
tak terasa aku sudah memasuki proses skripsi ku hari hari ku mulai sibuk dengan begitu intensitas pertemuan ku dengan mas Widi semakin berkurang kami hanya berkomunikasi lewat handphone
hingga hampir tiga bulan ini aku bisa menyelesaikan bab terakhir ku
untuk bab terakhir ini aku sengaja ingin menunjukkan pada mas Widi terlebih dahulu agar dia bisa mengoreksi sebelum ku serahkan pada dosen pembimbing ku
selain itu juga aku mau menunjukkan bahwa aku bisa dengan cepat sampai di bab terakhir skripsi ku melebihi waktu yang di tentukan
aku sengaja tak mengabarinya kalau aku akan datang ke RS aku pikir ini akan menjadi surprise untuk nya
karena memasuki jam makan siang sengaja aku memesan makanan untuk kami makan siang
********
aku begitu semangat melangkahkan kaki memasuki RS tentu dengan perasaan berdebar karena ini pertama kali aku mengunjungi mas Widi
sampai di depan pintu ruangan nya tanpa mengetuk aku langsung membuka pintu begitu saja sesuai permintaan nya bahwa aku bebas masuk ruangan ini seperti sewaktu aku masih magang
ceklek
aku langsung mematung di tempat saat menyaksikan adegan live antara mas Widi dengan seorang wanita di mana mereka tengah berciuman bibir dimana sang wanita duduk di pangkuan mas Widi sambil mengalungkan tangannya di leher mas Widi sementara tangan mas Widi pun aktif entah kemana
tanpa ku sadari aku menjatuhkan makanan yang ku bawa
brak
sontak pasangan tersebut menghentikan aksi nya mendengar benda jatuh
"tika" ucap mas Widi sambil mendorong lusy berdiri
yah wanita yang berciuman dengan mas Widi barusan adalah lusy
aku masih mematung di tempat dengan nafas ku yang memburu
mas Widi berjalan menghampiri ku baru ku sadar saat mas Widi menghampiri ku menuntun ku masuk
"saya kembalikan ini" ucap ku tanpa berpikir lebih lanjut melepas cincin yang pernah dia berikan pada ku
"ga tik kamu harus tetap memakai nya, karena kamu pilihan ku" jawab mas Widi tak mau menerima cincin itu
aku tertawa sinis mendengar ucapannya
"pilihan? tapi maaf sayang saya tidak mentolerir bentuk penghianatan apa pun, saya kembalikan ini dan diantara kita selasai silahkan lanjutkan" ucap ku sambil meletakkan paksa cincin itu di tangan mas Widi sambil ku lirik lusy yang tersenyum penuh kemenangan
tanpa menghiraukan panggilannya aku berjalan cepat menyusuri lorong RS dengan menahan air mata ku agar tak jatuh sebelum aku pergi dari tempat ini
aku berjalan setengah berlari menuju parkiran dan setelah mendapati motor ku segera ku pacu motor matic ku meninggal kan RS
seketika air mata ku lolos melihat langsung penghianatan mas Widi di depan mata ku
ku arahkan motor tak tentu kemana yang ada di pikiran ku aku tak boleh pulang ke rumah dengan keadaan seperti ini jangan sampai orang rumah mengetahui masalah pribadi ku
motor ku berhenti saat tiba di sebuah taman dimana terdapat danau buatan
aku berjalan gontai memilih duduk di tepi danau dengan rasa sakit ku
rasanya ini lebih sakit dari saat aku mengetahui mas radit sudah menikah miris sekali nasib ku
tatapan ku kosong memandang jauh ke tengah danau hingga tak ku sadari air hujan telah membasahi badan ku sejak tadi tak ku hiraukan berapa derasnya hujan saat ini
tatapan ku teralihkan saat tiba-tiba air hujan tak lagi membasahi tubuh ku
"berdiri" ucap kak Yuda yang ternyata telah memayungi ku
aku hanya mendongak melihat nya sekilas setelah itu aku kembali menatap ke danau
namun tiba-tiba tubuh ku serasa terbang tatkala tangan kak Yuda telah beralih mengangkat tubuh ku dan berjalan menuju mobil nya