EVITA

EVITA
Bab 77. Membaik



Semakin hari hubungan Evita dan Rangga pun semakin harmonis, dan kepercayaan nya pada Rangga pun sudah kembali.


Sejak pertemuan pertama kalinya Rangga dan Evita , Rangga sangat yakin dengan kemampuan Evita yang pekerja keras dan mau belajar pada hal-hal yang belum pernah Evita ketahui.


Rangga begitu salut pada ketelatenan Evita dalam membangun bisnis catering mamahnya itu.


Dulu bisnis catering itu terlihat sangat begitu monoton , dan hampir saja akan kalah bersaing dan sempat berada di bawah omset rata-rata.


Dengan campur tangan Evita yang dapat membuat perubahan mengikuti perkembangan zaman. Sehingga pangsa pasarnya pun tidak begitu kalah dengan bisnis catering modern yang berkembang sekarang.


Evita melihat ada peluang di bisnis catering yang kedepannya akan terus maju, sehingga ia perlu melakukan penataan sedikit pada segi testimoni rasa yang berani dan berbeda.


Tidak dengan sembarangan Evita melakukan perubahan itu, dengan berbagai riset dan hasil penelitian, Evita dapat mengemas tampilan catering dengan begitu modern.


Perubahan dari tempat pun mempengaruhi orang untuk tertarik datang.


Namun demikian Evita pun tak serta Merta mengabaikan statusnya sebagai seorang istri dan ibu bagi keluarga kecilnya.


Bisnis keduanya pun sedang berjalan dengan sangat baik. Bisnis properti dan Renovasi yang sedang Rangga jalankan begitu sangat menjanjikan.


Namun Rangga dan Evita tetap menjalani kehidupannya dengan tidak berlebihan.


Saat pulang dari kantornya, Rangga pun selalu disambut oleh Evita didepan pintu setelah ia mendengar suara mobil terparkir dihalaman.


Mereka pun masuk dan Rangga duduk diruang keluarga.,,sedangkan Evita mengambil air minum untuk sang suami, lalu ia pun duduk disamping Rangga.


Tak lama Rangga pun mengeluarkan sebuah kartu undangan yang tampak elegant namun masih terlihat mewah.


"Undangan dari siapa mas" tanyanya sambil membuka pita yang mengikat manis sampul undangan itu.


"Undangan dari kolega mas hari sabtu ini" jelas suaminya.


Evita pun membaca dengan seksama ,detail yang tertulis disana , dan Evita pun membaca


...Dress code untuk tamu yang hadir bernuansa hitam atau maroon...


"Ada dress code nya juga ternyata, hitam atau maroon" tandas Evita.


"Kita pergi ya sayang" tandas Rangga.


"Sudah lama dress ku sudah banyak yang tidak muat mas"


"Kamu cari saja dibutik tempat langganan kita" seru Rangga memberikan ide.


"Oh iya ya... sudah lama juga kita ga kesana , terakhir kita order baju ketika acara aqiqah Tara" jawab evita


"Bagaimana kalau kita kesana sekarang , tapi beres mas mandi ya, nanti pulangnya sekalian kita makan malam diluar, kamu mau kan?"


Evita pun memberikan senyuman termanisnya pada Rangga, dan suaminya pun memberikan sebuah usapan lembut pada pipi Evita.


Setelah Rangga masuk kekamarnya, Evita pun mendengar sebuah suara mobil terparkir di halaman nya.


Sudah jelas terdengar dari kejauhan tak lain suara mobil Heru.


"Assalamualaikum" ucap Andini dan Heru.


"Waalaikumsalam" jawab Evita.


"Aunty..." seru Tara dengan senangnya.


"Mau ngungsi kemana kamu de.. sore gini bawa koper" tukas Evita.


"Mau ngungsi kesini, boleh ya kak, aku takut sendirian dirumah"


"Iya kak aku mau titip istriku disini sampai hari Minggu, soalnya ibu sedang berada di rumah paman sudah dia hari kemarin, dan aku besok ada tugas keluar kota, jadi Andini biar disini bersama kakak , boleh kan ?" jelas Heru.


"Tentu boleh, kamu hati-hati ya diperjalanan, kamu pergi sendiri kah?"


" Nggak kak, aku pergi rombongan pake bis dari sekolah, mobil aku titip disini ya, biar kesekolahan aku pake motor saja, dan motornya aku titip di parkiran sekolah." tandas Heru.


