From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 69



tak terasa aku sudah memasuki proses skripsi ku hari hari ku mulai sibuk dengan begitu intensitas pertemuan ku dengan mas Widi semakin berkurang kami hanya berkomunikasi lewat handphone


hingga hampir tiga bulan ini aku bisa menyelesaikan bab terakhir ku


untuk bab terakhir ini aku sengaja ingin menunjukkan pada mas Widi terlebih dahulu agar dia bisa mengoreksi sebelum ku serahkan pada dosen pembimbing ku


selain itu juga aku mau menunjukkan bahwa aku bisa dengan cepat sampai di bab terakhir skripsi ku melebihi waktu yang di tentukan


aku sengaja tak mengabarinya kalau aku akan datang ke RS aku pikir ini akan menjadi surprise untuk nya


karena memasuki jam makan siang sengaja aku memesan makanan untuk kami makan siang


********


aku begitu semangat melangkahkan kaki memasuki RS tentu dengan perasaan berdebar karena ini pertama kali aku mengunjungi mas Widi


sampai di depan pintu ruangan nya tanpa mengetuk aku langsung membuka pintu begitu saja sesuai permintaan nya bahwa aku bebas masuk ruangan ini seperti sewaktu aku masih magang


ceklek


aku langsung mematung di tempat saat menyaksikan adegan live antara mas Widi dengan seorang wanita di mana mereka tengah berciuman bibir dimana sang wanita duduk di pangkuan mas Widi sambil mengalungkan tangannya di leher mas Widi sementara tangan mas Widi pun aktif entah kemana


tanpa ku sadari aku menjatuhkan makanan yang ku bawa


brak


sontak pasangan tersebut menghentikan aksi nya mendengar benda jatuh


"tika" ucap mas Widi sambil mendorong lusy berdiri


yah wanita yang berciuman dengan mas Widi barusan adalah lusy


aku masih mematung di tempat dengan nafas ku yang memburu


mas Widi berjalan menghampiri ku baru ku sadar saat mas Widi menghampiri ku menuntun ku masuk


"saya kembalikan ini" ucap ku tanpa berpikir lebih lanjut melepas cincin yang pernah dia berikan pada ku


"ga tik kamu harus tetap memakai nya, karena kamu pilihan ku" jawab mas Widi tak mau menerima cincin itu


aku tertawa sinis mendengar ucapannya


"pilihan? tapi maaf sayang saya tidak mentolerir bentuk penghianatan apa pun, saya kembalikan ini dan diantara kita selasai silahkan lanjutkan" ucap ku sambil meletakkan paksa cincin itu di tangan mas Widi sambil ku lirik lusy yang tersenyum penuh kemenangan


tanpa menghiraukan panggilannya aku berjalan cepat menyusuri lorong RS dengan menahan air mata ku agar tak jatuh sebelum aku pergi dari tempat ini


aku berjalan setengah berlari menuju parkiran dan setelah mendapati motor ku segera ku pacu motor matic ku meninggal kan RS


seketika air mata ku lolos melihat langsung penghianatan mas Widi di depan mata ku


ku arahkan motor tak tentu kemana yang ada di pikiran ku aku tak boleh pulang ke rumah dengan keadaan seperti ini jangan sampai orang rumah mengetahui masalah pribadi ku


motor ku berhenti saat tiba di sebuah taman dimana terdapat danau buatan


aku berjalan gontai memilih duduk di tepi danau dengan rasa sakit ku


rasanya ini lebih sakit dari saat aku mengetahui mas radit sudah menikah miris sekali nasib ku


tatapan ku kosong memandang jauh ke tengah danau hingga tak ku sadari air hujan telah membasahi badan ku sejak tadi tak ku hiraukan berapa derasnya hujan saat ini


tatapan ku teralihkan saat tiba-tiba air hujan tak lagi membasahi tubuh ku


"berdiri" ucap kak Yuda yang ternyata telah memayungi ku


aku hanya mendongak melihat nya sekilas setelah itu aku kembali menatap ke danau


namun tiba-tiba tubuh ku serasa terbang tatkala tangan kak Yuda telah beralih mengangkat tubuh ku dan berjalan menuju mobil nya