
Dapur Restauran hotel xxx
Dengan cekatan tika menghidangkan menu untuk jamuan makan malam ari dengan para rekan kerjanya dengan di bantu chef lainnya
tika benar-benar fokus untuk jamuan makan malam ini
"demi saham 2%" gumannya saat dia memulai menyajikan hidangannya
tika ingin sekali membuka restoran sendiri di tanah kelahirannya di jawa karena itu impian nya sedari sekolah sembari membuka lowongan pekerjaan ditambah tempat tinggal nya dekat dengan tempat wisata akan menjadi peluang besar untuknya nanti
tepat pukul 8 malam tika telah selesai menghidangkan makan malam
selama tika menyiapkan menu makan malamnya, ari yang di dampingi dea sang asisten sekaligus tunangannya sedang menyambut para kolega di ruang vip restoran nya
"selamat malam tuan yuda suatu kehormatan bagi kami karena tuan bisa hadir di acara kami,,jarang-jarang lho seorang tuan yuda bisa hadir di acara-acara seperti ini"sapa ari pada yuda yang tiba paling akhir
" malam tuan ari senang juga bisa hadir di acara anda malam ini,, saya sangat kagum dengan konsep hotel dan resto anda jadi saya penasaran ingin melihat dengan sendiri"
"Terima kasih tuan atas pujiannya mari bergabung dengan yang lain"
setelah beramah tamah dengan yang lain dan tidak ada lagi tamu yang di tunggu ari memerintah pelayannya untuk menyajikan makan malam mereka
para tamu yang mencicipi hidangan pembuka mereka berdecak kagum dengan kelezatan hidangan tersebut
yuda dan bayu yang penasaran pun ikut mencicipinya
suapan pertama yuda tertegun sesaat hingga suara bayu membuyarkan lamunannya
"bro,,, kenapa? "
yuda hanya menggelengkan kepala kemudian menyuapkan kembali makanan itu ke mulutnya
rasanya sunggu tak asing di lidahnya bahkan yuda sangat hapal betul rasa makanan ini
"tika"
gumannya tak terdengar oleh siapa pun
ari yang mendapat sanjungan dengan senang hati meminta pelayan untuk memanggik kan tika
tak berselang lama pintu ruang vip terbuka
"selamat malam"
Deg
jantung yuda beradu cepat saat mendengar sapaan dari luar sementara bayu sama sekali tak menghiraukan karena terlalu asik dengan makanan nya
yuda masih mematung di tempat tanpa membalikkan badan karena posisinya membelakangi pintu
"perkenalkan ini chef tika, chef tika ini chef junior di sini tapi sudah membantu hotel dan resto kami dari empat tahun yang lalu semenjak kuliah,,, jadi meski baru lulus kuliah belum lama chef tika sudah berpengalaman di sini"
"jadi selama ini tika disisni pantas aku mencari yang di berbagI rumah sakit tak ada, astaga ari, dea, rizal kan sahabat kenapa aku baru menyadari nya" guman yuda
sementara tika masih sibuk beramah tamah dan berjabat tangan dengan para tamu yang lain giliran saat tika sampai di hadapan yuda mereka berdua sama-sama mematung dengan ekspresi yang sulit di artikan
hingga beberapa saat ari menyadari akan ketidak beresan tamu dan sahabat nya itu
"ehm''ari berdehem membuyarkan lamunan mereka
hingga mengalihkan perhatian bayu dari makanan nya
" tika"ucp bayu cukup lantang
dengan langkah cepat tika berlalu meninggal kan ruangan itu dan secepat itu pula yuda mengejar tika tanpa menghiraukan tamu yang lain
"tika tunggu kita harus bicara" ucap yuda saat tangannya bisa menggapai lengan tika
menyeretnya dengan lembut menuju taman
tika hanya diam karena tak mau menjadi bahan perhatian tamu lain di restoran itu