
sudah seminggu semenjak kejadian dimana yuda membawa callista pulang kerumah nya,, semenjak itu pula yuda tak pernah menampakkan batang hidungnya di hadapan tika
alih-alih bukannya menjelaskan pada tika tapi sepertinya yuda sengaja menghindar dari tika
tak seperti sebelumnya ketika tika jaga malam yuda selalu menunggu kepulangan tika hanya sekedar sarapan ataupun sekedar menyapa tika begitu ketika siang hari saat dirinya tak sibuk sebisa mungkin menyempatkan waktu untuk sarapan dan pulang sebelum jam makan malam
bahkan ketika tika mendapatkan hari free nya biasanya yuda selalu meminta tika untuk mengantarkan makan siang ke kantor atau mereka akan menghabiskan waktu bersama
laki-laki yang beberapa bulan lalu menyatakan komitmen untuk menjalin hubungan lebih serius lagi dengan tika seolah-olah hilang di telan bumi
bahkan pesan dan telfon dari tika pun tak pernah di balasnya
sakit itu yang tika rasakan,, berkali-kali menambatkan hati pada seorang lelaki selalu kekecewaan yang dia dapat kan
berbanding terbalik sengan yuda yang tak pernah menpakkan diri di depan tika callista malah setipap waktu selalu mencari masalah dengan tika seperti pagi ini entah apes tika atau apa callista pagi pagi sudah membuat drama
"mba callista bisa minta tolong pada bu Ratih ya, aku benar-benar sedang buru-buru ada rapat dewan direksi dan aku harus ikut" ucap tika lembut ketika callista memintanya membuatkan sate marangi dengan dalih dia sedang ngidam
"tapi aku maunya kamu yang buat tika.... " renggek callista
"mba bukan,,,, "
"au,,,, tika kalo kamu ga mau buatin makanan buat anak aku ga papa kq tapi kenapa kamu harus dorong aku" ucap callista yang tiba-tiba menjatuhkan dirinya di lantai
"tika...... " belum sempat tika berucap sebuah suara menggelegar memenuhi ruangan itu
dari ruang tengah nampak seorang yang sudah seminggu ini ia harapkan kedatangan nya kini datang
tapi bukan dengan penjelasan yang dia bawa tapi sebuah tatapan membunuh yang ia dapatkan
"yud maaf aku sudah bikin keributan bukan maksud aku yud tapi ini keinginan anak aku,,, tapi tika selau saja menyalahkan anak aku dia selalu bilang kalo aku cuma numpang jadi harus tau diri" ucap callista sambil mendramatisir keadaan
tika yang mendengar penuturan callista sampai membulatkan matanya bukannya callista sendiri yang selalu mengatakan pada tika jika tika hanya menumpang dan harus tau diri
"tika.... " yuda mengeram sambil mencengkram tangannya
"aku ga pernah ngomong gitu kak,, tadi itu.... "
"diam,, aku ga minta kamu beralasan,, kamu bisa-bisanya bilang seperti itu pada callista padahal kamu sendiri di sisni statusnya juga cuma menumpang"
Deg
jantung tika seketika bergemuruh mendengar penuturan yuda jadi apa kabar dengan kata-kata yuda beberapa bulan lalu yang memintanya untuk pendekatan untuk menjadikan tika istri nya apa semua itu hanya bualan atau mimpi tika
tanpa menjawab ucapan yuda tika langsung menyambar tas nya dan bergegas pergi menuju rumah sakit
"tika berhenti aku belum selesai bicara sama kamu" ucap yuda
"maaf yud gara-gara ngidam aku kamu sama tika jadi berantem" ucap callista penuh drama
"sudah jangan hiraukan aku pergi kalo butuh apa-apa minta bu ratih"
"tapi bu Ratih sedang kepasar aku pengen makan sate marangi" ucap callista manja
"baik aku buatkan" ucap yuda sambil berlalu kearah dapur
niat hati pulang untuk berbicara dengan tika gagal karena yuda sudah termakan drama callista pagi ini