From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 83



di lain tempat tepat nya di sebuah apartemen yang sedang di huni sepasang kekasih


prang


suara pecahan gelas yang di lempar seseorang


"sial kenapa yuda malah menggandeng wanita itu" ucap Clarissa penuh emosi


"kenap sayang kau begitu emosi" ucap sang kekasih sambil membelai pipi Clarissa


"bagaiman aku tak emosi dev, belum juga kita menjalankan rencana kita yuda sudah menggandeng gadis lain" ucapnya masih di penuhi emosi


"bukan kah kau tau titik kelemahan yuda sayang"


"ya tapi kalau dia sudah menggandeng gadi lain akan lebih sulit bagi ku masuk kembali"


"kita ubah renacan kita"ucap dev penuh misteri


" apa rencana mu"


"aku ingin mengunjungi baby kita baru ku beritahu rencana kita" ucap dev penuh seringai


"ah dev,,, kau benar-benar tau apa yang selalu ku inginkan" ucap Clarissa di sertai *******manjanya


"aku akan selalu ada saat kau membutuhkan ku sayang, " balas dev memulai ritual haram mereka


***********


"mau jalan jalan" ucap yuda saat para tamu undangan sudah mulai meninggalkan ballroom dimana acara berlangsung


tika yang mendengar ajakan yuda diam membatu menatap tak percaya dengan ucapan yuda


menyadari raut wajah tika yuda langsung menggandeng tika keluar


"hari ini aku free, jadi mau jalan kemana? " ucap yuda sambil melangkah


"sunset... aku mau lihat sunset" jawab tika antusias


"ok sekalian makan malam" ucap yuda sambil tersenyum manis kearah tika


deg


jantung tika seras di pompa dengan cepatnya saat menyadari senyum indah dari bibir yuda


ah rasanya seluruh sendi sendi tulangnya melemah mendpati yuda tersenyum begitu mempesona


********


serasa hilang sudah pandangan tika tentang yuda yang dingin, beku, bak kulksa bejalan waktu itu


sesampainya di pantai tika langsung berlari menyusuri bibir pantai bak anak kecil yang menemukan mainan baru


yuda yang menyaksikan keceriaan tika tersenyum simpul


hatinya menghangat mendapati tika saat ini,, sebuah perasaan yang baru ia rasakan selama ini


tak seperti perasaan nya dulu saat bersama Clarissa


yah dulu yuda menerima Clarissa karena Clarissa yang mengejarnya dan yuda menerima karena dia juga butuh seseorang untuk di jadikan sandaran tapi nyatanya Clarissa pergi meninggalkan dirinya beberapa hari menjelang hari pernikahan nya


yuda mengikuti tika dari jauh membiarkan gadis itu bermain dengan air dan pasir tanpa memperdulikan gaun indahnya basah dan kotor


sesekali yuda mencuri foto tika yang sedang asik dengan dunianya saat ini


"sudah mau magrib kita sholat dulu setelah itu makan" ucap yuda mengalihkan keasikan tika saat itu


"astaghfirullah,, aku lupa mana baju ku kotor lagi" gerutu tika menyesali kebodohan nya


"asisten ku telah menyediakan nya untuk kita" ucap yuda membuat tika berbinar


"ah asisten kak yuda emang the best deh"


"hei, tanpa perintah ku dia juga ga se the best yang kau ucapkan" ucap yuda sambil berlalu


"aish kumat lagi sewot ya" gerutu tika


mereka beriringan menuju toilet untuk membersihkan diri dan bergegas melaksanakan sholat maghrib di mushola terdekat


"kita makan disini kak? " tanya tika saat menyadari mereka berada di restoran tepat di tepi pantai


"bagaimana suka"


"tentu,, aku makin ga sabar mencicipi menu disini dan tentunya ingin mencobanya di rumah besok"


"bagaimana kalo minggu kita adu masak berdua" tantang yuda


"boleh,,, siapa takut" ucap tika semangat