EVITA

EVITA
Bab 86. Terbongkar Rencana Sarah



"Halo aunty, Tara berhasil jadi juara pertama lho ... lomba mewarnainya," ucap Tara saat menelfon tantenya didalam mobil menuju arah pulang.


"Oh ya, wah selamat dong" sambil melihat sebuah foto yang dikirimkan evita lewat pesan WhatsApp pada Andini.


Telfon pun diambil alih oleh Evita.


"De, kakak setengah jam lagi berangkat ke bandara ya" ucap Evita.


"Iya kak, hati-hati dijalan ya, salam buat mamah dari aku."


Akhirnya mobil pun sudah sampai di halaman rumah nya. Tara pun merasa senang, sambil membawa pialanya sendiri dan dia letakkan di samping lemari tv.


Setelah ganti baju dan makan siang, Evita dan Tara pun terlihat sudah siap untuk berangkat.


Sopir setia pak Nono, sudah siap mengantarkan Evita dan Tara menuju bandara.


Akhirnya Evita pun berangkat dengan penerbangan siang, dan pertama kalinya Tara naik pesawat. Tara pun begitu antusias sekali dengan perjalanan nya menuju Semarang.


Selama diperjalanan, bocah kecil itu pun tertidur karena kelelahan, dan saat sampai menuju bandara Semarang dibangunkan oleh Evita.


Cukup satu jam perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di depan rumah sakit dan sudah menelfon Rangga sebelumnya.


Rangga pun menunggu mereka di pelataran rumah sakit dan mereka pun langsung menuju kamar mamah Arini dirawat.


"Assalamualaikum" ucap salam Evita saat memasuki kamar VIP itu.


"Waalaikumsalam. Akhirnya kalian sampai juga" tutur Arini dengan penuh kerinduan pada menantu dan cucunya itu.


"Oma tau tidak Tara mendapatkan juara pertama lomba mewarnai nya tadi disekolah. Nih foto bersama piala dan ibu guru tara."


"Selamat ya cucu Oma, Tara memang anak yang berbakti dan pintar sekali" ucap Arini pada sang cucu.


Tak lama terlihat Sarah dan mamahnya pun masuk tanpa permisi ke ruang rawat Arini.


"Selamat siang Tan-te?" Sarah pun dibuat terkejut dengan kehadiran Evita disana.


Evita pun langsung tersadar dan dengan jelas bertemu dengan wanita yang ada difoto itu.


Dengan tatapan sinis sekaligus kaget Sarah pun menjadi salah tingkah dibuatnya.


Mamahnya Sarah yang tak lain teman Arini membawakan sebuah parcel buah-buahan, dia pun tak kalah kagetnya dengan melihat keberadaan istri Rangga yang sudah ada disana.


"Kenalkan ini menantu dan cucuku, Evita dan Tara" jelas Arini pada Sarah dan mamahnya.


Sarah pun dibuat merasa tidak nyaman akan kehadiran Evita, dia mengira bahwa Rangga hanya sendiri dan ternyata hari kedua istrinya menyusul Rangga.


'Oh, ini istrinya Rangga yang bernama Evita, cantik juga dia pantas saja Rangga jatuh hati dan selalu memuji nya.'


tutur Sarah bergumam dalam hatinya.


"Bagaimana kondisi kamu Arini, lekas sehat lagi dan cepat kembali ke yayasan ya" ucap mamahnya Sarah.


"Tidak, aku tidak ingin kembali lagi kerumah itu, setelah aku sehat aku akan ikut anak dan menantuku kembali lagi ke Jakarta. Aku sudah tau maksud dan niat busuk mu. Pada malam itu aku mendengar semua obrolan mu dengan Sarah yang akan menghancurkan ku, dan ingin menguasai harta dan anakku."


"Kalian sudah tidak bisa mengelak nya lagi, sudahi niat kalian dan bertobatlah." ucap Arini dihadapan Rangga dan Evita.


Sarah dan mamahnya pun tidak menyangka Arini akan membongkar rencananya itu, dan sudah dibuat malu dihadapan Rangga.


Rencana Sarah kali ini gagal dan berantakan serta terbongkar dihadapan Rangga, Sarah pun dibuat malu dengan ucapan Arini.


Dia dan mamahnya pun langsung pamit pergi meninggalkan kamar Arini.


Arini pun meminta Susi untuk membawakan semua barang-barang nya kerumah sakit, karena setelah Arini diperbolehkan pulang dia akan langsung ikut Rangga ke Jakarta.


Rangga pun sudah lega dengan penuturan sang mamah, ternyata Sarah ingin berbuat jahat padanya dan mamahnya.


Evita tidak bereaksi apapun, dan ternyata kecurigaannya pada Rangga salah. Rangga tetap suami setia yang tetap menjaga hatinya hanya untuk dirinya.


Arini pun begitu senang karena akhirnya semua rencana Sarah terbongkar dan Sarah pun malu dibuatnya.


Setelah beberapa hari akhirnya Arini pun diperbolehkan pulang, dan disarankan untuk tetap kembali kontrol di Jakarta nanti.


"Suster Susi terimakasih ya kamu sudah merawat saya selama disini, ini ada sedikit hadiah buat kamu." ucap terimakasih Arini pada suster Susi.


"Iya bu, terimakasih banyak ya, ibu selalu baik sama saya selama di yayasan, semoga ibu sehat selalu di Jakarta" susi pun menerima sebuah amplop sebagai hadiah dari Arini.


Mereka pun berpisah di Libya rumah sakit, dan Arini pun ikut pulang ke Jakarta bersama anak mantunya juga sang cucu. Tidak ada yang paling bahagia selain berada ditengah-tengah keluarga.


Andini pun sangat senang sekali mamah Arini kembali pulang ke Jakarta.


Akhirnya mamah Arini pun kembali tinggal di Jakarta bersama Rangga dan Evita. Arini kini mulai menyadari bahwa menantunya itu tulus menyayanginya, seperti kepada ibu kandungnya sendiri, dan mulai saat itu Arini percaya dan begitu yakin pada Evita bisa membahagiakan putranya itu tanpa pamrih.


...*Terimakasih untuk semuanya yang sudah mengikuti cerita Evita....


...*Dengan berat hati cerita ini harus diakhiri, dengan kata lain cerita Evita sudah TAMAT....


...*Next ikuti cerita karya saya yang lain yang mungkin akan lebih menarik, terimakasih....


...🙏🙏🙏...