"Ya sudah aku balik ya kak , ojek online sebentar lagi datang, aku harus mempersiapkan materi dulu untuk besok"


"De, mas pulang ya?" pamit nya.


"Mas baik-baik disana ya" ucap Andini sambil cium tangan suaminya.


"Kebetulan sekali dong bala bantuan datang disaat yang tepat" seru Evita.


"Maksudnya apa nih..!" tanya Andini.


"Kakak sekarang mau ke butik , cari dress buat keacara kondangan hari Sabtu, tapi Tara ga mau ikut, kakak titip Tara dirumah ya de.."


"Iya aunty Tara ga mau ikut , ibu suka lama kalo belanja, bikin bete " celoteh Tara.


"Dengan senang hati dong, Tara dengan aunty saja dirumah" tandas Andini.


"Makasih ya de.." ucap Evita.


Andini pun berlalu kekamarnya sambil memasukan koper. Evita pun kekamarnya untuk bersiap.


"Mas dengar seperti ada suara dini dan Heru" ucap Rangga yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Iya , Heru sudah pulang , dia hanya mengantar Andini untuk menginap disini, Karena Heru ada tugas keluar kota, dan Tara pun ga mau ikut kita sekarang, pas bener kan Andini datang" serunya.


Evita pun sudah berada di meja riasnya, menghias wajahnya, dan merapihkan rambutnya, setelah itu Evita berganti pakaian untuk jalan bareng suaminya sore itu.


Rangga dan Evita pun sudah siap dan bergegas untuk pergi.


"Tara yakin ga ikut ayah dan ibu?"


"Nggak ah yah.. kan udah ada aunty dini disini" ucap Tara dengan yakin.


"Ya sudah , Tara nanti mandi sama aunty ya" tutur Evita.


"Din.. kakak titip Tara ya,sekalian tolong mandiin ya" ucapnya lagi.


"Iya kak beres" have fun ya ngedate nya tuturnya sambil terkekeh.


Evita pun berangkat dengan Rangga.


Dengan jarak 45 menit mereka pun sudah sampai butik, mereka pun disambut ramah oleh pegawai butik , yang sudah mengenal Evita dan Rangga.


"Selamat sore ibu Evita dan pak Rangga, ada yang bisa kami bantu?" tanya sang karyawan yang bernama mba Eni.


"Iya mba ,saya mau cari dress couple berwarna maroon atau hitam, yang ready saja" tutur Evita sambil melihat-lihat bermacam dress tertata rapih disana.


Mba Eni pun membawa Evita dan Rangga kesebuah deretan dress berwarna maroon.


Evita pun takjub dengan berbagai model tergantung rapih disana. Evita pun mencari size ukuran nya.


Dan Rangga pun telah mendapatkan setelan jas untuk dirinya. Sementara Evita pun mencocokan dengan dress pilihannya.


Akhirnya Evita mendapatkan dress berwarna hitam berpayet maroon model Long sleeve dress.


Evita dan Rangga pun mencoba baju yang mereka pilih.


Dress panjang dengan warna hitam berpadu dengan warna maroon mendominasi di bagian atasnya dan berpayet maroon , dan dengan warna gelap di bagian pinggang begitu membentuk lekukan tubuh Evita sehingga menutupi kekurangan di badannya , namun terlihat indah setelah dipakai oleh Evita.


Cocok sekali dengan paduan jas yang Rangga kenakan dengan kemeja didalamnya berwarna maroon.


Begitu terlihat elegan dan serasi keduanya setelah mencoba bajunya itu.


Evita pun menyukai dress yang 'ia pilih begitu pun dengan Rangga. Mereka pun memutuskan memilih pakaian itu.


Setelah berganti pakaian kembali, kemudian Rangga pun membayar nya , hanya menunggu sebentar , untuk karyawan membungkus pakaiannya.


Setelah itu mereka pun menuju parkiran dan dibantu oleh karyawan butik untuk membawakan bungkusan pakaian mereka.


Setelah dari butik Evita pun memutuskan untuk makan di restoran yang ada di mall.


Begitu sampai mall kebetulan sudah memasuki waktu Maghrib, mereka pun bergegas untuk mencari mushola untuk melaksanakan kewajiban mereka solat Maghrib.


Setelah itu mereka pun mencari tempat makan 'All you can it' khas Jepang.


Akhirnya mereka pun bisa me time kembali setelah beberapa waktu tidak melakukan hal ini.


Evita pun bahagia sekali bisa jalan-jalan hanya berdua saja dengan suaminya. menghabiskan waktu berdua disela-sela kesibukan mereka.