EVITA

EVITA
Bab 11. Kedatangan Mantan



Semua keluarga dari Bandung akan pulang hari ini, mereka pun sedang bersiap, tak lupa Evita meminta Doa dari semuanya agar rencananya sampai hari H berjalan sesuai rencana.


semua sodara dari Bandung pun sudah berangkat dan terlihat hanya para tetangga saja dirumah.


Evita yang sedang membungkus sisa kue dan buah untuk dibagikan atau pun dibawa pulang bagi yang sudah membantu kemarin.


tiba tiba gawainya pun berbunyi dan Terlihat Video Call dari Rangga, Evita pun membuka VC tersebut, dengan wajah yang natural dengan rambut hanya diikat asal Rangga pun berkomentar


"Sedang apa Evita, sepertinya sedang sibuk ya"


Evita pun memutar keadaan dirumahnya yang masih berantakan dengan banyak dus kue dan buah buahan,


"sedang bungkus bungkus mas , mas Rangga sendiri lagi dikantor?"


semenjak tunangan Evita memanggil Rangga dengan sebutan 'mas' agar terkesan lebih menghormati calon suaminya.


"Iya mas masih dikantor , kamu besok mulai ke cafe lagi kan ?".


"Iya mas kenapa memangnya?".


" kalo ga kesiangan aku jemput kamu ya".


"Kalau tidak merepotkan calon suamiku ini , tidak masalah siih..."


"Ya udah sampai ketemu besok pagi ya".


Rangga pun mengakhiri VC nya.


Sementara para tetangga menggoda Evita


" Yang kemaren baru ketemu sudah kangen saja, "


Evita hanya membalas dengan senyumannya saja .


Perlahan para tetangga pun sudah pulang dan semua berantakan sudah dibersihkan ,ruangan tengah , dapur pun sudah rapih seperti semula. Evita pun merebahkan badannya di atas kasur , sungguh melelahkan , padahal baru acara lamaran saja, apalagi kalau sudah mempersiapkan acara pernikahan mungkin, akan lebih melelahkan dari ini.


Evita pun lalu hanyut dalam tidurnya.


Evita pun bermimpi dalam tidurnya , ibu dan bapaknya datang menghampirinya tanpa berkata mereka hanya mengelus rambut Evita lalu tersenyum dengan bahagianya, kemudian mereka pun pergi pada satu cahaya yang ada didepannya.


Sontak Evita pun terbangun dari tidurnya dan langsung berdoa


"Allaahummagfirlahuu, warhamhu, wa'afihii, wa'fu'anhu ".


Sudah sekian lama Evita baru memimpikan lagi mendiang orang tuanya dan Evita pun bahagia campur haru sambil meneteskan air matanya.


Tak lama Andini pun mengetuk pintu kamar Evita dan berkata diluar ada tamu yang mencari kakak , Andini cemas karena sudah tau siapa yang datang , Andini pun langsung memberitahukan mas Rangga lewat chat bahwa ada mantan kak Evita sekarang dirumah.


Ting .... ponsel Rangga pun berbunyi ternyata wa dari Andini,


( mas Rangga , dirumah sekarang ada mantannya kak Evita , Andini cemas dia akan berulah lagi disini)


( sudah biarkan saja beri waktu mereka untuk menyelesaikan masalahnya , mungkin ada yang belum selesai, kamu awasi saja , mas percaya sama kakakmu)


Pria itu sudah berada diteras dan dia membelakangi pintu depan sehingga Evita mengenali nya walaupun dari belakang.


"Mau apalagi kamu kesini ,kamu tau dari mana alamat rumahku !".


"Aku kesini mau minta maaf Evita , dulu aku sudah mengecewakanmu, dan aku sudah menerima hukuman dari yang diatas. Sejak pernikahan kita dulu gagal aku didesak oleh Dita untuk menikahinya karena dia sedang hamil , namun sebuah kejadian menimpa pada anak ku dia jatuh dari tangga sehingga membutuhkan transfusi darah , dari sanalah aku mengetahui bahwa Dita telah membohongiku anak itu bukan darah dagingku, karena setelah aku dites darah aku dan anak itu tidak mempunyai kecocokan, darah kami berbeda."


