
Empat tahun kemudian, jakarta
tika masih sibuk di dapur hotel saat ini apa lagi jam menunjukkan waktu makan siang
setelah empat tahu lamanya tika dapat menyelesaikan kuliahnya dengan cepat melebihi target awal dan disinilah dia sekarang berada di dapur hotel ternama milik keluarga ari
semenjak awal tika bergabung di hotel ini banyak perkembangan pesat yang dialami hotel ini salah satu yang menjadi daya tarik nya adalah menu dari restoran ini
meski tika awalnya hanya membantu chef di hotel ini tapi setiap ide yang ia berikan selalu di terima positif oleh chef-chef senior di sini salah satunya menerapkan sistim menu yang selalu berubah setiap hari
terdengar aneh tapi justru itu yang menjadi dayatarik tersendiri bagi customer
"chef tika dipanggil pak direktur ke ruangannya"ucah salah satu asisten nya
" ok, sudah beres kan semuanya aku serahkan pada kalian,aku ke ruangan pak direktur dulu"ucap tika sambil berlau
tok tok tok
"masuk"
tika pun membuka pintu dan masuk ke ruanga direktur
"ya bos"
"nanti malam loe lembur yach" ucap ari tanpa mengalihkan tatapannya dari laptop nya
sementara tika yang me dengar mengerutkan dahi mencerna ucapan sahabatnya itu
"siapa yang cuti" tanya nya karena seperti biasa saat dia diminta lembur ada cbef yang cuti
"ga ada cuma nanti malam ada jamuan dengan rekan para rekan bisnis gw jadi gw minta lo siapin jamuan makan malamnya nanti sebagai icon dari hotel ini adalah masakan lo paham"
"siap,,, asal uang lemburnya lebih besar dari biasanya secara jamuan besar kan? "
"lo tenang aja gw udah siapin 2%saham buat lo kalo jamuan makan malam sekaligus proyek ini bisa gw dapet"
"serius lo? " tanya tika kaget
"aaaaaaa gw bisa kaya mendadak nih meski ga kerja" ucap tika girang
"eits kalo itu belum waktunya lo ongkang-ongkang yach"
"hahhahhaha becanda bos kalo gitu bisa dong aku istirahat sekarang buat prepare nanti malam" ucap tika sambil menampakkan pupye eye nya
"cek,,, dah sono ngandang ntar kalo lo ga fokus gw juga yang rugi"
"siap bos,,, by" ucap tika sambil berlalu meninggalkan ruangan ari
*********
Bali
"bay, lo ikut gw ke Jakarta siang ini"
"hah ngapain? "
"jamuan makan malam dari hotel xxx"
"tumben lo berminat? "
"konsepnya unik dan gw tertarik hadir,, masalah jadi investor urusan nanti"
"ok gw prepare kalo gitu" ucap bayu berlalu
sementara yuda fokus menatap layar handphone nya terlihat wallpaper ponsel nya menampakkan foto gadis dengan jilbab tengah tertawa bahagia menikmati makanan nya
"kamu dimana tik? empat tahun aku cari kamu ga ada informasi yang aku temukan bahkan setiap tahun aku sengaja pulang ke kampung untuk melihat mu disana kamu pun tak hadir di acara keluarga, aku terpaksa harus kembali berbohong kepada mereka kalo kamu tak dapat cuti dan berbohong membawakan oleh-oleh atas nama mu" ucap yuda sambil menerawang jauh saat pulang kampung dan hanya hal bodoh yang ia dapatkan
tak pernah sedikit pun ia berusaha jujur kalo tika tak bersamanya selama empat tahun ini
tapi anehnya keluarga nya pun tak berfikir macam-macam selama ini apa tika juga berbohong kalo dia masih di bali bersama yuda