From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 41



aku bangun dari tidur ku saat sayup-sayup ku dengar suara adzan berkumandang di masjid RS


saat ku buka mata aku tampal heran melihat kondisi di sekitar ku


seingat ku aku tertidur dengan laptop di pangkuan ku dengan posisi ku bersandar di sandaran sofa


tapi saat aku bangun posisi ku tertidur di sofa dengan berselimut dan laptop ku?


astaga aku lupa menyimpan tugas ku


bergegas aku cek laptop ku takut, tugas yang aku kerjakan semalam hilang sebelum aku save


aku bernafas lega saat mendapati tugas ku telah tersimpan rapi bersama tugas-tugas lainnya


tapi yang masih menjadi tanda tanya siap orang yang melakukan semua ini


apa mungkin pak Widi kembali ke ruangan ini setelah selesai tugas, ah entahlah tak usah di fikir kan yang terpenting semua aman


*******Yuda prov*******


semenjak kejadian pagi itu aku benar-benar memutuskan untuk segera kembali ke Bali tanpa berpamitan pada ayah


tapi bukan ayah mamanya jika tak putus asa membujuk ku


banyak pesan yang beliau kirimkan dan juga panggilan telepon yang banyak aku abaikan


hingga pagi itu karena jengah dengan bujukan dan teror ayah aku Terima panggilan telepon dari ayah


"apa lagi ayah apa ayah tak bosan mengatakan hal itu aku benar-benar muak dengan kata-kata itu aku mau hidup tenang jangan ganggu aku hanya dengan keinginan konyol kalian semua" kalimat panjang yang ku awali menerima telepon dari ayah dan harus aku akhiri seketika tanpa mendengar ucapan ayah lagi


hingga sore harinya wahyu sahabat dekat ku yang sudah seperti saudara bagi ku menghubungi ku


mengatakan kalau penyakit ayah kambuh setelah sekian lama tak kambuh dan jika terjadi lagi itu akan berakibat fatal


dia juga mencecar ku dengan berbagai pertanyaan dan mau tak mau aku menceritakan semua pada nya


"pulanglah tengok bapak dia butuh kamu" ucap wahyu mengakhiri sambunan telepon nya


aku masih membatu mendengar penuturan wahyu


tanpa pikir panjang aku bergegas ke bandara mencari penerbangan tercepat sore ini


setibanya di surabaya aku langsung menuju RS tempat ayah di rawat


tentunya aku harus menemui wahyu terlebih dahulu


setelah menanyakan kondisi ayah lebih detail pada wahyu aku memintanya untuk menemani ku ke ruangan ayah karena jam besuk sudah habis dan hari sudah malam pasti perawat-perawat di sana tak membiarkan aku masuk


setidaknya dengan di temani wahyu akan memuluskan jalan ku


ku buka pelan pintu ruang rawat ayah


mata ku seketika berembun menyaksikan orang yang aku hormati dan ku sayangi terbaring lemah di tempat tidur


aku mendekat dan ku raih tangan ayah kui cium "maaf yah maaf" hanya kata itu yang dapat aku ucapkan berulang ulang hingga tepukan di pundak ku mengalihkan perhatian ku


wahyu menunjuk dengan isyarat kepalane menoleh ke arah sofa dimana ada seorang gadis tertidur dengan posisi duduk dan masih memangku laptop nya


"dia" tanya wahyu


"gadis yang aku cerita kan tadi" jawab ku


"cantik" ucapnya tanpa mengalihkan pandangan nya


"Terima kasih sudah mengantarkan ku kemari, kamu bisa pulang" entah mengapa aku tak suka wahyu melihat tika begitu intens


wahyu hanya menyunggingkan senyum sambil menepuk pundak ku


"aku pulang udah capek, jaga bapak dengan baik" aku menganggukkan kepala


setelah wahyu keluar ruang perawatan ayah aku berjalan mendekati sofa


ku benarkan posisi tidur nya dan ku letakkan laptop diatas meja


setelah menyelimuti gadis itu ku arahkan pandangan pada laptop yang masih menyala


"dasar gadis ceroboh" guman ku sambil menyimpan file yang mungkin itu tugas kuliah nya