
BALI
yuda pulang dengan wajah lelahnya setelah hamir 3 hari dia benar-benar berkeliling kotamencari keberadaan tika yang entah kemana
tanpa putus asa yuda meminta seorang detektif untuk mencari keberadaan tika di setiap rumah sakit yang ada di negeri ini
bu ratih yang menlihat wajah yuda murung semenjak kepulangan nya tak berani bertanya lebih jauh karena dia sudah tau jawabannya secara garis besar
sementara bayu yang mendengar kabar kembalinya Callista bak kebakaran jengot akhirnya mendatangi kantor yuda dengan emosi
brak
tanapa basa basi bayu langsung menghampiri yuda yang sedang fokus dengan berkas-berkasnya
"br*****k lo,bisa-bisanya lo bawa siluman ular itu masuk kerumah lo dan tinggal disana" ucap bayu sambil melayangkan bogem ke wajah yuda
"dia sudah gw usir" jawab yuda datar tanpa melakukan perlawanan terhadap bayu
"iya, setelah lo nyakitin perasaan tika dan tika pergi setelah itu lo tau akal-akalan siluman ular itu baru lo usir tu siluman ular hah"
"gw nyesel udah berkata kasar sama tika dan dengan mudahnya percaya lagi sama Callista setelah apa yang ia lakukan selama ini sama gw" sesal yuda dengan menunduk
"lagian kenapa sih lo masih mau aja percaya sama tu siluman ular setelah apa yang lo alami selama ini karena ulah nya"
"gw ga tau gw cuma kasihan sama dia waktu itu dan gw masih bimbang antara tika dan Callista"
"jadi intinya selama ini lo belum yakin sepenuhnya sama perasaan lo pada tika" yuda hanya mengangguk
"dan bodohnya lo lebih berat ke Callista dan dengan gampangnya ngucapin kata-kata kasar itu ke tika"
lagi yuda hanya mengangguk"gw bener-bener nyesel bay, gw udah kejar tika ke Jakarta, solo, palembang dan ternyata di rumah sakit pindahan yang di tuju dia sama sekali ga ada"
"bodoh lo,, jelas tika ga bakal kesana secara lo bakal lebih mudah menemukan tika kalo masih di rumah sakit yang sama meski berbeda kota, sekarang rencana lo apa"
"gw udah sewa detektif buat nyari tika di seluruh rumah sakit yang ada di negara ini meski sampai ke pelosok"
"kenapa ga lo sendiri"
"lo gila apa, kalo sampai gw turun tangan sendiri dan bokap tau kalo tika pergi bisa-bisa jantung bokap kolaps lagi"
"lo bisa mikir sampai kesitu sekarang kemarin-kemarin kemana saat lo dengan pd nya bawa Callista ke rumah" sindir bayu
yuda hanya terdiam meresapi ucapan bayu yang sudah berlalu meninggalkan nya sendiri
********
JAKARTA
sementara tika saat ini sudah memulai kuliahnya sambil bekerja di dapur hotel milik keluarga ari dan tika di berikan satu kamar presiden suit karena tika tak mau tinggal bersama keluarga ari
dengan alasan dia dan ari bukan mukhrim takut menimbulkan fitnah jadi orang tua ari menyetujui tika tinggal terpisah dengan mereka dengan catatan menerima satu kamar presiden suit di hotel mereka
Hari-hari nya di mulai dengan fokus pada kuliah dan bekerja agar bisa secepatnya lulus dan mendapat gelar chef setelah itu mengabdi pada keluarga yang telah mendukung nya mewujudkan cita-cita nya