From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 61



"kak, anterin ke minimarket yuk cari jajan" bujuk rista


"jajan melulu emang stok jajan udah habis"


"udah"


"hem,,,, yaudah yuk"


aku dan rista akhirnya bergegas menuju minimarket terdekat sebelum hari menjelang sore


"rista kamu jajan apa mau jualan" tanya ku heran saat melihat rista mengambil satu macam snack beberapa bungkus


"mumpung kiriman kak Yunda udah masuk sekalian kak, kakak cek juga gih pasti uang jajan nya udah masuk, jangan hemat-hemat kalo dikasih uang jajan habisin aja uang kak Yunda ga akan habis cuma buat beli ginian" tutur rista


"astaga ga juga gitu kali ris, boros itu namanya"


"ga papa, besok minggu giliran anterin rista shoping ya" pintanya dengan menunjukkan wajah imut nya


"astaga rista, kamu tu ya" keluh ku sementara rista hanya cengengesan seolah tak berdosa


******


minggu siang sesuai permintaan rista aku menemaninya ke mall


tempat yang di tuju pertama kali salah satu butik ternama di kota ini


meski butik tersebut termasuk butik ternama dan para pengunjung nya terbilang orang berada tapi saat kami memasuki butik tersebut kami mendapatkan pelayanan terbaik mereka


rista langsung menuju stand baju abg dan mulai memilih aku pun ikut melihat-lihat berbagai model baju muslim


aku meneguk ludah dengan kasar saat melihat harga yang terpampang di baju yang menurut ku simpel tapi cantik


bayangkan satu set baju muslim itu setara dengan uang jajan ku satu bulan yang selalu ayah kirimkan astaga


meski uang dari kak Yunda tak pernah ku pakai dan aku bisa saja membeli baju itu dengan uang kak Yunda tapi sangat di sayangkan


"kenapa kak" tanya rista yang datang mendekat dengan setumpuk baju di tangannya


"astaga rista kamu? ini mahal-mahal rista dan kamu beli segitu banyak nya" bukan menjawab tapi aku malah balik bertanya


"kamu mau bayarin? " tanya ku


"ga lah, uang dari kak yuda pake lah"


dengan sedikit malas aku kembali meletakkan baju yang ku pegang tadi


"ayolah kak sekali ini aja kak yuda ga bakalan marah kok"


"iya nanti aku beli tapi bukan disini, satu baju bisa buat aku jajan sebulan" bisik ku lagi


"dah ayuk ke kasir setelah ini giliran kakak" ucap ku sambil menarik rista ke kasir


bruk


karena saking asik nya kami bertabrakan dengan seseorang


"aduh maaf kak ga sengaja" ucap ku sementara rista diam dengan tatapan membunuhnya


"punya mata ga sih lo, ga sengaja kamu bilang" ucap wanita itu penuh emosi


"kalo sengaja kenapa? " tika menyahut dengan sedikit emosi


"kamu..., ah kamu rista adik yuda kan Hai apa kabar sayang" ucap nya ingin memeluk rista tapi secepat kilat rista menghindar


"sayang sayang pala lo peyang" umapt rista


"rista jangan kasar ini di tempat umum" bisik ku geram dengan ucapan rista


"ah kenapa kamu banyak berubah sayang, apa wanita di samping kamu ini yang ngajarin kamu buat kasar sama calon kakak ipar kamu"


"cih, mimpi lo jangan ketinggian semua sudah berakhir dimana di hari itu kamu ninggalin kak yuda menjelang hari pernikahan jadi jangan harap untuk kembali" tekan rista aku baru paham bahwa wanita ini Clarissa tunangan kak yuda dulu


"aku ga ninggalin yuda sayang aku hanya pergi buat meraih mimpi ku, nanti setelah mimpi ku tercapai aku akan kembali lagi sama yuda dan aku yakin yuda pasti mau menerima ku kembali" ucap nya penuh percaya diri


"terserah apa kata lo permisi" ucap rista menarik ku sambil menyenggol bahu Clarissa dengan keras