From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 23



setelah menyelesaikan sholat maghrib berjama'ah yang menandakan acara buka bersama telah usai kami berhambur pulang kerumah masing-masing


meski ada sebagian yang diam di tempat untuk menunaikan shalat tarawih di masjid kampus


"tika apa hubungan kamu sama pak Widi" ucap kak haris yang tiba-tiba memegang stang motor ku menghentikan sebelum aku berlalu


"aku sama pak Widi ga apa apa? " jawab ku jujur


"tapi gelagat kalian lain seolah ada sesuatu diantara kalian" tanya kak haris lagi


"kak haris ngaco deh aku ga ada hubungan apa apa sama pak Widi dan permisi aku pulang" ucap ku sambil berlalu meninggalkan kak harus yang masih dengan ke kepoan nya tentang aku dan pak Widi


ku lakukan motor ku perlahan karena malam ini cukup ramai tanpa sengaja ku lirik kaca spion motor ku tepat di belakang motor ku sedari tadi ada sebuah mobil yang membintuti ku


lumayan heran sih karena sampai aku memasuki area perusahaan mobil itu tetap mengikuti ku


agak cemas juga sih takut orang yang mengikuti ku punya niat jahat terhadap ku


dan akhirnya aku bisa bernafas lega saat aku sudah memasuki halaman rumah tandanya aku aman


📱 pak widi : udah sampai rumah langsung masuk ga usah celingukan atau mau aku ikut mampir?


hah kok dia tau aku celingukan memastikan mobil yang mengikuti ku sudah pergi atau masih di tempat


astaga jangan-jangan mobil yang ngikutin aku itu pak Widi


aku segera bergegas masuk ke rumah karena waktu sudah hampir memasuki waktu isya


aku harus bersiap untuk segera ikut budhe dan rista ke masjid terdekat untuk menunaikan shalat tarawih


*******


ah tak terasa sudah di penghujung bulan Ramadhan dan malam ini kami semua bersiap packing karena kami besok akan melakukan perjalanan pulang kampung


tok tok tok


"kak tika boleh aku masuk" ucap rista dari luar


dari balik pintu nampak rista sedikit manyun entah apa penyebabnya


"kenapa? " tanya ku


"kak Yunda tuh ngeselin deh. "


aku menautkan kedua alis ku tak paham maksud rista mengadu tentang kak Yunda pada ku


karena biasanya kalo mengadu tentang kak Yunda rista akan lari ke pakdhe mencari pembelaan


"masa aku tuh ga boleh ikut nginap di rumah kak tika besok barang sehari aja" adu nya


"lh emang kenapa? kan kakak juga keluarga kamu? " tanya ku


"kata nya nanti aku keluyuran terus sama kak tika" ucap rista


"hah ada-ada aja kak Yuda mu itu" ku hembuskan nafas mendengar aduan rista


terlalu posesif sama adek nya atau terlalu sensi sama aku entah lah yang jelas dia benar-benar menyebabkan


"udah nanti kalo udah sampai di rumah eyang sepuh kakak jemput nanti kakak bilang eyang lastri pengen kamu nginap di rumah nya kak yuda pasti ga akan nolak" kata ku memberi ide


"nanti kalo dia ngikutin gimana kan ga seru jadinya kita ga bisa jalan-jalan malam menikmati kampung kakak" keluh rista


"eh kalo di kampung tuh jalan-jalan serunya kalo puas tuh habis shalat subuh di masjid rista bukan malam-malam" kata ku menjelaskan


"hah terus kalo malam ga ada acara jalan-jalan gitu kak? " tanya nya kepo


"ada sih tapi harus ke pasar kecamatan sekitar 7 km lah" jawab ku


"hah....! " ucap rista kaget


ya karena baru kali ini rista akan pulang ke kampung saat puasa menjelang lebaran karena biasanya pakdhe dan keluarga pulang setelah shalat ied


jadi saat mereka di kampung hanya di sibuk kan dengan acara silaturahmi ke sanak saudara tanpa agenda jalan-jalan