From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 89



"suster tika dari 2 tahun ada bekerja di Rumah Sakit ini kinerja anda tidak dapat di ragukan lagi oleh karena itu kami management Rumah Sakit mengangkat anda menjadi karyawan tetap Rumah Sakit ini tapi anda akan di tugaskan di jakarta, bagaimana anda siap? " ucap pimpinan Rumah Sakit ?


"Apa saya bisa pertimbangankan dulu pak? " tanya tika


karena dia tak ingin mengambil keputusan tanpa perimbangan terlebih dahulu bahakan dirinya pun masih belum yakin dengan apa yang dia dengar barusan


"tentu suster tika kami beri anda waktu sampai besok untuk memikirkan nya,, dan besok kami minta anda bisa mengambil keputusan itu"


hari ini tika bekerja tak seperti biasanya, jika biasanya dirinya selalu ramah pada sipa pun yang dia temui kini dia terlihat lebih pendiam


bukan karena akan pindah ke Jakarta tapi karena teringat ucpan dan tingkah laku yuda beberpa bulan ini begitu berbanding terbalik dengan yang ia lihat pagi ini


dengan langkah gontai tika memasuki rumah dan betapa kagetnya dia saat mendapati callista yang tengah duduk di pangkuan yuda sambil memegang tengkuk lelaki itu dan jangan lupakan bibir mereka saling beradu


sakit amat sakit yang tika rasakan,,, niat hati ingin mengistirahatkan badan dan menenangkan pikiran nyatanya pemandangan yang menyesakkan dada yang ia dapat


dengnan langkah cepat ia mengurungkan niat memasuki rumah ia bergegas mengendarai motor nya membelah jalanan


****"*


Beberapa waktu sebelum tika pulang


yuda sengaja menunggu tika di rumah berniat mengajak gadi itu keluar membicarakan hal yang tertunda seminggu ini tentang kehadiran callista yang tiba-tiba


dia sengaja menunggu di ruang tengah sambil merebahkan kepala di sandaran sofa tanpa ia sadari dirinya terlelap di sofa


callista yang menyadari kepulangan tika bergegas menuju ruang tengah ketika di dapati yuda tengah terpejam tanpa menyadari kedatangan tika senyum devil muncul di wajah callista


buru-buru ia duduk di pangkuan yuda dan menahan tengkuk yuda sambil ******* bibir yuda


sementara yuda masih terlelap dalam tidur,,, samar yuda mendengar deru motor meninggalkan rumah dan betapa kagetnya saat ia mendapti callista tengah ******* bibirnya dengan rakus


"callista apa apan kamu? " bentak yuda


"maaf yud aku lancang aku terbawa suasana saat kamu terlelap sambil menyebut nama ku" dusta callista


yuda yang masih bingung dengan situasi barusan terpaku mendengar penuturan callista


"tika apa dia sudah pulang" tanya yuda saat melihat jam di dinding menunjukkan waktu tika yang seharusnya sudah di pulang


"****" ucap yuda sambil berlalu meninggal kan rumahnya


*******


Pantai


disini tika berada saat ini menumpahkan tangisnya dan rasa sakit yang ia dapatkan hari ini


setelah meluapkan rasa sakitnya tika merogoh ponselnya menghubungi seseorang di sebrang sana


"assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam"


"apa tawaran untuk tika waktu itu masih berlaku pa"


"tentu saja nak papa ga pernah main-main dengan ucapan papa"


"baik tika akan ambil tawaran papa"


"ok papa tunggu kedatangan kamu nak"


setelah sambungan telepon terputus tika mengusap sisa air matanya dan bergegas pulang


22.00 waktu setempat


tika memasuki rumah yang sudah gelap pertanda penghuninya telah tertidur


sesampainya di kamarnya tika bergegas mengemasi pakaiannya memasukkan dalam koper semua baju dan barang-barang yang ia miliki


tika membuka dompet dan mengeluarkan kartu kredit dan ATM pemberian yuda di meja tak lupa ia melepas cincin pemberian yuda dan menyimpannya di kotak beludru biru dan meletakkan diatas kartu-kartu itu


malam ini tika berniat keluar dari rumah ini tanpa pamit biarkan dia di cap tak tahu diri dia sudah tak perduli


malam ini dia berniat bermalam di rumah sakit dan besok pagi sekalian mengurus kepindahannya