
3 tahun kemudian
Waktu pun sudah bergulir beberapa tahun dan Tara pun kini sudah berusia 4 tahun.
Sedangkan Andini sudah menyelesaikan pendidikan kuliahnya dan menyandang predikat S.pd. dibelakang namanya.
Dan Andini pun masih sebagai guru mengajar di SD , mungkin bila ada kesempatan dari dinas pendidikan Andini pun ingin sekali mengajar di SMP.
Evita pun kini yang meneruskan bisnis catering milik ibu mertuanya.
Sehingga setiap seminggu dua kali,
Evita harus mengontrol catering, makin ramai saja bisnisnya itu setelah dikelola oleh Evita.
Dikarenakan ibu Arini ingin pensiun dan menghabiskan waktunya dirumah bersama cucu tercinta.
Dan dikantor mas Rangga pun semakin solid dengan team kerjanya sehingga dapat melebarkan sayap membuka cabang baru disalah satu kota.
Sementara ibu Arini yang semakin hari semakin menikmati kebersamaan nya bersama sang cucu Tara.
Bocah kecil itu semakin hari semakin menggemaskan dan dia sangat cerdas menurun dari ayahnya.
Saat malam hari usai makan malam ibu Arini pun mencoba menggoda Evita dan Rangga.
"Sepertinya Tara sudah sangat cocok mempunyai adik lagi, apakah kalian tidak ingin memberikan mamah satu cucu lagi?"
Evita dan Rangga malah saling bertatapan. Seolah sinyal untuk mereka menambah anak lagi.
"Tara kan masih kecil mah" sanggah rangga.
"Jarak anak pertama dan kedua itu seharusnya jangan terlalu jauh agar mereka bisa merasakan yang namanya perasaan kasih sayang antara adik dan kakak." ucap mamah Arini.
"Setelah kelahiran Tara Evita pun tidak KB mah, jd belum dikasih saja sama Allah,bila diberi amanah lagi, kapan pun, kami tidak akan menolaknya mah, justru itu yang Evita inginkan" jawab Evita
"Ooh jd selama ini kamu tidak KB nak... mamah pikir kamu sengaja menunda untuk anak yang kedua kalian" mamah pun merasa senang mendengar pernyataan Evita.
Ibu Arini kini menikmati masa tuanya sesuai dengan yang ia inginkan, mempunyai menantu dan cucu yang nantinya sebagai penerus keluarga. Ibu Arini begitu mendesak Evita agar mempunyai anak lagi tiada lain hanya agar Tara kelak mempunyai saudara kandung tidak seperti ayahnya Rangga yang sebagai anak tunggal.
......................
POV Arini
Dulu ketika dinyatakan hamil Arini sangat terpukul karena dijanin nya ada suatu miom yang ikut tumbuh dirahimnya, namun kuasa Allah miom itu tidak menganggu perkembangan janinnya, ketika Rangga dilahirkan pun sehat sempurna seperti bayi pada umumnya.
Namun ada masalah dengan miomnya yang sudah besar, sehingga ketika melahirkan Rangga, rahimnya pun harus ikut diangkat karena akan membahayakan sang ibu bila tidak diangkat pada waktu itu. Sehingga Arini tidak bisa lagi untuk mempunyai anak saat itu.
Sehingga dengan sebab itulah Rangga menjadi anak tunggal Arini, yang tidak mempunyai saudara kandung.
Maka dari itu Arini hingga kini sangat begitu protektif pada Evita.
......................
Arini begitu baik memperlakukan menantunya Evita , tidak pernah membedakan antara anak kandung dan menantunya juga Andini.
Malam pun tiba dan semua orang yang sudah mulai kelelahan dengan aktivitas hari ini entah mengapa malam itu tiba tiba Tara ingin tidur dengan Omanya.
Dan Omanya pun tidak menolak akan hal itu.
Sementara Evita dan Rangga merasa berbeda dengan tidak adanya Tara di kamar mereka , mereka hanya tidur berdua saja, malah salah tingkah Evita dibuatnya,
"mas kok aku ga bisa tidur ya, berasa aneh saja ga ada Tara dikamar kita, apa Tara kita pindahkan kesini saja ya?"
