EVITA

EVITA
Bab 25. Pelaku tabrak lari tertangkap



Sementara Evita telah menelfon mas Rangga, bahwa pelaku tabrak lari yang telah mereka cari selama ini datang kerumah dan sekarang telah di boyong oleh polisi.


Sementara ada kelegaan dihati evita agar pelaku merasakan penderitaan yang dulu Andini alami karenanya.


Sementara di kantor polisi Davin diperlakukan layaknya tahanan, sebelum orang tuanya datang, dia diperlakukan sangat kasar oleh salah satu petugas tak lain itu adalah Randi, Randi mengenal baik Evita dan Andini.


Randi begitu emosi setelah mendengar penjelasan Davin yang tidak masuk logikanya karena dia sedang dipengaruhi dendam yang teramat pada pelaku yang selama ini dia cari, Randi begitu peduli pada Evita dan Andini sehingga dia bersikap seperti itu pada Davin.


Tak lama kemudian orang tua Davin pun datang dan dia membawa seorang pengacara, pengacara tersebut meminta agar mereka bertemu dengan keluarga korban, dan pihak kepolisian sudah meminta agar keluarga Andini datang ke kantor polisi.


tak berapa lama Rangga dan Evita pun tiba di kantor polisi dan bertemu dengan keluarga Davin, sang ibu memohon pada evita agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, karena menurutnya ibunya Davin tau tentang ini setelah ia mengetahui motor yang biasa dipakai Davin rusak dibagian depan dan disana terdapat bercak darah yang sudah mengering , dan merekapun minta maaf atas kejadian yang menimpa andini.


Evita yang bersikukuh dengan laporannya tempo hari agar pelaku diberi hukuman setimpal.


Dan pengacara keluarga Davin pun tidak bisa berbuat banyak, kecuali pihak dari keluarga korban mencabut atas gugatannya tersebut.


......................


Sementara dikampus kedua teman Davin sibuk dengan berita ditangkapnya Davin, mereka tidak mengetahui dan atas perbuatan apa Davin ditangkap ?


Andini yang mendengar percakapan mereka , langsung tergesa gesa pulang ingin memastikan apakan benar Davin nekat kerumahnya.


......................


Setelah memberikan keterangannya akhirnya Evita dan Rangga pun tak ingin berlama dikantor polisi, mereka memutuskan pulang, namun orang tua Davin masih berada disana.


Dan Davin pun setelah membuat pengakuannya ia pun langsung dimasukan nya dalam hotel prodeo , dan untuk sementara waktu Davin menginap di sana.


Sesampainya dirumah Andini mencari keberadaan kakaknya Evita , namun mmh Arini bilang bahwa Rangga dan Evita sedang di kantor polisi, dan Andini memastikan apakah benar tadi ada Davin datang dan mengakui perbuatannya atas kecelakaan yang dialami Andini.


Mamah Arini membenarkan semuanya, dan mungkin sekarang pemuda itu telah mendekam dibalik jeruji.


Setelah beberapa lama , Rangga dan Evita pun tiba dirumah, dengan rasa puas yang sudah terbayarkan.


Dan Evita pun menjelaskan kejadian tadi dikantor polisi , dan kini Davin telah menjadi tersangka atas kecelakaan dulu.


Dalam batinnya sebenarnya Andini tidak tega mendengar berita ditangkapnya Davin , namun di lain hal dia sudah mengetahui pelaku tabrak lari yang menjadikan Andini korbannya.


Andini bingung bagaimana perasaan orang tua Davin melihat anaknya mendekam dipenjara.


"Kak Rangga , apakah ada cara lain agar Davin dibebaskan", pertanyaan Andini yang membuat Rangga terheran.


"Bukannya kamu ikut senang pelakunya sudah tertangkap , maksudmu apa untuk membebaskan dia", timpal Rangga sedikit tidak rela.