"Evita tolong maafkan aku , kini aku dan Dita telah berpisah, kedua orang tua ku pun kecewa padaku dan ayahku kini mengalami struk karena ulah Dita".


pinta Galin pada Evita dengan memelas


"Maaf sekarang aku sudah melupakan masalaluku, aku tidak ingin kembali mengingatnya. Jangan kau hancurkan lagi kebahagiaan yang sedang aku jalani sekarang, aku sudah milik orang lain."


Andini pun tetap mendampingi Evita


Galin pun melihat dijari tangan Evita yang sudah tersemat sebuah cincin pertunangan. Galin pun merasa hancur saat itu juga. Tidak ada harapan lagi untuknya berharap pada Evita.


"Baiklah aku sudah mengerti sekarang , semoga engkau bahagia dengan lelaki pilihan mu .Aku lebih baik mengakhiri hidup dari pada harus kehilanganmu, melihatmu dengan laki laki selain aku".


Entah apa yang sedang merasuki hati dan pikiran Galin saat itu , seakan sudah tidak punya gairah hidup lagi. Galin pun berpamitan pada Evita.


Setelah beberapa saat Galin pergi Evita hanya bisa menangis setelah mendengar cerita dari Galin, namun kesalahan yang Galin lakukan padanya sudah tak bisa di maafkan.


Andini terus menghibur kakaknya untuk tidak memikirkan perkataan Galin tadi kini Evita harus menata hidupnya yang baru.


Berselang satu jam ada ibu ibu yang berbincang sambil berjalan pas didepan rumah Evita terdengar sedang membicarakan tentang seorang laki laki yang sepertinya sedang stres menabrakan dirinya dijalan raya dan pria itu tewas seketika ditempat kejadian dan dia meninggalkan motornya dipinggir jalan.


Sontak Evita kaget apakah itu Galin. sebenarnya Evita sudah tidak peduli namun yang Evita khawatirkan adalah kedua orang tua Galin, apakan mereka bisa menerima kalau Galin sudah meninggal .


Ya allah ujian apalagi ini, hamba terusik kembali dengan masa lalu, hamba tidak ingin engkau merenggut kebahagiaan ku lagi.


Evita sudah tidak peduli apa yang akan dilakukan Galin. Andini terus menenangkan hati Evita yang pada saat itu sedang cemas dan kalut. Bagaimana pun Galin pernah ada dalam cerita hidupnya dahulu.


Keesokan harinya Rangga pun menjemput Evita seperti apa yang dikatakannya kemarin, namun Rangga tidak menanyakan perihal laki laki yang datang kerumahnya kemarin seakan tidak tau apa apa mengenai hal itu, karena Andini telah memberitahukan nya semua.


Rangga tetap pada prinsipnya mempercayai Evita , menghormati dia untuk mempunyai privasi. Selama itu masih dalam hal wajar. Bila Evita mau cerita diapun akan cerita , bila tidak Rangga pun sangat menghargai keputusan yang Evita ambil.


Akhirnya mereka pun menghentikan perjalanannya karena sudah berada didepan cafe tempat Evita bekerja , mungkin hanya beberapa Minggu lagi Evita akan berada di cafe itu , selanjutnya dia akan menjadi seorang nyonya Rangga.


Setelah turun dari motor Evita pun pamit masuk cafe sedangkan Rangga meneruskan perjalanannya ke kantor.


Ketika akan mengisi absen Evita mendengar kedua temannya sedang menceritakan bahwa kemarin benar ada seorang laki laki bunuh diri dijalan raya dia menabrakan diri kesebuah trus besar dan flat motornya diketahui flat daerah Bandung.


Dari ciri ciri yang diceritakan kedua temannya sangat mengarah pada Galin. mungkin benar hal itu bukan cerita bohong nyatanya semua orang hampir membicarakannya.


Evita bukan masa bodoh dengan hal itu namun ya sudahlah toh itu bukan urusannya lagi , bukannya Evita tidak mau merasakan sedikit empati pada apa yang terjadi pada Galin dan keluarganya , namun bila Evita datang , nanti pasti akan melukai orang tua Galin.