From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 68



"kenapa tik dari tadi murung terus" tanya lista setelah mata kuliah kami selasai


"aku ngerasa mas Widi belum bisa percaya sama aku entah karena pernah kecewa atau karena lusy yang pandai berucap"


"jangan bilang nenek lampir itu bilang ke pak Widi sama persis saat ketemu kita"


"hem" aku hanya menganggukkan kepala lemah


"terus pak Widi percaya gitu"


"aku udah jelasin semalam tapi dia ga respon sama sekali pesan ku tapi tadi pagi dia nyamperin aku minta maaf, bukan aku ga maafin lis tapi aku sedikit kecewa dia yang meminta buat saling percaya dan jujur tapi dia sendiri yang ga tepatin semua"curhat ku


" terus selanjutnya gimana"


"entah ikutin aja alurnya"


"kantin yuk makan bakso biar ga bete" ajak lista sambil menarik tangan ku menuju kantin


"tika tunggu"


"kak haris? " guman ku"kenapa kak"


"nitip buat mawar buat acara pertunangan kakak ku, " ucap nya sambil menyodorkan paperbag pada ku


"aku ga bisa jemput di bandara minggu depan karena sibuk ngurusin persiapan pertunangan kakak ku,aku jemput mawar sebelum acara dimulai jadi nitip ini buat mawar" jelas nya


"oh ok"


"makasih ya" ucapnya sambil berlalu pergi


"dia udah move on dari kamu tik" tanya lista heran


"Mudah-mudahan lis, kak mawar begitu mencintai kak haris dari SMA, rela menolak lamaran mas setyo demi kak haris aku rasa kak haris sudah menerima kak mawar terbukti beberapa hari yang lalu sudah ada makan malam kedua belah keluarga" jelas ku sambil berjalan menyusuri koridor kampus


"kamu pesen deh lis aku cari tempat duduk dulu" pinta ku dan lista pun menyetujui saran ku


"hem betul banget cara ampuh usir bete adalah makan" ucap ku


"ya dengan makan kita bisa happy, pulang yuk ga ada kelas nih" ucap lista sambil menyodorkan handphone menunjukkan pesan grup bahwa dosen hari ini berhalangan hadir dan mengirimkan tugas via e-mail


********


aku berjalan menuju halte bus entah kenapa hari ini ingin sekali aku naik bus saja dari pada ojek online


ah bicara bus aku jadi teringat sahabat-sahabat ku lama kami tak bertemu setelah lebaran waktu itu


setelah nya kami jarang bisa pulang bersamaan meski lebaran karena kesibukan kami masing-masing


hanya bertukar pesan via grup setiap kami senggang dan kami wajib meluangkan waktu seminggu sekali untuk live vidio call


aku duduk di halte sambil menunggu bus lewat namun baru beberapa menit aku di sini sebuah mobil yang tak asing berhenti di depan ku


"mas Widi" guman ku setelah itu dia keluar dari mobil dengan se buket bunga mawar putih"


"just for you" ucap nya sambil tersenyum manis


"thanks you"


"jalan yuk''ajak nya


" kemana? "


"sspertinya makan siang karena aku benar-benar lapar dari pagi belum makan" ucap nya sambil menggaruk tengkuknya


"astaga jangan bilang mas di sini dari tadi pagi" ucap ku kaget saat menyadari penampilan mas Widi masih sama seperti saat mengantarkan ku tadi pagi


"ya mau gimana lagi pacar ku lagi ngambek" jawabnya


"ayuk cari tempat makan terdekat aja keburu mas Widi pingsan aku yang repot nanti" ucap ku sambil menarik tangannya menuju mobil