EVITA

EVITA
Bab 17. Hampir keguguran



Ambisi Maharani untuk membuat Rangga berpaling dari Evita, sementara ini belum pernah berhasil.


Namun Maharani terus berusaha agar keinginannya itu bisa terwujud.


Sangat dangkal pemikiran Maharani , karena dia dari Semarang menuju Jakarta itu karena sakit hati, karena Maharani ingin melupakan mantan pacarnya yang telah berselingkuh dengan temannya sendiri. Sehingga ia lampiaskan kepada Rangga , karena selama ini dia tidak pernah mendengar berita tentang Rangga dan setelah dia ke Jakarta Rangga malah sudah menikah.


Ketika pulang dan sampai dirumah Maharani sempat marah marah karena Rangga tidak mengajaknya pulang bareng bersama dia.


Ketika makan malam semua sudah berkumpul dimeja makan , dan setelah selesai Maharani mengadu pada Tante Arini tentang Rangga tadi dikantor, Maharani pun sempat ilfil karena tidak ada yang memperdulikannya.


"Maharani kamu sekarang bekerja dikantornya Rangga bukan , dan kamu tau Rangga itu atasan kamu maka sudah seharusnya kamu menghargai Rangga sebagai atasan kamu."


" Walaupun mamahmu dan Tante teman dekat tapi bila urusan mengenai pekerjaan dan sudah berada dikantor kamu harus lebih profesional dalam bekerja, jangan mencampur adukan dengan urusan pribadi".


Evita hanya menahan senyumnya, yang melihat Maharani uring uringan dan salah tingkah ketika di beritahu oleh mamah Arini.


Dalam hati Maharani , 'aku tidak akan menyerah sampai Rangga bertekuk lutut dihadapanku


kita lihat saja Evita kamu akan menyesal'


Ketika Evita sedang berada dikamar , Maharani mengambil kesempatan untuk mendekati Rangga kembali


" Mas Rangga , dulu setiap aku kejakarta mas Rangga selalu ajak aku untuk jalan jalan, sekarang antar aku berkeliling kota Jakarta yuuk mas."


"Kenapa aku harus mengajakmu , aku sudah punya istri lebih baik aku mengajak istriku , dan status kita bukan muhrim."


" Iih kenapa mas rangga yang sekarang sangat kaku sekali, mas Rangga tidak asiik"


Rangga pun masuk ke kamar , sedangkan Maharani sedang diruang tengah , sementara mamah Arini sedang mengecek pembukuan catering.


Makin sebel saja melihat raut wajah Maharani, yang iri dengan kemesraan Rangga dan Evita.


Evita pun sudah melihat gelagat yang kurang baik dari Maharani dari pertama kalinya dia datang .Namun Evita tetap santai padahal dalam hati merasakan cemburu yang teramat dalam hatinya. Sangat lumrah bila wanita sudah mempunyai suami dan pasangannya selalu digoda dihadapannya sendiri. Tapi untungnya mas Rangga pun bukan tipikal pria yang mudah tergoda dengan rayuan Maharani.


......................


Beberapa bulan pun berlalu , Maharani masih bekerja dikantor rangga, namun dia mulai bersikap baik selama dikantor, selain dia butuh pengalaman dan dikantor itu hanya sebagai batu loncatan saja agar dia mendapatkan pengalaman bekerja.


Saat dirumah tiba-tiba Evita merasakan pusing ketika membantu mba mia memasak , untung hal itu diketahui mba Mia dan Evita pun di bawa ke kamarnya serta dibuatkan teh hangat oleh mba Mia. Ketika mamah Arini kedapur dia tidak melihat keberadaan Evita


" Mba Evita kemana , bukannya tadi dia disini "


"Non Evita dikamarnya Bu tadi hampir mau jatuh , kepalanya pusing katanya."


Mamah Arini pun langsung melihat keadaan Evita ,


" kenapa kamu sakit nak?"


"Tidak tahu mah tiba tiba kepala Evita pusing, Ya sudah kamu istirahat saja ya"


"Sementara Andini pun baru pulang dari sekolahnya dan dia melihat kamar kakaknya terbuka , dia langsung permisi untuk masuk kamar.


