
Rumah catering pun sudah rapih dan selesai diperbaiki sekarang sudah aman untuk digunakan kembali seperti biasa.
Dan Evita pun mulai pulih dari lukanya, namun dia belum bisa beraktivitas keluar rumah.
Evita meminta pak Rama membawakan pekerjaannya yang sempat tertunda untuk dibawa kerumah.
Mamah Arini pun membuatkan sup ikan gabus untuk Evita, karena disinyalir ikan gabus baik untuk luka bekas operasi dan agar tubuh Evita semakin enakkan.
Sungguh ibu mertua idaman para menantu , yang selalu sayang dan perhatian pada menantunya. Karena sejak keberadaan Evita dirumah nya mamah Arini begitu bahagia apalagi ditambah dengan cucu nya Tara.
Semakin hari membuat mamah Arini semangat untuk menikmati arti hidup yang sesungguhnya, berada diantara anak, menantu dan cucunya.
Saat Rangga pulang kerja mamah Arini pun menanyakan perihal pelaku kebakaran yang terjadi di catering nya.
"Ngga , mamah kok belum dikasih tau lagi perkembangan kasus pembakaran catering, sudah ditangkap kan pelakunya? ,"
"Oh iya mah Rangga hampir lupa semuanya nanti pasti akan dimintai keterangan sebagai saksi atas kasus kebakaran itu, pelaku sudah tertangkap, dan pelakunya adalah Maharani ",
dengan terpaksa Rangga mengatakannya dihadapan mamah dan Evita.
"Subhanallah ternyata dia pelakunya, mamah tidak habis pikir kenapa dia tega melakukannya pada kita , kita sudah baik mau menampung dan memberikan pekerjaan padanya",dengan sangat kecewanya mamah Arini pada Maharani.
Evita yang ada di samping mamah terus menenangkan dan mengusap punggung mamah sambil berkata " Sabar mah".
"Rangga pun sempat marah sekali saat melihat dia kemarin, dia meminta ampun pun Rangga tak hiraukan , dan Rangga tidak menggubris rengekannya".
Dilain hal Rangga merasa iba dan kasihan pada Maharani, namun dia sudah berbuat kejahatan yang mengharuskannya berada didalam dipenjara.
......................
Satu persatu mamah ,Evita ,Andini dan mba Mia, dimintai keterangan tentang Maharani.
Semuanya sudah memberikan kesaksian dan sidang pertama akan dilakukan Minggu depan.
Sementara mamahnya Maharani menemui mamah Arini yang sebenarnya teman dekatnya ,meminta maaf untuk kesalahan yang telah diperbuat Maharani.
Dan ujung ujungnya mamah Maharani minta agar berdamai saja, Rangga yang keberatan atas hal itu karena semua perbuatan Maharani sudah mengarah ke tindak kriminal hingga Maharani bertindak mau menggugurkan kandungan evita.
Mamah Maharani pun tercengang dibuatnya , sehingga ia malu atas perbuatan anaknya itu, demi sebuah ambisi ingin memiliki Rangga dia rela berbuat tindak kriminal.
Mamah Maharani pun pulang dengan rasa malu yang mendalam. Karena ulah Maharani sehingga hubungan baik dengan Arini jadi tidak baik sekarang ini.
Satu Minggu kemudian
Akhirnya waktu persidangan Maharani akan digelar hari ini, semuanya pergi ke persidangan kecuali Evita dan mba Mia.
Persidangan pun berjalan dengan lancar dan Maharani terbukti bersalah dan akan dikenakan pasal 187 KUHP atas tindakan kesengajaan membakar gedung dan dijerat hukuman 5 tahun kurungan penjara.
mamahnya langsung pingsan seketika setelah mendengar putusan tersebut.
'Siapa yang menanam ,dialah yang akan menuai nya.'
Setelah kejadian itu Rangga semakin protektif pada keluarganya.
......................
Evita pun sudah sembuh dan dia pun melanjutkan pekerjaannya mengurus rumah catering milik mertuanya.
Semakin hari semakin banyak saja yang memakai jasa catering nya.
