From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 79



"assalamu'alaikum" ku ucap salam saat memasuki rumah hening tak ada sahutan kemana bu Ratih biasanya beliau selalu menyambut kedatangan ku pulang


aku menuju dapur meletakkan belanjaan sekalian menyusunnya di kulkas dan lemari


"sudah pulang" aku terlonjak kaget mendengar sura dari belakang ku


"astaghfirullah kak yuda bikin kaget aja" ucap ku bukan menjawab pertanyaan nya malah menggerutu


"ck,, gitu aja kaget,, "balasnya sambil duduk di meja makan" tolong buatin kopi pahit"


"ok,, oh iya kak kok aku ga lihat bu Ratih kemana ya? "


"pulang kampung orang tuanya sakit"


"berapa hari izin"


"belum pasti kenapa? "


"sepi kalo bu Ratih ga ada, " jawab ku jujur


"kalo mau rame di pasar, Terima kasih" ucap kak yuda sambil menerima kopi dan langsung meminum nya


"kakak udah sarapan? "tanya ku


" belum kamu mau buatin? "tanya nya balik


" emang mau? "


"kenapa tidak? "


"biasanya makan di kantor langsung di buatin chef nya" ledek ku


"sekali-kali makan di rumah, buruan"


aku langsung bergegas menyiapkan sarapan kak yuda ah karena hanya untuk nya sendiri ku buatkan saja nasi goreng seafood kebetulan bahan masih fresh karena kata bu Ratih kak yuda paling suka olahan seafood yang masih fresh


sepuluh menit sudah aku berkutat di dapur dan sepiring nasi goreng seafood sudah siap ku sajikan


"selamat menikmati semoga suka"


"kenapa cuma satu? " tanya nya saat aku hanya menyajikan sepiring nasi goreng seafood


"aku sudah sarapan tadi," ucap ku sambil beranjak ke kamar


"hei tunggu, temani aku makan" titah nya


"ck seperti anak kecil saja makan harus di temani"


"yah lumayan menyenangkan, mungkin karena masih baru"


"kalo males masak karena sendiri, telpon aja ke resto bilang pesanan ku diantar ke rumah"


"emang boleh? ''


" boleh asal bayar "


"aish kirain gratis" gerutu ku sambil memutar bola mata malas


"hahahaha,, kamu pikir aku sepelit itu sampai meminta bayaran untuk dikirim ke rumah ku sendiri"


aku sampai terbengong mendengar tawa lepas dari kak yuda karena baru kali ini aku mendengar nya


"sudah istirahat sana aku berangkat" ucapnya sambil nengacak jilbab ku


aku masih terpaku dengan tingakah kak yuda benarkah itu dia? selama ini aku tak pernah melihat nya memperlakukan kak mawar maupun rista seperti itu tapi barusan yang dia lakukan benar-benar berfikir apa kak yuda sedang amnesia?


ku langkah kan kaki ku menuju kamar dengan berbagai pertanyaan yang entah aku sendiri tak mengerti


ku rebahankan badan ku begitu saja di ranjang tanpa berniat untuk sekedar bersih-bersih terlebih dahulu karena rasa kantuk ku mengalahkan segalanya


******


"tika tika"


sayup-sayup ku dengar suara ketukan pintu dan orang memanggil ku


setengah sadar aku berjalan menuju pintu dan membukanya


"eh kak yuda kok sudah pulang" tanya ku dengan mengucek mata ku


bukannya menjawab kak yuda malah diam mematung di depan pintu


"hallo kak kenapa bangunin aku" tanya ku polos dengan melambaikan tangan di depan matanya


nampak kak yuda sedikit kaget dengan gerakan tangan ku


"kamu tidur dari tadi pagi"


"hem,, emang jam berapa sekarang"


"jam delapan malam" sontak jawaban kak yuda mengagetkan ku


"hah serius, selama itu kah aku tidur, astaghfirullah aku melewatkan tiga shalat wajib ku begitu saja''langsung ku tutup pintu dan berlari ke kamar mandi tanpa menghiraukan kak yuda lagi