"Kamu ingat tidak perkataan mamah td sore agar Tara punya adik lagi, mungkin mamah dan Tara sengaja membiarkan kita dikamar ini berdua",
dengan santainya mas Rangga berbicara sambil bermain game.
Padahal sebelumnya mas Rangga tidak menyukainya , karena temannya mengajari dia bermain game jadi keterusan sampai sekarang.
Evita bingung apa yang harus dia lakukan sementara suaminya asik sendiri.
Lalu Evita pun mencoba memejamkan matanya, tapi lama-kelamaan akhirnya tertidur juga, melihat istrinya terlelap, Rangga pun mencium kening Evita dan menatapnya dalam dalam.
Tanpa disadari Evita terbangun dengan perasaan setengah sadar
dan akhirnya malam itu pun Rangga dan Evita bercumbu dengan mesranya, sehingga terjadilah hubungan suami istri itu.
Saat menjelang subuh tiba Evita bangun seperti biasa ,dan langsung menuju kamar mandi untuk mandi wajib dan dia pun tak mau melewatkan shalat Subuhnya , setelah Evita selesai dia pun membangun kan suaminya , yang pulas karena semalam mungkin terlalu capek.
Mas Rangga pun bangun dan melakukan hal yang sama, Lalu mereka pun menunaikan sholat berjamaah dikamar.
Bila Tara tidur dengan Omanya , Evita dan Rangga pun tak pernah melewatkan kesempatan tersebut untuk melakukan kewajiban mereka.
Seakan mengerti Omanya selalu mengajak Tara untuk tidur bersamanya, karena Tara sudah teratur pola tidurnya, dan ia pun tidak akan terbangun dimalam hari.
Usai sholat subuh Evita pun menuju kedapur ternyata mba Mia pun sudah bangun dan terlihat masih dikamarnya. Tanpa minta bantuan mba Mia Evita membuatkan teh panas untuk suaminya yang berada di teras rumah sedang menikmati udara pagi hari.
Andini pun sudah bangun dan membantu mba Mia menyiapkan sarapan untuk semua orang.
Dari dalam terlihat Tara keluar digendong oleh Omanya. Dan Evita pun telah menyiapkan susu untuk Tara.
Sarapan pun telah siap dan mereka pun pergi keruang makan untuk sarapan. Setelah selesai sarapan Evita berencana pagi ini untuk pergi ke rumah cateringnya.
Tuut.... tuut... tuut...suara ponsel Evita pun berbunyi dan salah satu orang kepercayaan Arini mengabarkan bahwa terjadinya kebakaran di rumah cateringnya.
Sontak Evita pun kaget mendengar berita itu dan panik seketika. Evita pun mengajak mas Rangga untuk melihat nya, sementara mamah Arini menjaga Tara dirumah.
Mobil pun segera dinyalakan oleh Rangga, setelah itu mereka berdua pun segera berangkat menuju rumah catering.
Sementara dijalan mereka agak sedikit terlambat karena jalanan saat itu macet sekali.
Walaupun terlambat, akhirnya sampai juga mereka disana dan terlihat sudah ada dua mobil pemadam sedang terparkir disana dan karyawan pun yang tinggal di mes sudah ramai berada diluar.
Pak Rama orang kepercayaan mamah arini pun menghampiri Rangga dan Evita setelah dia mengetahui mobil mereka terparkir.
"Selamat pagi mas rangga dan mba Evita" sapa pak Rama
"Bagaimana kondisinya sekarang pak?, apakan parah kebakarannya" tanya mas Rangga
"Alhamdulillah api sudah berhasil dipadamkan satu jam yang lalu, dan yang terbakar hanya area ballroom saja , sedangkan dapur dan gudang juga mes karyawan aman,dan sekarang semuanya sedang mengeluarkan barang barang yang masih bisa diselamatkan.
"Alhamdulillah ,Syukurlah " Evita sudah tidak panik lagi sekarang