From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 59



"tika kesibukan nya apa sayang? " tanya mama mas Widi memulai obrolan


"kuliah tante, masih magang sekarang"


"tuh kan apa mama bilang kamu tua untuk usia tika" ledek tante ayu mama mas Widi


"udah ah ma, kita makan yuk sebelum aku antar tika pulang" ajak mas Widi


"ah iya sampai lupa mama udah masak banyak sore ini, kebetulan lusy juga ada kita bisa makan sambil merayakan kebahagiaan mama"


"aku ambilin mas sini piring nya" ucap lusy meminta piring mas Widi


"biar tika aja" sahut mas Widi dingin sementara lusy nampak kesal dengan jawaban mas Widi


"ambilin sayang"aish mas Widi ga tau tempt aja panggil sayang di sini aku kan jadi malu


"mau sama apa mas? "


"ayam saus tiram sama tumis kangkung aja yang"


"aish Widi manja banget kamu"tante ayu yang sedari tadi memperhatikan akhirnya berkomentar sambil senyum-senyum sendiri


" mama pengen? aku telpon papa aja yah? "canda mas Widi


" no! kamu pikir mama gagal move on apa? "ucap tante ayu dari cerita yang aku dengar dari mas Widi kalo mama dan papa nya sudah bercerai semenjak mas Widi sma dan selama itu dia bolak balik tinggal dengan mama papa nya sampai sekarang


"siap tau mama kangen momen seperti ini"


"mas" ucap ku meminta mas Widi berhenti menggoda tante ayu


"dia emang selalu gitu tik, ama mama nya suka rese"


"makanya jangan sok romantis di depan orang single" celetuk lusy


*******


"mas lusy suka seperti nya sama mas" ucap ku membuka obrolan ketika mas Widi mengantarkan ku pulang


"masa sih, mas baru kenal dia dan baru ketemu dua kali ini"


"dia liatin aku judes banget"


"udah cuekin aja karena kita bakal ketemu dia lebih sering"


"dia minggu depan mulai kerja di RS, tapi tenang aja dia bagian administrasi jadi kemungkinan ketemu jarang"


"besok aku jemput ajak rista sekalian ga papa" ucap mas Widi saat kami sampai di depan rumah


"iya dan maksih untuk hari ini, aku masuk mas hati-hati" ucap ku setelahnya berlalu meninggal kan mas Widi di dalam mobil


*****


"kak motornya kenapa sih ditinggal di RS"


"kemarin ban motornya kempes dan ga kakak minta tolong satpam buat bantu tambalin ban nya" ucap ku bohong tak mungkin aku bilang yang sebenarnya karena rista kurang suka dengan mas Widi


tin tin


suara klakson menghentikan obrolan kami


"pagi tika, rista bareng yuk" sapa mas Widi


"udah yuk bareng aja kelamaan nunggu taksi lewat" ajak ku


meski kesal rista akhirnya mengikuti ku masuk mobil


"kok bapak lewat sini" selidik rista


"tadi kebetulan nganterin mama ketempat temannya dekat sini" bohong mas widi


"pagi-pagi gini bertamu" balas rista masih tak percaya


"iya ada janji buat senam bareng"


"kirain sengaja jemput kak tika"


"kalo iya kenapa" goda mas Widi


"aduh mas jangan di goda terus anak ini bisa ngambek ga ngebiarin kita bareng baru tau rasa" batin ku


"awas aja berani macem-macem sama kak tika aku kasih ini sama bapak" ucap tika menyodorkan tangannya yang terkepal ke arah mas Widi


"hahahahhah" tawa mas Widi pecah seketika melihat tingkah konyol rista yang sudah keluar tanpa permisi