
BALI
"bi aku pergi awas kalo bilang macam-macam sqma yuda" ancam Callista berlalu meninggalkan bu ratih di dapur
"huft" bu ratih hanya geleng-geleng kepala sambil membunang nafasnya kasar
majikan nya benar-benar salah langkah membawa wanita itu kembli dalam kehidupannya apa lagi membawa masuk ke rumah ini
sekilas mata wanita paruh baya itu menangkap jam di dinding sudah jam 10 pagi tapi sampai sesiang itu ia tak melihat tika keluar kamar
tak biasanya gadis itu bersikap seperti ini meski hubungan nya Akhir-akhir ini tak baik dengan yuda tapi kebiasaan nya tak pernah beruabah
dengan perasaan tak enak wanita paruh baya itu berjalan menaiki tangga dan mendekati kamar tika
tok tok tok
"non tika"
tak ada sahutan dari dalam akhirnya dengan rasa khawatir nya ia buka pintu kamar itu yang ternyata tak terkunci
kosong, sepi dan deg,,,,,
untungnya seolah berhenti berdetak mendapati meja rias yang biasanya berisi skincare dan peralatan make up seadanya itu kosong bergegas ia membuka pintu lemari dan hanya tersisa beberapa baju yang ia tahu baju-baju itu yang di belikan yuda sisanya kosong tak tersisa, kakinya seketika lemas dan ambruk di depan lemari
tangisnya pecah entah bukan anak bukan saudara tapi bu ratih begitu menyayangi tika layaknya anak sendiri, matanya menangkap sesuatu tertinggal di meja perlahan ia hampiri kartu kredit, kartu ATM, dan cincin
ya Tuhan gadis itu benar-benar pergi apa yang harus aku lakukan Tuhan
******
yuda menjalankan mobil nya ke rumah karena dalam jadwal yang ia pegang tika hari ini jaga siang ia berniat mengajaknya makan siang di luar sambil menjelaskan tentang Callista
"tika mana bu" tanya yuda saat keluar dari mobil dan mendapati bu ratih sedang membuang sampah
"non tika sudah pergi mas"
bukannya menanyakan lebih lanjut tapi yuda buru-buru menancapkan gas mobil nya menuju Rumah Sakit dalam benaknya tika sudah berangkat kerja lebih awal
*******
"permisi suster tika makuk di ruang apa ya" tanya yuda pada sang resepsionis
sedang resepsionis yang bertugas mengerutkan keningnya menatap heran pada orang di depannya
"kenapa? " tanya yuda balik
"kapan? "
"tadi pagi suster tika berangkat"
Deg,,,,
tadi pagi kenapa tika tak mengabarinya
yuda bergegas untuk pulang meminta penjelasan pada bu ratih tapi langkahnya terhenti menangkap sosok yang begitu ia kenal
"Callista" gumannya
yuda melihat Callista memasuki Rumah Sakit dengan bergandengan mesra dengan seorang lelaki yang ia tak kenal melangkah menuju poli kandungan
seketika langkah nya pun berbelok mengikuti pasangan tersebut
"sayang kamu sehat-sehat kan jauh dari papa? " tanya sang lelaki sambil mengelus perut buncit Callista
"sayang" batin yuda
ingin rasanya dia marah dan melabrak mereka tapi ini di Rumah Sakit ia harus menahannya dan ia akan menyelidiki semua baru mengambil tindakan
ia memutar langkah meneruskan niatnya untuk segera pulang
*******
"bu ratih tau tika pergi" ucap yuda saat menemukan bu ratih sednang menyetrika
bu Ratih menghentikan aktivitas nya beralih menatap sang majikan
"ya" jawabnya singkat entah dia begitu acuh pada sang majikan padahal sebelum ia sangat hormat
"kenapa bibi tak beritahu aku"
"bukannya mas yuda langsung pergi saat bibi bilang non tika sudah berangkat, saya pikir mas yuda benar-benar menginginkan non tika pergi karena tak ada raut kekhawatiran saat mendengar kepergiannya"
"aku pikir dia pergi bekerja jadi aku bergegas menyusulnya ke Rumah Sakit untuk menemuinya, tapi nyatanya dia benar-benar sudah pergi"
"mas yuda tau non tika pergi kemana"
"jakarta"
"susul non tika jika mas yuda benar-benar menginginkan non tika menjadi istri mas" ucapan bu ratih seolah menjadi angin segar untuk yuda yang tiba-tiba mendadak bodoh disaat seperti ini