
📱 mas Widi:
yang, tadi ketemu lusy di mall ya
aku mengerutkan dahi saat tiba-tiba mas Widi menanyakan ku tentang kejadian sore tadi
📲 me:
iya
kenapa mas
📱 mas Widi
ga papa tadi dia ke rumah dan bilang ga sengaja ketemu kamu di mall
📲 me
ada yang lain yang dia bilang ke mas ga
1 menit
2 menit
3 menit
📲 me
tadi aku sama lista sengaja sekali kali makan di salah satu restoran mewah di mall xxx
lusy sempat curiga aku sama lista jadi sugar baby om om karena anak kuliah kaya kami bisa-bisa nya makan di restoran tersebut dan belanja banyak
send dan centang dua biru tapi masih tak ada balasan dari mas Widi
📲 me
mas tau kan kalo aku juga dapat uang jajan seperti rista dan kak mawar karena dia sudah mau menerima aku sebagai saudara nya seperti rista dan kak mawar,, dan beberapa hari yang lalu saat dia pulang sempat menegur aku karena uang jajan darinya tak pernah ku pakai, kata dia jika dia masih mau menganggap aku sebagai saudara nya maka aku harus menerima dan menggunakan uang jajan darinya seperti rista dan kak mawar
sengaja ku jelaskan semuanya percaya atau tidak itu urusan dia yang terpenting aku sudah berkata jujur
bukankah dia sendiri yang meminta agar diantara kami saling percaya tapi entah kenapa dari pesan yang dia kirim aku menciun bau kalau dia menaruh curiga untuk ku
ku letakkan handphone di meja segera ku rebah kan badan di kasur melepas lelah
********
pagi ini ku bangun sengaja tak ku hiraukan handphone ku yang sejak semalam ku taruh diatas meja
ku sibuk kan diri dengan membantu budhe di dapur menyiapkan sarapan pagi ini
kuambil handphone yang tergeletak diatas meja, ku buka dan nihil masih tak ada balasan dari mas Widi
ah sudah lah ikuti saja alurnya seperti air mengalir aku tak mau beransumsi sendiri tanpa tau kejelasan nya
setelah sarapan aku pun pamit untuk berangkat ke kampus hari ini rista memang tidak berangkat dengan ku pagi-pagi dia sudah berangkat karena ada jam tambahan pagi menjelang ujian kelulusan nya
namun nasib masih tak berpihak pada ku tiba-tiba saja motor ku mogok padahal baru minggu kemarin aku servis
ah aku buru-buru memesan ojek sebelum aku benar-benar terlambat pagi ini
tin tin
suara klakson mobil mengalihkan pandangan ku dari layar handphone
ah ternyata itu mobil mas Widi
ada apa gerangan dia lewat disini
"masuk yang" ucap nya saat menurunkan kaca mobil nya
aku tak mau buang waktu segera ku masuk dan duduk di sebelah nya
"maaf" ucapnya sambil menyodorkan sekotak coklat pada ku
"untuk"
"aku mengabaikan pesan mu dan...... " dia sedikit menjeda ucapannya "sedikit termakan ucapan lusy"
"astaghfirullah "batin ku sakit? jelas itu yang kurasakan karena mas Widi sempat curiga terhadap ku
aku tak menjawab tapi tetap ku Terima coklat dari nya
" jalan mas aku hampir telat"ucap ku
tanpa berucap lagi mas Widi menjalankan mobil menuju kampus
hening tak ada obrolan diantara kami mas Widi fokus kedepan sementara aku terdiam dengan pikiran ku yang kosong menatap keluar jendela
"yang aku benar-benar minta maaf,, please jangan diam aja" ucap nya sambil meraih tangan ku
"huft" ku hembuskan nafas sejenak sebelum mengeluarkan apa yang menganjal di hati ku
"kalo mas belum pecaya sama aku kenapa dulu mas kasih ini ke aku" ucap ku sambil menunjukkan cincin di jari manis ku
"bahkan mas sendiri yang meminta agar kita saling percaya dan jujur, aku sudah melakukan semua itu tapi mas sendiri yang ingkar, " ku hentikan ucapan ku karena mobil mas Widi sudah memasuki area kampus
"Terima kasih, aku masuk dulu" lanjut ku sambil berlalu keluar dari mobil tanpa menunggu jawabannya