From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 43



maaf baru bisa Update karena author sedang merasakan nikmat sakit setelah beberapa hari disibukkan dengan kegiatan perdapuran


********"


seminggu sudah pakdhe melakukan perawatan di rumah aku tak lepas kendali begitu saja meski hanya bisa merawat pakdhe sebelum dan sesudah pulang kuliah


karena sepertinya seminggu ini aktivitas di kampus akan sangat padat aku terpaksa meminta izin pada pakdhe dan budhe untuk sementara tidak ikut merawat pakdhe


pakdhe dan budhe pun memaklumi keadaan ku


saat ini aku sedang berada di perpustakaan kampus untuk mencari rekomendasi buku untuk melengkapi tugas ku


saat aku sedang sibuk dengan setumpuk buku di hadapan ku sambil mencatat poin penting yang aku cari tiba-tiba ada seorang yang menyodorkan paper bag pada ku


"jangan terlalu fokus kamu juga butuh makan" ucap pak Widi yang sudah duduk tepat di depan ku


"Terima kasih" ucap ku sambil tersenyum


"makan dulu baru lanjut" titahnya


aku menengok ke sekeliling ku lihat nampak sepi


"masih jam kuliah jadi sepi jadi makan dulu sebelum banyak yang datang asal jangan berisik" ucap pak Widi sambil beranjak pergi


ku pinggirkan buku di hadapan ku segera ku buka isi paper bag dari pak Widi ternyata jus alpukat dan sekotak brownies lumer


ah pak Widi dari mana juga dia tau semua makanan kesukaan ku padahal aku tak pernah cerita padanya


"ais aku tungguin di kantin ternyata malah asik makan di sini ntar diomelin"kata lista saat menemukan ku sibuk makan bukan belajar di perpustakaan


" ga akan asal kamu ga berisik, mau? "tawar ku


" dapet dari mana?"tanya nya kepo


"O... " Buku-buku ku tutup mulut rista sebelum dia melanjutkan ucapannya sambil berteriak tak punya kontrol


"jangan berisik mau kita kena omel" lista hanya manggut-manggut sampai akhirnya ku lepaskan tangan ku dari mulutnya


"kok bisa"


aku hanya mengangkat bahu tanda tak tau maksud pak Widi memberi ku makanan ini


"wah kalo sering ke gini fix pak Widi tuh naksir kamu" ucap lista


"udah ah jangan bahas itu lagi cepet habisin keburu banyak yang datang" kata ku mengalihkan pembicaraan


bukan aku tak tahu maksud pak Widi selama pakdhe di rawat di RS dan saat jadwal aku menjaga pakdhe dia selalu mengirimkan makanan tak pernah absen sekali pun


belum lagi perhatian-perhatian lainnya tapi aku tak mau ke pedean dengan mengambil kesimpulan secepat itu mungkin karena kita senasib makanya dia perhatian ke aku


setelah menyelesaikan makan dadakan di perpustakaan aku dan lista bergegas untuk ke kelas karena sebentar lagi kelas pertama di mulai dan kami tak mau kami terlambat karena jam pertama kelas kami adalah kelas pak Widi


tak berselang lama kami sampai di kelas pak Widi pun masuk ke kelas memulai pembelanjaan


"ok sebelum kelas saya akhiri akan saya sampaikan bahwa bulan depan kita akan melakukan praktek lapangan dan saya sudah siapkan daftar kelompok beserta tempat praktek kalian, nanti saya kirim ke e-mail masing-masing terima kasih untuk hari ini selamat siang" ucap pak Widi sebelum mengakiri kelas kami


tring


e-mail masuk di handphone ku


dan betapa terkejut nya aku saat aku tahu aku akan praktek di RS tempat pak Widi bekerja dan beliau lah pembimbing nya dan lebih parahnya aku ditujuk langsung pak Widi menjadi ketua kelompok kami


sebelum pak Widi keluar beliau melihat ke arah ku dengan senyum kemenangan nya sambil menatap ku yang masih terbengong dengan isi e-mail ku