From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 84



minggu pagi sesuai kesepakatan yuda dan tika bahwa mereka akan adu masak dengan menu yang mereka nikamti kemarin di restoran


"pagi kak yuda"


"ceria amat? "


"tentu donk aku kan mau adu masak dengan chef yuda"


ucapan tika membuat yuda mengernyitkan dahi sejenak penasaran dari mana tika tau dia seorang chef sementara keluarga nya tak ada yang tau tentang hal itu kecuali bu ratih


"kata siapa aku chef" ucap yuda penuh intimidasi


"bu ratih" jawab tika enteng


"huft" yuda menghembuskan nafas kasar benar dugaan nya bu ratih pasti menceritakan sesuatu pada tika, sesuatu yang hanya bu ratih yang tau


mau marah? oh tidak yuda bahkan tak bisa marah dengan wanita patuh baya yang sudah mengikuti ibunya sejak mendiang ibunya masih muda hingga yuda menginjak kepala 3 ini, toh lambat laun tika harus mengetahuinya ketika dia siap untuk meminang gadis itu pada orang tuanya


"kamu g kerja"tanya yuda berusaha mengalihkan perhatian


" aku free dari kemarin besok baru masuk"


"ok kita mulai adu masak, are you ready? " ucap yuda berusaha menghilangkan rasa tak nyamannya di hatinya


"ready" ucap tika penuh semangat


"30 menit waktu yang kita butuhkan untuk membuat sate lilit"


"mana ada waktu sesingkat itu kak" protes tika


"kalo mau jadi chef kamu harus bisa menyajikan makan apa pun dengan waktu yang seminimal mungkin, tapi kamu bikan chef jadi wajar ngeluh"


"aku memang bukan chef tapi akan aku buktikan kalo aku juga bisa"


"percaya diri mu tinggi sekali nona"


"harus donk"


"ok 30 menit dari sekarang"


dengan segala kemampuan yang tika punya dia berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tantangan nya untuk menyajikan sate lilit dengan rasa yang tak kalah dari makana di restoran berbintang


"yes" ucap tika sambil mengangkat tangan tanda dia menyelesaikan masakannya juga tepat di hitungan 1


"lumayan ga lebih dari waktu yang di tentukan, besok lebih cepat lagi"


"pasti" jawab tika mantap


"sekarang waktu nya kita makan" ucap tika sambil melenggang menyiapkan makanannya


"kak yuda makan masakan ku dan aku makan masakan kak yuda, bagaimana? " tanya tika


"boleh,,,, aku mau coba masakan sate lilit ala perawat" ucah yuda sambil terkekeh


"kakak g akan nyesel makan sate lilit ala perawat"


"ok kita buktikan" ucap yuda mengambil sate lilit hasil kreasi tika


"untuk pemula seperti mu aku kasih nilai 9" ucap yuda setelah merasakan satu tusuk sate lilit buatan tika dia nampak lahap menikmati makanannya


"realy? makasih kak yuda" ucap tika girang


"dan untuk masakan kak yuda aku akui TOP BGT,,, sate lilit di restoran kemarin aja lewat" puji tika


"oya lain kali kalo aku ada waktu aku buatkan masakan yang lain"


"serius aku tunggu dan aku tagih nanti" balas tika sambil terus menikmati makanannya


mereka asik menyantap makanan mereka dan saling bertukar makanan sambil bercanda nampak seperti sepasang kemasih yang bahagia


yuda benar-benar merasa bahagia menyaksikan kebahagiaan yang terpancar dari wajah tika


semudah ini kah membuat gadis incarannya bahagia?


hanya dengan kebersamaan dan melakukan hal-hal simpel?


apa kah benar pilihan ayahnya saat ini?


berbagai macam pertanyaan bersarang di benak yuda