From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 85



"gimana kalo kita melakukan pendekatan? " ucap yuda tiba-tiba menghentikan suapannya


"maksud kak yuda? " tanya tika tak mengerti


"huft" yuda menghembuakan nafas sejenak"ayah pernah bilang agar aku mau dijodohkan sama kamu"


tika membolakan matanya mendengar penuturan yuda


"aku tau kamu masih belum bisa nerima hubungan baru dengan siapapun, karena kegagalan kamu 2 kali di hianati, aku ga maks kamu buat mau jadi pacar aku tapi aku minta kita melakukan pendekatan seperti ini hingga tiba saatnya nanti kita sama-sama siap untuk melengkah lebih serius" ucap yuda panjang lebar


tika masih diam tanpa menjawab ucapan yuda hatinya sibuk berkelana entah kemana


hingga sesaat kemudian"apa dengan aku di tugaskan dan tinggal di sini bagian dari rencana kak yuda"


"buka,,, aku sama sekali g merencanakan itu,, yang aku tau semua itu keinginan ayah"


"aku ga tau kak mesti bilang apa" seketika raut wajah tika berubah muring setelah mendengarkan penjelasan yuda


"aku minta kamu jangan menghindar setelah hari ini,, bersikaplah biasa seolah tak terjadi apa-apa,, aku hanya ingin menegaskan kalo aku ingin menjalin sesuatu yang lebih serius dengan mu tanpa pacaran, mungkin dengan begini kita akan lebih nyaman"


"aku usaha kan" jawab tika dengan hati yang tak tau apa rasanya


"hem,, kamu beresin sekalian punya ku yah aku harus ke resto ada klien baru ingin bertemu" ucapnya berlalu sambil mengusap rambut tika


"ya Tuhan apa ini rasanya ga karuan banget jantungku seperti mau copot,,, aku baru merasakannya selama ini bahkan dengan mas radit dan mas widi pun aku tak pernah merasakan hal seperti ini,, ah apa aku haru periksa ke dokter besok" guman tika


********


"widih tumben mukanya berseri-seri, ga kaya kulkas dingin" ucap bayu saat yuda memasuki ruangannya


"kepo" ucap yuda santai


"widih banyak kemajuan nih,,, apa adek manis itu yang udah nyairin hati lo" goda bayu


yuda melotot nendengar bayu memuji tika


"jangan puji dia" sentak yuda


"wis santai brow bukan muji tapi kenyataan kalo cewek kemarin itu manis, cantik perfect" ucap bayu sambil menaik turunkan alisnya


"hahahhhaha gue yakin cuma gadis kemarin yang bisa ngeluh in hati lo"


yuda hanya membalas dengan sorot mata tajam


"nih ada klien mau booking paket pernikahan di sini"lanjut bayu sambil menyodorkan pesan di handphone nya


" kapan"


"jam 3 mereka ngajak ketemu di resto"


"ok lo temeni"


"siap bos"


***********


yuda dan bayu beriringan menuju resto di lantai dasar hotel nya


dari kejauhan nampak sepasang sejoli terlihat bersenda gurau nampak mesra


"selamat sore" ucap bayu menghentikan ndaan mereka


"ah selamat sore pak bayu" ucap sang lelaki menyalami bayi


"kenalkan ini pak yuda pemilik hotel dan resto di sisini dan pak yuda kenalkan ini pak alfin beserta calon istrinya" ucap bayu memperkenalkan mereka dan mereka saling berjabat tangan


"mari silahkan duduk dan kita bahas rencana nya" ucap yuda mempersilahkan


"begini pak yuda calon istri saya tertarik dengan tema hari jadi hotel dan resto anda kemarin jadi kami berniat mengusung tema yang sama dan temapt yang sama dengan moment itu" ucap arif menjelaskan


yuda terdiam sejenak"maaf untuk tema kemarin saya tidak bisa memakainya lagi, karena itu spesial untuk seseorang"jawab yuda


sepasang calon pengantin nampak kecewa dengan penuturan yudan lain halnya dengan bayu dia melotot tak percaya


"tapi jika ada masih berkenan saya akan mengusungkan tema lain yang belum pernah kami keluar kan" bujuk yuda


nampak sepasang calon pengganti itu nampak berbinar dengan tawaran yuda dan selanjutnya mereka terlibat obrolan serius mengenai kesepakatan mereka