From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 86



sudah hampir tiga bulan semenjak yuda mengutarakan niatnaya untuk pendekatan dengan tika dan kemajuam mereka benar-benar menunjukkan kemajuan yang pesat


bahkan yuda yang sehari-harinya banyak menghabiskan waktu di kantor sekarang lebih banyak dirumah


yang biasnanya pulang larut malam kini sebelum jam makan malam dia sudah sampai di rumah bahkan pagi, siang dia sempatkan untuk sarapan dan makan siang bersama tika


bu ratih yang melihat perubahan drastis dari yuda sangat bahagia karena sang tuan tak sedingin seperti dulu lagi


ketika waktu luang pun mereka lebih banyak menghabiskan waktu berdua dengan masak, nonton, belanja ataupun sekedar jalan di pantai seperti pasangan suami istri bahagia jika dilihat


seperti hari ini dia sengaja pulang cepat karena tika waktunya jaga malam,, dengan rasa lelah setelah melakukan meting di beberapa tempat dia bergegas menjalankan mobil nya agar sampai di rumah tepat waktu


namun baru barpa ratus meter dia menjalankan mobilnya secara bersamaan tiba-tiba seorang wanita menyebrang jalan tanpa menoleh kanan kiri


ciiiiiitt,,,,


dengan cepat yuda menginkak rem nya tapi dia kalah cepat wanita itu sudah terlanjur tertabrak olehnya


yuda buru-buru keluar untuk melihat keadaan wanita tersebut


betapa kagetnya yuda wanita itu sudah terkapar tak sadarkan diri dan lebih mengejutkan dia sedang hamil


yuda bergegas menghampiri wanita tersebu


Deg


"callista" ucapnya dengan perasaan yang entah apa dia tak mengerti


sekian lama dia menghilang dan kini dia ada di depan matanya dengan keadaan sedang hamil


seketika lamunan yuda buyar saat menyadari keadaan callista tak sadarkan diri


yuda memacu mobilnya menuju klinik terdekat agar callista mendapatkan pennganan secepatnya


lima belas menit dokter memerikas callista di dalam yuda menunggu diluar dengan segudang rasa yang tak bisa dia jabarkan


ceklek dokter perempuan yang menangani callista keluàr dan menemui yuda


"bagaimana keadaannya dok" tanya yuda


"keadaannya sudah membaik dan pasien sudah sadar mungkin hanya syok dan kandungannya baik-baik saja" jelas sang dokter


"bisa saya menemuinya dok"


"silahkan" ucap dokter tersebut dan berlalu pergi


yuda masuk ke ruang dimana callista diperiksa terlihat dimana callista tengah menangis


"yud,,,, " ucap nya terbata saat yuda memasuki ruanagn


tanpa menyahuti ucapan callista yuda berjalan kearah bed callista dengan wajah datarnya


"maafkan aku,,, mungkin ini karma yang aku dapat, hik hik hik" ucap callista dengan isakan tangis nya


"kenapa? " tanya yuda masih dengan ucapan datarnya


"saat itu aku mendapat job di agensi model ternam di Singapur itu impian ku dari dulu,,, maaf aku tak memberi kabar pada mu karena aku yakin pasti kamu tak akan mengizinkan ku untuk bergabung di agensi itu"


"lalu" ucap yuda sambil menunjun arah perutnya dengan ekor matanya


"saat itu ada acara dengan berbagai agensi dan para model pun turut hadir tanpa aku sadari ada salah satu model yang menaruh iri dengan ku dan dia menjebak ku dengan pria yang tak ku ketahui karena saat aku bangun aku sudah dalam keadaan yang menyedihkan, hingga dua bulan kemudian aku dinyatakan hamil awalnya aku masih bisa menutupi kehamilan ku namun lama kelamaan agensi ku tahu dan mereka harus mengeluarkan ku dari agensi karena hamil di luar nikah, aku pulang ke keluarga ku pun mereka menolak dengan keadaan ku"ucap callista bohong di sertai tangisan buaya nya