EVITA

EVITA
Bab 29. Pelaku Sabotase Kebakaran



Tak lama dokter pun mengabarkan "Pasien Evita telah melewati masa kritisnya, dan pasien sekarang sedang tertidur kembali karena tadi pasien merasa kesakitan makanya saya memberikan obat penenang lagi., setelah nanti pasien bangun kami akan memindahkan pasien keruang rawat biasa, yang sabar ya pak , saya permisi" Dokter pun beranjak meninggalkan ruang ICU.


Setelah menunggu lama Akhirnya suster pun memanggil Rangga untuk masuk ke ruang ICU


" Pak bapak diminta masuk , karena ibu Evita sudah sadar dan memanggil terus nama bapak" ucap suster


Rangga pun bergegas masuk dan benar Evita sudah sadar.


"Alhamdulillah,akhirnya kamu sadar juga,masih sakit kah,Sabar ya... kamu habis operasi sayang, karena ada gumpalan darah di kepala, kamu jangan banyak bergerak dulu, istirahat saja" Rangga pun sudah mulai merasa tenang setelah melihat istrinya sadarkan diri.


Lalu Evita pun dipindah keruang rawat biasa, dan Rangga minta ruang VIP agar lebih leluasa dan nyaman bagi yang menunggu nya juga.


......................


Andini pun pamit pada mamah Arini untuk kerumah sakit melihat keadaan kakak nya.


Sementara Tara walau pun demamnya sudah reda namun batuk pileknya masih mengganggu bocah kecil itu.


Rangga pun masih terus update tentang perbaikan cateringnya lewat ponsel ,sementara masih 50% pekerjaan telah dijalani.


Akhirnya Andini pun telah sampai diruang VIP tempat Evita dirawat dan mas Rangga meminta Andini menemaninya dulu ,sementara Rangga akan kekantor sebentar untuk menandatangani file, dan akan ke rumah catering sebentar.


"De..kakak titip kak Evita ya, kak rangga mau kekantor dulu, setelah itu baru mengecek ke catering sebentar dan kamu tolong bilang kak Evita ya , kakak ga mau ganggu tidur dia , kasihan."


"Iya kak nanti dini kasih tau kak Evita bila sudah bangun"


......................


Orderan dari customer untuk pesta pun masih tetap dilayani sesuai tanggal yang dipesan.


Dan perbaikan ballroom pun tetap dilaksanakan sesuai perintah.


Rangga pun telah sampai dikantornya dan langsung memeriksa dan menandatangani file yang perlu ia tanda tangani.


"Tari tolong keruangan saya sebentar" Rangga memanggil sekertarisnya lewat telfon agar keruangannya.


"Baik pak" sahut tari disebrang sana


tok tok tok.. masuk!


"Ada yang bisa saya bantu pak" ucap tari.


"Apakah masih ada yang harus saya tanda tangani, dan adakah jadwal meeting dalam waktu dekat ini ?"


"Sementara berkas yang ada dimeja saja pak, dan jadwal meeting diminggu ini kebetulan kosong pak" jawab tari.


"Sementara saya mau ambil cuti dulu karena istri saya kecelakaan jatuh dari tangga dan sekarang masih rawat inap di rumah sakit,kamu tolong urus surat cuti saya, jika ada yang penting kamu telfon saya saja." jelas rangga pada sekertaris nya.


"Baik pak , semoga istri bapak segera pulih ya pak"


"Kalau begitu saya akan kembali ke rumah sakit, kamu boleh ketempat kerja kamu kembali, terimakasih ya" ucap Rangga.


Tari pun kembali kemejanya.Sedangkan Rangga pun meninggalkan ruangannya.


Setelah berada diparkiran rangga menchat pak Rama


"Sebentar lagi saya akan menuju ke rumah catering dari kantor"


Setelah rangga tiba dan mengecek sudah sampai mana pekerjaan itu, ternyata diluar dugaan sudah mau rampung proses perbaikan ballroom nya. mungkin tinggal 25% lagi.


