
setelah acara buka bersama kami melanjutkan shalat di masjid terdekat karena waktu magrib hampir usai
selesai shalat tika langsung bergegas masuk ke dalam mobil ku mungkin diam masih bad mood
aku dan rista pun beranjak begitu tanpa pamit dengan yang lain
sepanjang perjalanan pulang tika nampak diam tanpa obrolan seperti saat kami berangkat
rista sepertinya engan untuk mengajak tika bicara
tika turun tanpa sepatah kata di susul rista di belakang nya
"ngapain turun segala" tanya ku
"aku nginep kakak jemput aku besok aja" ucapnya sambil berlalu meninggalkan ku
*****
esok harinya ku pacu mobil ke rumah tika untuk menjemput rista karena dia menelpon minta di jemput
"assalamu'alaikum Bulik" sapa ku saat melihat Bulik asih sibuk dengan tanamna nya
"waalaikumsalam yuda masuk nak" jawab ramah Bulik asih
"mau jemput rista Bulik"kata ku mengutarakan maksud kedatangan ku
"oh rista ada di kamar tika itu juga ada teman-temannya tika lagi pada kumpul masuk aja" jawab bilik yang masih asik dengan tanamannya
aku mengernyit kan dahi ku teman-temannya berarti cowok-cowok semalam juga ikut masuk di kamar tika
astaga otak ku sempat berfikir ngeres mendengar penuturan Bulik
bergegas aku menuju kamar tika samar aku mendengar pembicaraan mereka karena pintu kamar yang terbuka lebar
mereka masih belum menyadari kehadiran ku namu obrolan mereka harus ku hentikan saat rista menyebab nama ku
"ehm... rista pulang" kata ku sambil berlalu meninggalkan mereka yang masih terbengong
******
esok harinya aku sudah rapi dengan kemeja batik dan celana kain selayaknya orang yang akan menghadiri acara kondangan
di sisni di ruang tamu rumah tika aku masih menunggu gadis itu
kak yuda mau kemana? " tanya nya heran saat melihat penampilan ku
"katanya minta dianterin kondangan kamu ngeprank aku? " jawab ku kesal karena masih tanya aku mau kemana
aku akhirnya mengeluarkan handphone dan menunjukkan chat dari nya
dia masih terbengong saat membaca chat itu
"udah sana siap-siap 10 menit" kata ku dia bergegas ke kamar untuk bersiap sampai akhrnya dia keluar
"telat lima menit" kata ku sambil berlalu meninggalkan nya
****
saat kami tiba di tempat acara kami beranjak menuju pelaminan untuk mengucapkan selamat pada memepelai ku lihat raut wajah tegang pada tika tanpa basa basi ku genggam tangan nya dia menoleh tapi tak ku hiraukan
hingga saat kami tiba di pelaminan
tiak lebih dulu menghampiri mereka
"ah tika kamu datang juga sama siap ini" sapa seorang perempuan paruh baya
"saya calon tunangan nya tika" belum sempat tika menjawab aku sudah mendahuluinya
ku lihat mereka nampak kaget mendengar ucapan ku
tak kalah denga mempelai pria yang mendengar jawaban ku langsung menatap kami penuh tanya
" iya bu kenalkan ini kak yuda calon tunangan ku"tika ikut menimpali ucapan kak yuda
setelah berbasa basi dengan kedua mempelai dan keluarga nya kami beranjak turun dan bergabung dengan teman-teman tika
****
"yuda bangun kan tika ayah sama ibu turunkan barang-barang" kata ayah saat kami telah sampai di rumah
ya saat ini kami sudah kembali ke Surabaya karena waktu libur kami sudah hampir selesai
ku gotangkan badan gadis itu berulang kali tapi tak ada pergerakan sama sekali
"tika bangun" kata ku sedikit berteriak tepat didepan wjahnya
seketika gadibitu membuka mata nya kaget
"hah yang lain mana" tanya nya ambigu
"sudah masuk dari tadi, tidur kaya kebo" jawab ku sambil berlalu masuk meninggal kan tika yang masih mengumpulkan nyawa nya