From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 76



kak yuda nampak berjalan dengan penuh wibawa ke arah kami sambil memegang se buket bunga lily


"selamat " ucapnya sambil menyodorkan buket bunga lily pada ku


"bunga lily''guman ku sambil menatap penuh tanya kak yuda


" kenapa ? "tanyanya balik


" ah tidak, Terima kasih"


aku mengamati kak yuda dengan teliti bunga lily, gestur tubuh kak yuda sangat mirip dengan orang waktu itu tapi kak yuda terlihat begitu tenang seperti bukan dia pelakunya


"karena yuda sudah datang kita langsung ke restoran" ajak pakdhe memberi komando


"tika kamu ikut yuda ya kasihan dia sendiri" perintah pakdhe saat aku hendak berjalan masuk ke mobil pakdhe


dan dengan cepat pakdhe mengunci mobil nya dari dalam seakan sengaja meninggalkan ku bersama kak yuda


mau tak mau aku berjalan ke arah mobil kak yuda dan segera masuk ke mobil


mendudukkan diri di sebelah kak yuda


kak yuda masih dengan sikap datarnya saat kami keluar dari area kampus


"setelah ini mau kerja dimana? " tanya kak yuda memecah keheningan diantara kami


"belum tau, tapi aku dengar mahasiswa cumlaude biasanya langsung dapat penempatan di RS ternama"


"bagus ga perlu repot cari kerja, kalau di luar pulau gimana? "


"kalo gajinya besar bisa di pertimbangkan" ucap ku santai


"cih,,, dasar wanita kebanyakan matre"


"cerdas juga pemikiran mu"


percakapan kami terhenti saat mobil kak yuda memasuki area parkir sebuah restorasi khas Jawa yang terletak di pinggiran tambak ikan menambah ciri khas restoran seafood


aku berjalan memasuki restoran beriringan dengan kak yuda


"cie.... yang baru dateng langsung nempel aja''goda rista saat melihat kami


aku yang tersadar ternyata kami berjalan beriringan layaknya pasangan langsung mempercepat langkah ku menghampiri yang lain


" kenapa kak ga usah lari udah ke gep ini"lagi lagi rista menggoda ku, aku yang sedari tadi di goda benar-benar sangat malu tapi tidak dengan kak yuda dia nampak datar saja


"sudah rista kita makan yuda dan tika sudah datang" ucap budhe menghentikan celotehan rista


"oh ya tika, minggu depan kamu langsung penempatan kerja di salah satu RS ternama di bali, pihak RS sendiri yang meminta lulusan terbaik universitas kita untuk bergabung di RS mereka, jangan sia siakan kesempatan ini, ini jalan kamu menuju sukses" ucap pakdhe


"bali? minggu depan? " beo ku mendengar penuturan pakdhe


"iya dan selama kamu di bali kamu akan tinggal di rumah yuda, kamu tenang saja di sana ada bu Ratih yang sudah lama bekerja pada keluarga kami yang akan menjaga kamu" lanjut pakdhe


aku melirik kak yuda dia masih saja dengan muka datarnya dan tanpa berucap apa pun mendengar penuturan pakdhe


aku melihat ke ayah dan ibu


"semua keputusan ada pada mu nak, ayah ibu selalu mendukung setiap keputusan mu"ucap ayah menenangkan ku seolah mengerti kegundagan hati ku


" iya ayah, tiak akan pikiran matang-matang, masih ada waktu untuk berfikir kan pakdhe "tanya ku


aku tak mau gegabah dalam mengambil keputusan karena ini menyangkut karir ku kedepannya


" iya pikirkan matang-matang waktu mu tiga hari, kalo perlu istikharah lah agar lebih yakin"saran pakdhe