Rangga pun merasa puas dengan kinerja team yang memperbaiki gedung yang terbakar itu. Semuanya bekerja denga cepat.


Dan sekarang fokus Rangga hanya pada kesembuhan Evita dulu, mungkin butuh beberapa Minggu untuk Evita pulih lagi.


Terasa sekali tanggung jawab Rangga sekarang ,dia harus fokus pada keluarganya dan urusan bisnis pun tidak boleh ia kesampingkan juga.


......................


Rangga pun telah sampai di rumah sakit dan meminta Andini untuk pulang saja .


" Dini pulang saja tidak apa , kak Rangga titip Tara dulu sementara ya, mudah mudahan kak Evita cepat bisa pulang dalam waktu dekat ini."


"Ya sudah kalau begitu kak, dini pulang ya, kasihan mamah sendirian menjaga Tara" kak Vita dini pamit pulang ya" Andini pun pamit pada kakaknya yang masih terbaring lemah.


dret..dret.. suara ponsel Rangga bergetar, dan dirumahnya sakit sengaja di silent agar tidak mengganggu.


"Selamat sore pak Rangga , saya mau menyampaikan kejadian kebakaran yang menimpa rumah catering, kami sudah menyelidiki nya dan hasilnya , terjadi konsleting listrik yang di sengaja oleh seseorang ,dalam cctv kami sudah mendapatkan bukti ada seseorang yang sengaja menyabotase sakelar meteran, kami akan mencari orang tersebut, dan untuk kelanjutannya nanti akan kami berikan kabar kembali terkait pelakunya, sementara itu dulu info yang dapat saya sampaikan, terimakasih pak rangga", telfon dari pihak kepolisian atas kasus kebakaran tersebut.


Rangga pun tercengang dengan info dari kepolisian tersebut , siapa orang dibalik sabotase itu, mungkinkah orang terdekat atau siapa , Rangga semakin penasaran ?


Dengan lemahnya Evita berkata dengan perlahan.


" Bagaimana info terbaru dari pihak kepolisian"


Rangga pun menjelaskan apa yang tadi ia dengar dari kepolisian.


"Sudah kamu tidak usah ikut memikirkan masalah ini, biar polisi yang bekerja , kita tinggal tunggu hasilnya saja. Tugas kamu hanya istirahat dan makan yang banyak dan minum obat, agar kamu cepat pulih" Rangga pun menenangkan istrinya.


Evita pun menanyakan kabar anaknya.


" Tara sehat kan mas dirumah, Evita takut dia merepotkan mamah "


"Tara sedang batuk pilek tapi sudah diberi kan obat yang ada dirumah, kan ada Andini juga yang bantu menjaga Tara dirumah"


Evita sedikit cemas mendengar anaknya sedang sakit , namun dia pun tenang setelah mendengar penjelasan dari mas Rangga.


Dokter visit pun datang untuk mengecek kondisi Evita.


" Selamat sore ibu Evita , saya cek dulu ya Bu"


"Bagaimana keadaannya sekarang dokter" tanya Rangga


" Ibu Evita sudah mulai stabil , namun masih lemah , dan kami akan pantau beberapa hari ini dan tetap harus makan banyak agar ada tenaga, ya Bu, dukungannya juga dari keluarga agar ibu Evita mau makan ya pak" dokter menjelaskan panjang lebar


" iya dok, saya akan buku Evita agar mau makan"


Mungkin karena lidahnya masih tidak enak sehingga Evita sangat sedikit sekali makan sehingga badan nya masih lemah.


......................


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" sahut mba Mia


" Dini sudah pulang , bagaimana keadaan kakak mu Evita " mamah Arini bertanya karena cemas


" Masih susah makannya mah, katanya lidahnya masih ga enak, jadi belum ada nafsu makan, badannya pun masih lemah" jelas Andini


"Kakak pun menanyakan Tara terus mah, mungkin kakak merasakan batin ya kalau Tara sedang tidak enak badan juga disini"