
hari ini matakuliah ku hanya sebentar jadi sebelum makan siang aku sudah bisa pulang awal
saat hendak menjalankan motor tiba-tiba handphone ku berdering
astaga mau apa lagi dosen sedeng satu ini saat nama pak Widi tertera di layar handphone ku
ku geser warna hijau dan"jangan lupa aku traktir di cafe pelangi aku tunggu sekarang "
tut tut sambungan telepon terputus sepihak bahkan sebelum aku mengucapkan sepatah kata pun
ku lakukan motor ku ke cafe Pelangi mau tak mau aku harus kesana kalo sampai tidak yang ada hukuman untuk ku makin bertambah
ku hentikan motor ku di cafe pelangi, cafe dengan nuansa anak muda, hem... bagus juga ya seleranya ala ala anak muda jaman now
ku edarkan pandangan ku mencari sosok Pak dosen sengklek itu
dan saat mata ku sibuk kesana kemari di pojok dekat jendela sosok yang ku cari melambangkan tangannya
ku hampiri dan ku ambil kursi di depannya
"maaf Pak lama" kata ku mendudukkan diri
"hem,, mau pesan apa? " tanyanya
"samain aja Pak" kata ku karena aku udah benar-benar lapar jadi untuk mempercepat makan aku samakan aja pesanan dengan Pak Widi
hening sesaat sampi makanan kami tiba
"silahkan kak" ucap waiters sambil meletakkan pesanan kami
"Terima kasih" kata ku
"makan tik sepertinya kamu lapar banget" ucap pak Widi setengah mengejek
"bapak tau tapi traktirannya jauh amat ini mah sama aja nyuruh makan di rumah" gerutu ku
"biarin, sekalian ngedate ala anak-anak jaman now,,, " jawabnya enteng
"minum dulu" sambil menyodorkan minum ke arah ku"makanya kalo makan pelan atau kamu terlalu eksaited saat aku ajak ngedate "ucapnya penuh percaya diri
fix ini orang tingkat percaya dirinya terlalu tinggi
aku hanya memutar bola mata malas menghadapi orang seperti Pak Widi harus ekstra sabar
" Terima kasih untuk traktiran nya Pak dan karena saya sudah kenyang saya mohon pamit"ucap ku saat menyelamatkan makan siang ku
"ga mau nonton dulu? " ucapnya"biasanya kalo ngedate habis makan langsung nonton? "ucapnya
" what kata siapa kita ngedate Pak, anda terlalu percaya diri"jawab ku
"terus apa kita disini kalo bukan ngedate"
"bapak traktir saya beda ya sama ngedate" sanggah ku enak aja dia bilang ngedate besar kepala juga dia sudah di turutin maunya masih ngarep bilang kita ngedate
"hahahahha " Pak Widi malah tertawa mendengar ucapan ku
''yakin ga mau lanjut ngedate nya mumpung aku free lho"tawarnya lagi
"TERIMA KASIH DAN PERMISI" ku tekan kan kata-kata ku menandakan aku benar-benar harus mengakiri perdebatan ini dan berlalu secepatnya
aku ga mau terlalu berlama-lama dengan Pak Widi yang ada kepala ku makin terasa pusing mendengarkan ocehannya yang makin ngawur dan ga jelas
ku lakukan motor ku agar cepat sampai rumah dan mengistirahatkan badan ku karena hari ini aku sangat lelah
lelah berhadapan dengan orang-orang anaeh seperti kak haris yang ngeyel dan seperti memaksakan kehendaknya
serta Pak Widi yang tingkat percaya diri serta ke ngawuran nya yang benar-benar ga jelas
benar-benar mereka membuat kepala ku terasa mau pecah
"siapa lagi yang kamu ajak kencan barusan"belum hilang rasa kesal ku saat tiba di garasi sosok manusia kutub sudah mengagetkan ku dengan ucapan menohok nya
Allahurabbi sabar sabar