"Kakak sakit ?, wajah kakak sangat pucat" tanya Andini


"De coba kakak ambilkan kalender itu," setelah dihitung ternyata bulan ini Evita belum datang bulan.


" De nanti kakak minta kamu ke apotik yang didepan sana untuk beli ini, jangan ketahuan sama siapapun oke"


Evita pun memberikan secarik kertas dengan sebuah tulisan.


Andini pun langsung mengambil kertas tersebut.


Evita yang dari tadi mual namun hanya terasa enek di ulu hati saja, mungkin maag ku kambuh ya.


Tak berapa lama Andini pun sudah tiba dengan pesanan Evita , Evita pun mengeluarkan obat maag dari dalam kantong itu dan meminumnya.


Namun didalamnya ada sebuah testpack namun Andini tidak curiga dengan apa yang dibelinya tadi.


setelah keadaan sudah membaik evita pun memberanikan diri mengetes urin nya, apakah dia benar benar hamil atau cuma masuk angin biasa.


Ditunggunya beberapa menit setelah ia mengambil urin nya., Dan ternyata hasilnya yang tertera adalah sebuah garis dua, yang artinya positif hamil.


Evita pun langsung menyembunyikan testpack tersebut yang akan dia beritahukan ke suaminya bila pulang nanti sore.


Semua orang pun telah ada dirumah namun ketika Rangga pulang dia melihat Evita sedang berada dikamarnya.


"Tumben sayang kamu rebahan gini, ga enak badan ya, mau kedokter". ajak Rangga pada istrinya.


" Ga usah mas ,sudah minum obat kok tadi"


" Dan ketika makan malam, dimeja makan Evita merasakan mual lagi " Dan Rangga pun menaruh curiga pada Evita istrinya.


Lalu Rangga pun mengikuti istrinya ke kamar mandi , dan Evita pun memberi tahu satu hal


Dia memberikan alat tes kehamilan dan disana tertera dua garis merah dan kemudian dia membaca penjelasan nya, alangkah bahagianya Rangga saat itu


"Apakah ini benar sayang ?" tanya rangga.


Evita pun mengangguk yang artinya benar kini Evita tengah mengandung anak mas Rangga.


"Besok kita kedokter ya?"


Dan kabar bahagia itu pun mas Rangga sampaikan pada semua orang yang ada dirumah.


Mamah Arini yang mendengarnya pun ikut bahagia dan mencium menantunya itu.


Namun berbeda dengan Maharani dia seakan tidak suka, mendengar berita itu.


Dan mereka pun melanjutkan makan sedangkan Evita menikmati buah apel , pear dan pisang.


"Ini jauh lebih segar dibanding makanan dimeja makan."


Usai makan malam Rangga pun langsung mengajak Andini pergi ke mini market untuk membeli susu hamil, buah buahan, dan camilan lainnya.


Ketika Evita bertanya pada mamah Arini tentang keberadaan Rangga dan Andini, mamah Arini menjawabnya tidak tahu...


Sementara terdengar suara mobil terparkir di garasi dan Evita pun ke teras rumah,


"Masya Allah mas, ini kamu belanja segini banyak untuk siapa, aku belum tentu suka lhoo.."


" Iya tuuh kak Rangga susah dibilangin nya , belum tentu juga kak Evita suka tadi Andini suruh beli satu aja dulu eeh kak rangga ngeyel, malah beli banyak"


Rangga membeli susu hamil dengan bermacam rasa, juga banyak buah buahan, aneka camilan dan lainnya, mamah Arini hanya tertawa saja melihat kelakuan Rangga.


Sedangkan dikamarnya Maharani sangat muak dengan hal itu menurutnya drama sekali yang dipertontonkan dikeluarga ini.


Ketika membuka hasil belanjaan mas rangga yang begitu banyaknya Evita kaget dengan apa yang dibelinya.


"Kalau susu ini aku tidak suka kamu ya yang harus meminumnya mas" canda Evita pada mas rangga.