekati ku
"ayo kita berangkat" ucap nya datar
aku hanya mengangguk sambil mengekor di belakang kak yuda
***author prov****
yuda dan tika telah sampai di acara ulang tahun hotel dan resto milik yuda
saat mobil yang mereka tumpangi telah sampai di lobby hotel sang asisten dengan cepat membukakan pintu untuk yuda dan berlari kecil ke mudian membukakan pintu intuk tika
yuda mengulurkan tangan pada tika dan memberikan lengannya untuk di gandeng tika
sejenak tika merasa grogi dengan keadaan ini karena banyak pasang mata mengarah pada mereka tak lupa sorot lampu kamera mengarah kepada mereka
"*wah mereka pasangan serasi"
"tuan yuda apa nona ini kekasih anda"
"apa diacara ini anda akan memperkenalkan pasangan anda sekarang"
"beruntungnya gadis yang bersama tuan yuda jika mereka benar-benar pasangan kekasih"
"yah yang cowok ganteng dan cewek nya cantik perfect*"
begitulah ucapan dari para tamu undangan dan beberapa wartawan pemburu berita
namun yuda tak menanggapi ucapan para wartawan itu
dia tetap berjalan menggandeng tika dengan tatapan datarnya
"hallo brow selamat atas hari jadi hotel dan resto lo" ucap seorang yang tiba-tiba menghampiri yuda dan tika
"halo adek kita ketemu lagi" ucap orang tersebut yang tak lain adalah bayu sahabat yuda
"hai kak" jawab tika ramah
"wis ternyata adek lo yang lo gandeng di acara ulang tahun hotel lo,,, biar gw tebak pasti ini adek ketemu gede" oceh bayu
"berisik lo,, ayo jangan ladenin dia" ucap yuda sambil menarik tika untuk mejauh dari bayu
"hem gw rasa ada udang di balik bakwan antara yuda dan gadis itu" batin bayu sambil mengamati yuda yang dari tadi tak melepas gandengan tangannya dari tika meski mereka sambil menyapa tamu undangan
acara berlangsung dengan meriah saat yuda memberika sambutan untuk hari ulang tahun hotel dan restoran nya tika memilih duduk di salah satu kursi yang di khusus kan untuk mereka
tika sempat terpana dengan penampilan yuda tak di pungkiri dia begitu terhipnotis dengan wibawa yuda
entah kenapa jantungnya serasa bergetar tak menentu dia mengambil orange juice yang ada di depannya untuk menetralkan degub jantungnya
"bagaimana pestanya" tanya yuda yang tiba-tiba sudah duduk di sebelah tika
"bagus, elegant dan romatis" ucap tika tanpa sadar
"kamu suka"
"hem,, sangat" ucap tika sambil mengangguk antusias
"just for you" ucap yuda lirih nyaris tak dengar sambil menyembuntikan senyumnya
"hah apa" tiak sepontan menoleh yuda yang sepertinya mengucapkan sesuatu
"tidak ada" jawab yuda datar
"huft" tika menghembuskan nafasnya kasar sepertinya dia harus ekstra sabar berada di dekat yuda yang kadang bisa berubah-ubah seperti bunglon
ternyata di balik meriahnya pesta ini tersimpan sebuah rahasia bahwa yuda sengaja memberikan tema romantis pada pestanya kali ini untuk di persembahan pada tika
karena dalam diamnya semenjak dia kembali ke bali setelah perdebatan rencana perjodohan antara dia dan tika yuda mulai merenung dan diam-diam mulai membuka hati untuk dekat dengan gadis itu tanpa di sadari oleh tika
dan entah sejak kapan yuda mulai benar-benar menaruh hati pada tika dan mulai memberika sedikit demi sedikit perhatian agar mereka bisa lebih dekat lagi