From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 78



sudah seminggu aku bekerja di salah satu RS ternama di bali meski tergolong RS elit dan berstandar internasional tapi karyawan di sini ramah dan care dengan karyawan baru


seperti saat ini aku sudah menemukan teman satu divisi ku tari


gadis asli bali yang begitu ramah dan penyabar bahkan dia mau menjadi orang pertama yang bersedia menemiani ku kemana pun aku butuh


karena masih baru aku masih butuh teman yang bisa memandu ku


"tari bisa antar aku ke pasar tradisional dekat sini" pinta ku saat kami keluar dari ruang ganti setelah selesai shift malam


"ah kau ini kenapa mesti ke pasar tradisional ke supermarket saja lah"


"kata bu Ratih kalo pagi sayuran di pasar tradisional masih fresh dan harga jauh lebih murah di banding supermarket" jawab ku


"aish kau ini,, katanya saudara pemilik hotel dan resto terbesar di bali tapi kenapa belanja nya di pasar tradisional''keluhnya


" karena bu Ratih juga sering ke pasar tradisional''jawab ku polos


"biarkan bu Ratih yang ke pasar tradisional saja kita ke supermarket, apa jangan-jangan kau tak punya uang untuk ke supermarket" ucap tari ceplas-ceplos tapi sama sekali aku tak memasukkan ke hati ucapan nya karena begitulah watak tari yang ku ketahui selam satu minggu ini


"kau meragukan aku? semenjak kuliah kak Yuda sudah kasih aku uang jajan yang cukup apa lagi sekarang tinggal di rumahnya,, uang untuk belanja yang biasa bu Ratih atur saja sekarang aku yang atur jadi tak usah di ragukan lagi isi dompet ku" ucap ku sedikit sombong menimpali ucapan tari


"maka dari itu kita ke supermarket saja, sekali kali kau traktir teman mu ini, ke pasar tradisional nya lain kali saja kalo libur dengan bu Ratih, aku sangat malas ke pasar tradisional karena berjubel" ucapnya sambil menyerah kan helm nya pada ku


*******


"kita sarapan dulu tik, aku sudah keburu laper" pinta tari


"ok cari tempat kamu mau sarapan dimana"


"bubur ayam saja yang dekat supermarket disitu enak dan tentunya murah"


setelah sampai di tempat tujuan tari segera memesan bubur ayam untuk kami berdua plus teh hangat yang menemani


"enak tar, pintar juga kau cari tempat makan" ucap ku saat merasakan suapan pertama bubur ayam ini


"jelas aku tau aku asli orang sini, beda sama kau orang entah berantah yang terdampar di pulau dewata" ledeknya


"hem" tak ku hiraukan celotehan nya ku nikmat bubur ayam yang benar-benar lezat dan baru pertama ku temukan


********


aku menyusuri lorong demi lorong supermarket memilih berbagai kebutuhan yang sudah di catat oleh bu Ratih semalam


sementara tari terus mengekor di belakang ku sambil mengeluh karena banyaknya belanjaan ku


"untung kan ke supermarket ada troli jadi aku tak harus repot-repot membantu mu membawa belanjaan yang segunung ini"


"iya tari, terimakasih sudah menemani ku belanja"


"hem sama sama tapi nanti pulangnya naik taksi saja ya, itu belanjaan ga akan muat di motor ku"


"baik nyonya" ucap ku sambil menunduk hormat


"hahahaha " tawa nya pecah


aku tak menghiraukan tawa nya bergegas ku menuju kasir yang masih terlihat sepi


"ok aku pulang duluan ya kasur ku sudah merindukan ku" ucap tari saat kami berpisah di parkiran sebelum dia menuju motor nya