From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 72



tak terasa hari ini adalah hari paling mendebarkan dalam sejarah hidup ku masa depan ku tergantung sukses tidaknya hari ini


ya hari ini adalah sidang skripsi ku


aku sudah tapi dengan kemeja putih dan rok hitam serta jilbab senada dengan rok ku


aku berpamitan pada pakdhe dan budhe meminta restu pada mereka selaku wali ku di sini tapi tak lupa semalam aku sudah melakukan pangggilan video call dengan ayah dan ibu


hari ini sengaja pakdhe meminta agar aku diantar oleh supir saja agar aku bisa lebih rileks menghadapi sidang skripsi ini


********


jantung ku berdetak lebih cepat tatkala menati giliran ku masuk ke ruang sidang


selama menunggu giliran tak hentinya bibir ini terus melafalkan dzikir agar aku lebih tenang menghadapi sidang


giliran nama ku di panggil setelah sekian lama menanti sebelum masuk tak lupa ku ucapkan basmallah untuk memulai perjuangan ku hari ini


lebih dari satu jam aku berada di ruangan ini syukur alhamdulillah tak henti-hentinya ku panjatkan atas kesuksesan sidang ini sebelum keluar ruangan tak lupa ku ucapkan Terima kasih untuk para dosen-dosen yang telah membimbing dan mengarahkan ku serta mereka yang telah memberikan nilai terbaik untuk ku


ku buka pintu dengan wajah berbinar meski tak ada sambutan istimewa dari keluarga ku yang sebenarnya sangat ku harapkan


tapi langkah ku terhenti ketika seorang mahasiswi memberikan ku sebuket bunga lily yang begitu cantik


saat ku tanya dia hanya tersenyum kemudian berlalu selanjutnya langkah ku terhalang lagi dengan mahasiswa yang menyodorkan sekotak coklat dengan bentuk love pada ku


aku sempat bertanya tanya dari siapa kah semua ini hingga tanpa tak sengaja ku melihat sosok yang tak asing tapi aku tak paham siapa dia sosok itu


dia berjalan menuju parkiran mobil dan secepatnya melahukan mobil meninggalkan halaman kampus


dan mobil itu aku pun tak pernah melihatnya sebelum nya


congrats for the trial


hanya itu tanpa nama pengiriman nya


ku langkah kan kaki ku menuju parkiran dimana supir pakdhe sudah menunggu ku


surprise


teriak lista, rista,rizal, ari dan dea


aku yang begitu syok dengan teriakan mereka sampai mematung di tempat mendapati sahabat-sahabat ku hadir di acara sidang ku mereka menyempatkan untuk datang hari ini


air mata ku lolos begitu melihat mereka dea secepat kilat menghambur ke pelukan ku di susul lista dan lainnya


kami berpelukan begitu lama menyalurkan rasa rindu dan bahagia kami ah hari ini benar-benar hari bahagia ku meski tak ada orang tua tapi sahabat-sahabat ku mereka pelengkap kebahagiaan ku


"cie yang dah dapet bunga sama coklat" ledek dea sambil mencubit pipi ku


"dari siapa? " tanya rizal penasaran sambil merebut bunga lily ku"yah ga ada pengirimnya"keluhnya


"aku juga ga tau tadi ada dua orang tiba-tiba kasih itu ke aku"


"wah tika dah ada penggemar rahasia aja setelah pu...au" belum sempat lista melanjutkan ucapan nya sengaja ku cubit pinggang nya agar tak meneruakan ucapan nya


bukan kenapa karena yang lainnya belum tau kalo aku sempat pacaran sama pak Widi dan sudah putus


"setelah apa" tanya rista penasaran


"setelah pulang sidang" jawab lista bohong sambil cengengesan dia sudah paham dengan isyarat ku