"Biarkan dia berada di penjara itu untuk beberapa hari, agar dia menyesali perbuatannya,Kita bisa membebaskan dia , asalkan kamu mencabut laporan itu"


Andini pun mengerti karena kasusnya sudah masuk kepolisian sehingga harus mengikuti prosedur yang ada, mungkin dengan membuat efek jera pada Davin itu akan membuatnya menebus rasa bersalahnya yang ia katakan pada Andini.


......................


" Hei kamu , kasus apa kamu sampai bisa masuk kesini, sepertinya kamu ini anak terpelajar tampang kamu juga bukan tampang penjahat", salah seorang tahanan mendekati Davin.


"Kasus tabrak lari bang beberapa tahun lalu, namun saya menyesal sampai setres saya bang, saya seorang mahasiswa bang"


" Pantas saja , kamu sudah mengakui kesalahan kamu sekarang ?"


Disel itu terdapat tiga tahanan dengan kasus yang berbeda , satu diantaranya dia perampok yang menanyai Davin tadi, satunya curanmor dan satunya lagi begal. Mereka berada disana sudah beberapa tahun karena tidak punya bekingan dan uang terpaksa mendekam di sel itu untuk beberapa tahun kedepan lagi, namun mereka tidak berlaku kurang ajar pada Davin hanya perkataannya saja yang sangar dan kasar.


Hampir setiap hari orang tua Davin menjenguknya ditahanan sambil membawa makanan, Ibu Davin tak mau bila anaknya kekurangan makan, maklumlah Davin adalah anak tunggal.


"Sodara Davin ada kunjungan untuk anda", seorang petugas membukakan sel dan membawa Davin keruang kunjungan.


Setibanya diruang kunjungan ibu Davin hanya bisa meratapi anak semata wayangnya yang mengenakan baju berwarna orange.


"Ibu bawa makanan buat kamu , pasti makanan disini tidak enak ya"


Davin pun menenangkan sang ibu agar tidak terlalu khawatir dengan keadaan nya.


"Ibu Davin disini baik baik saja, ibu tidak usah khawatir biarlah Davin menebus semuanya agar Davin tidak terbebani dengan rasa bersalah ini."


"Ayah Davin minta tolong agar diurus cuti Davin dikampus", pinta davin.


Waktu kunjungan pun hampir selesai, dan petugas lapas pun memberitahukan pada kedua orang tua Davin, karena Davin harus kembali ke dalam sel nya.


Davin pun kembali ke sel dengan perasaan yang tak karuan ,karena melihat ibunya selalu menangis. Dan dia pun merasa bersalah pada orang tuanya yang menjadikan beban untuk mereka, makanan yang tadi dibawa davin bagikan pada penghuni diselnya yang lain.


Davin tidak begitu selera dengan makan, menelannya saja sudah sangat menyakitkannya bila dia teringat raut wajah ibunya saat mengunjungi Davin di penjara.


Namun dibalik itu rasa bersalah Davin sudah ia tebus dengan ia berada di penjara., sudah 3 hari sejak penangkapan dirumah Andini Davin berada di hotel prodeo itu.


"Anak muda makanlah sedikit, nanti kamu malah sakit , kasihanlah kamu pada ibumu, dia khawatir dengan mu sampai setiap hari dia selalu datang menjenguk dan membawakan makanan untukmu , namun kamu tidak sedikit pun menyantapnya"


Davin pun menuruti perkataan seorang pria yang satu sel dengannya dan Davin pun makan bersama mereka.


Didalam penjara Davin begitu banyak mengambil pelajaran bahwa hidup dikurung dalam penjara seperti itu membuatnya tidak bisa melakukan apapun.


dia sangat menyesali perbuatannya ,seandainya waktu bisa diulang dia rela di amuk masa saat itu, dari pada dia harus merasakan penderitaan ini sekarang.


Dia sudah menyakiti hati kedua orang tuanya , dan begitu juga Andini yang menjadi korbannya.


Davin beruntung Andini masih hidup , kalau saja Andini meninggal pada saat kecelakaan itu , mungkin Davin akan jauh lebih berat menerima hukumannya.