
"kita kemana mas"tanya ku karena sudah hampir setengah jam kami masih muter-muter di mall
" aku juga bingung tik, mau kasih kado mama apa"
"lah mas kenapa diem aja dari tadi muter-muter capek akunya" ucap ku sambil mendudukkan diri ku di salah satu bangku kosong yang tersedia
"ada ide ga" tanya pak Widi mengikuti ku duduk disamping ku
"mama mas orangnya gimana"
"mama itu orangnya lumayan religius akhir-akhir ini entah apa yang membuat mama berubah drastis" ucap pak Widi sambil sedikit menerawang ke depan
"gimana kalo mas beliin mama mas gamis syar'i secara" ucap ku sambil menaik kan kedua alis ku pak Widi nampak diam sejenak mencerna ucapan ku
"ok kita ke toko baju muslimah" akhirnya pencarian kado menemukan hasil
setelah mendapatkan satu set gamis syar'i dan membungkusnya dengan kotak kado kami pun beranjak keluar
namun langkah kami terhenti dengan panggilan telepon dari handphone pak Widi
"ya ma" ucap pak Widi
"_____"
"iya assalamu'alaikum, maaf lupa"
"______"
"sekarang? dimana? "
"______"
"kebetulan aku di dekat sini aku langsung samperin mam ya"
"______"
"waalaikumsalam"panggilan telepon pun berakhir
" mama ada di restoran dekat sini buat makan malam Keluarga, kamu ikut sekalian ya"pinta pak Widi
"em... lain kali aja mas ini kan acara keluarga aku ga enak"
blush
jujur aku sedikit tersipu dengan ucapan pak Widi barusan dan mungkin dia bisa melihatnya ga tau juga dia kalo jantung ku serasa mau copot aja
"ga ah takut ganggu moment keluarga nya, mungkin lain kali aja, aku duluan mas, "
ucap ku secepat kilat berlalau dari hadapan pak Widi
****
****Widi prov****
aku tersenyum bahagia karena di tunjuk untuk menjadi salah satu dosen pembimbing praktek sekaligus aku yang di tunjuk untuk membagi kelompok praktek mereka nanti meski aku hanya dosen pengganti sementara di kampus ini
tak ku sia-sia kan kesempatan ini untuk melakukan pendekatan dengan tika gadis yang sudah mengalihkan ku dari luka yang Winda torehkan pada ku
selam ini aku selalu memanfaatkan moment kelalaian nya di dalam kelas untuk melakukan pendekatan dengannya dengan dalih memberikan hukuman padanya untuk membantu mengoreksi makalah, membawakan setumpuk tugas teman-teman nya agar dia dapat ku tahan di kantor ku sekedar makan siang bersama
juga ketika dia menjaga pakdhe nya yang di rawat di RS tempat ku bekerja yang ternyata pakdhe nya adalah rektor di kampus kami
setiap malam ketika jadwal tika menjaga pakdhe nya sambil mengerjakan setumpuk tugas kuliahnya aku selalu mengirimkan makanan dan minuman kesukaan nya
dan semenjak tika praktek di RS dia aku tempat kan di bawah naungan ku kedekatan kami pun makin intens tak jarang aku sering mengajaknya jalan atau sekedar makan selepas dinas
seperti sore ini aku memintanya untuk menemani ku mencari kado untuk ulang tahun mama ku
tapi sebelum aku mengajknya untuk makan siang yang tertunda karena siang tadi aku terlalu sibuk sehingga melupakan makan siang ku
setelah aku menemukan kado untuk mama ternyata mama menelpon ku untuk langsung menuju restoran yang kebetulan dekat dengan lokasi ku saat ini
ketika ku minta tika untuk ikut di menolak dengan alasan tak mau menganggu moment keluarga kami
"siapa tau nanti jadi keluarga beneran"
saat ku ucakan kata-kata itu ku lihat nampak pipinya berubah seperti kepiting rebus namun secepat kilat dia berusaha menghindari dan meninggal kan ku begitu saja setelah berpamitan
aku tersenyum menang saat mendapati reaksi tika yang terburu-buru pergi apakah srmalu itu dia?