
"ayah pernah bilang kan kalo aku baru boleh pacaran setelah lulus SMA" ucap kak mawar di sela-sela makan malam kami
"ya, kenapa" jawab pakdhe
"kalo sekarang aku punya pacar gimana" tanya kak mawar lagi
"tergantung pacar kamu siapa"
"em... sebenarnya sore tadi saya dan mawar sudah jadian pak, maaf baru kami baru bisa mengutamakan hubungan kami''giliriran kak haris yang mulai mengambil alih pembicaraan dari kak mawar
pakdhe nampak diam menatap kak haris lebih lama sebelum memberikan keputusan untuk hubungan mereka
" hem... ya ayah merestui kalian karna ayah tau haris salah satu mahasiswa di kampus ayah, dan ayah sedikit tau tentang haris dia termasuk mahasiswa baik di kampus"jawab pakdhe
seketika kak mawar tersenyum bahagia mendengar jawaban pakdhe sambil menlempar senyum bahagianya ke kak haris
"Terima kasih pak telah menerima saya sebagai pacar mawar" ucap kak haris
"hem sekarang lanjut makannya nanti kita sambung lagi ngobrol nya"
kak haris nampak tersenyum tapi aku menangkap sedikit curiga dengan senyuman nya karena di balik senyumannya dia sedikit melempar tatapan pada ku
omg jangan bilang kak haris sengaja jadian sama kak mawar buat manas-manasin aku bukannya baru tadi pagi dia ngitarain perasaan nya sama aku dan sore tadi dia bilang jadian sama kak mawar
wah bener-bener ga waras nih orang tapi untuk bilang ke kak mawar pun rasanya aku tak sanggup melihat dia sangat bahagia hari ini bisa jadian dengan seorang yang sudah dia cintai sejak lama
*******
"kak tika anterin aku ke minimarket yuk ada yang harus aku beli buat tugas praktek besok" pinta rista saat kami tengah asik berbincang di ruang keluarga
"kakak ambil dompet bentar kebetulan ada juga yang mau kakak beli tadi lupa" jawab ku sambil melangkah ke kamar
"jangan Lama-lama ya tik, udah malam" pesan pakdhe
"iya pakdhe, assalamu'alaikum"ucap ku sambil meninggalkan ke dua pasangan beda usia yang masih asik bersenda gurau
"waalaikumsalam"
tin tin
suara klakson mobil mengalihkan ku dari pencarian ku, nampak rista sudah duduk anteng di samping kak yuda, ah ternyata kak yuda ikut juga
"kak menurut kak tika gimana sih cowok nya kak mawar" ucap mawar memulai obrolan kami
"orangnya baik, dan ga neko-neko kalo di kampus" jawab ku
"ish bukan itu maksud rista, kok kesannya mereka jadian dadakan gitu"
"oh itu, bukan dadakan rista kak mawar udah lama suka kak haris dari mereka masih SMA" jelas ku
"hah serius? kok kakak tau"
"kan kak mawar pernah curhat ke kakak waktu itu, dan kamu masih ingat kan yang kak mawar habis reunian SMA seperti nya kedekatan mereka berlanjut meski jarak jauh"
"tapi kok aku kurang sreg ya sama cowok kak mawar" ucap rista mungkin feeling saudara jadi rista bisa menebak kejanggalan dari kak haris
"anak kecil ga usah sibuk urusin urusan orang apa lagi cinta-cintaan belajar aja yang rajin" ucap kak yuda yang sedari tadi fokus mendengarkan obrolan kami
aku dan rista mengakhiri obrolan kami begitu mobil sudah terparkir di salah satu minimarket
aku dan rista berlalu masuk tanpa memperdulikan kak yuda kami sibuk berburu keperluan kami karena minimarket hampir tutup
limabelas menit kami berbelanja dan saatnya antri di kasir
"kak jadiin satu aja nanti kita bagi di rumah biar ga kelamaan" usul rista
"ok"ucap ku sambil mengeluarkan semua belanjaan kami dan kasir pun menghitung semuanya
" total 250ribu ya kak" ucap sang kasir
"pakai ini mba" saat aku dan rista sibuk mengumpulkan uang kami tiba-tiba kak yuda berdiri di belakang ku sambil menyodorkan kartu ajaibnya dan tanpa protes kasir pun melakukan transaksi pembayaran
rista buru-buru memasukkan uang kami kedompet sambil berguman "yes"