From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 7



"assalamu'alaikum,,, " ku ucap salam saat memasuki rumah


sepi,,,, mungkin yang lain sedang persiapan menunaikan magrib karena aku tiba di rumah menjelang petang


kulangkahkan kaki ku menuju kamar untuk segera bersih-beraih dan menunaikan sholat


setelah selesai menunaikan sholat aku bergegas turun kebawah untuk makan malam


tak enak kalau mereka harus menunggu ku terlalu lama


setiba di meja makan aku langsung dipersilahkan budhe untuk segera bergabung makan bersama


tak ada obrolan ringan di meja makan hanya suara denting sendok yang besahutan


setelah semua selesai aku bergegas membantu budhe untuk membersihkan piring kotor sementara yang lainnya berpindah ke ruang keluarga untuk bersantai


meski di rumah ini ada pembantu tapi untuk urusan dapur budhe yang selalu turun tangan jadi aku pun harus ikut andil disini


meski budhe sempat melarang ketika aku selalu turun ke dapur


selanjutnya aku turut bergabung di ruang keluarga berkumpul sambil menyaksikan acara TV,, tak lupa telah ku siapkan teh dan beberapa camilan di sini


"tika bagaimana hari pertama kuliah" kak mawar memulai obrolan disaat aku duduk di sebelah nya


"alhamdulillah lancar kak"


"udah ada teman? " mengingat aku yang bukan dari kota ini otomatis aku harus mencari teman baru lagi


"sudah kak anak asli sini" kata ku


"oh ya aku besok harus berangkat lagi ke Bandung karena lusa aku sudah masuk kuliah,,, titip rista sama ayah ibu yah " pesan kak mawar pada ku


ku acungkan jempol sambil ku ulas senyum


"ah kak mawar mah gitu dikiranya aku bayi apa di titipin segala" balas rista sambil memanyunkan bibirnya


"bukan kaya bayi dek tapi kamu itu suka malas belajar kalo g diingetin,, bukti nya setiap hari kakak harus ingetin kamu untuk belajar padahal kakak di bandung" sanggah kak mawar


"oh ya tika bisa bawa motor kan? " tanya kak mawar


" bisa kak,, "


"kamu pake aja motor kakak buat kekampus,,, dan rista bisa bareng tika kalo ke sekolah kan arah kampus lewat depan sekolah rista" kak mawar sambil menyerahkan kunci motor dan STNK motornya pada ku


"serius kak aku boleh bawa motor nya'" aku berbinar menerima kunci motor dari kak mawar


"iya,,, tapi sekalian tuh bawa curut satu biar g suka telat " ejek kak mawar pada rista


"ayah.... kak mawar tuh" renggek rista pada pakdhe


"sudah sana kalian kekamar,,,, belajar dan lanjut istirahat" pakdhe menjawab karena kalo tidak acara enek mengejek ini akan berlanjut sampai besok pagi


aku sangat salut pada kak mawar,,, meski rista buka adik seibu nya tapi kak mawar sangat menyayangi rista seperti adik sendiri


karena sering aku lihat seorang kakak pasti akan menjaga jarak pada adik yang notabene bukan saudara seayah atau seibu mereka


tapi ini tidak untuk kak mawar dia tetap mencurahkan kasih sayang nya untuk rista layaknya adik kandung


kami pun bergegas menuju kamar untuk belajar dan selanjutnya beristirahat


*kring.... kring... kring.. *


ku buka mata dan ku lihat alarm ponsel ku berdering tepat pukul tiga pagi


segera ku bangun dan merapikan tempat tidur ku lanjutkan ke kamar mandi bersih-beraih untuk bersua dengan sang Maha Kuasa


kutunaikan shalat di sepertiga malam ku lanjutkan tadarus Qur'an hingga subuh tiba


setelah subuh ku bergegas menuju dapur untuk membantu budhe membuat sarapan pagi


ah... rasanya kangen sekali berkutat dengan alat-alat dapur