Dan seperti biasa disela sela waktu bekerjanya Evita selalu memesan dimsum kesukaan nya , saking menikmatinya tanpa disadari Evita tidak tersadar bahwa Rangga tengah berada di samping mejanya memperhatikan Evita sedang asyik melahap makanan favoritnya.
"Eeheemmm..." Rangga pun mengganggunya.
"Eehh mas Rangga ,makan mas" pekik Evita dengan sungkannya.
"Dari tadi mas cari kamu , ternyata sedang mojok disini Miss dimsum" canda Rangga pada Evita.
"Mas Mauu.." sambil menyodorkan sepotong dimsum kearah mulut Rangga, dan Rangga pun tak menolak suapan istrinya.
Dilihatnya ada beberapa macam dimsum ,yang tersedia dimeja Evita, dan sebuah laptop yang sedang di gunakannya.
Evita pun mengangguk, dengan percaya diri sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.
Rangga pun memesan kopi sambil menemani Evita makan.
"Ibu Evita maaf saya mengganggu, ini ada berkas yang harus ibu tanda tangani, takutnya ibu pergi saya tidak tahu seperti tempo hari"
Dan Evita pun menandatangani berkas yang disodorkan pegawainya itu.
Disana pun terlihat pemandangan beberapa pasangan yang sedang taste food untuk acara mereka, memilih makanan yang mereka sukai dan cocok dilidah mereka.
Pegawai yang bekerja dirumah catering adalah para pegawai lama jadi mereka sudah paham akan tugasnya masing-masing.
Setelah puas menyantap dimsum , Evita pun mengajak suaminya untuk pulang, dan dilihatnya juga kopi di cangkir suaminya pun sudah habis.
"Mas kita pulang yuk , aku sudah kenyang nih". Sambil merapihkan laptop yang ia bawa.
Evita pun pamit pada salah satu pegawai
"Rita saya pulang ya, jangan lupa kasih tau pak Rama."
"Baik Bu"jawab Rita.
Mereka pun menuju mobil, dan meninggalkan parkiran rumah catering.
"Bagaimana di kantor mas, semuanya lancarkan"
"Lancar , bahkan aku ada kerjasama dengan vendor dari luar tepatnya singapur, sepertinya mas harus kesana".
"Wah bagus dong mas".
"Apa kamu tidak keberatan mas pergi keluar negeri", menanyakan dengan pasti
"Nggak apa-apa dong mas , semuanya kan demi kemajuan perusahan mas, aku ikut senang lho".
"Kalau mamah tau mamah pun pasti senang mendengarnya".
"Mas kapan pergi ke singapurnya?".
"Nanti kita bicarakan dirumah , biar mamah dengar juga" jelas Rangga.
Setelah sampai di rumah merekapun disambut oleh Tara anak semata wayangnya.
"ibu ,ayah" dengan gembiranya menghampiri kedua orang tuanya
Evita pun langsung menciumi tara,
"Wangi sekali anak ibu, habis mandi ya"
Tara pun mengangguk sambil memeluk ibunya.
"Ayah sama ibu nih yang belum mandi , bau keringet ",dengan polosnya Tara menutup hidungnya.
"Ya sudah ayah sama ibu mandi dulu sekarang biar Tara ga kebauan "
Evita dan Rangga pun masuk ke kamar mereka, Evita langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Kemudian disusul Rangga berada tepat disampingnya Evita.
Mereka pun saling bertatapan, semenjak Evita mengurus catering tidak pernah ada waktu untuk berduaan.
Mereka pun bercumbu mesra sore itu sampai hanyut dalam suasana yang dibuat oleh mereka berdua. Setelah itu mereka pun tertidur dalam balutan selimut yang menutupi tubuh mereka.
Rangga pun terbangun karena ada pesan diponselnya, dia hanya melihat jam diponselnya lalu membangunkan Evita yang kelelahan.
"Sayang bangun sudah mau Maghrib ternyata", Rangga membangunkan istrinya dengan sebuah kecupan mesra di bibirnya
Evita pun tak bergeming dengan apa yang dilakukan suaminya.
Rangga pun beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi, sedangkan Evita masih dalam keadaan tertidur.
Lalu Rangga menyuruh Evita bangun untuk segera mandi, Evita pun bangun dengan sangat terpaksa.