EVITA

EVITA
Bab 57. Kegelisahan



Kekhawatiran Rangga pun terlihat jelas ketika melihat raut wajah mamahnya.


"Wanita itu datang kerumah ini, mamah takut dia akan merusak rumah tanggamu dengan Evita, mamah tidak rela bila sampai hal itu terjadi". ucap Arini pada Rangga.


"Tidak akan semua yang mamah pikirkan tidak akan terjadi, Rangga yakin itu, perempuan itu datang hanya karena diundang oleh Evita". Jelasnya.


"Mamah tidak perlu khawatirkan hal itu lagi, Rangga percaya pada Evita , dia tidak akan membiarkan Lusy merebut Rangga dari nya.Mamah harus percaya pada Rangga ya".


Emosi Arini pun sudah terkendali lagi dan dia pun mendengarkan perkataan Rangga.


Sementara Andini berada di kamarnya sedang berganti pakaian, dan melepaskan hiasan dirambutnya. Sedangkan suaminya mas Heru tengah berada dikamar mandi.


Evita masih diteras rumah bersama Lusy, paman dan bibi nya memperhatikan dengan seksama tingkah laku dari Arini , Rangga sampai Evita ketika perempuan yang bernama Lusy itu datang.


Paman merasa, banyak hal yang disembunyikan dirumah ini, namun paman tidak berani untuk bertanya pada siapapun disana.


Sejak Arini melihat Lusy datang tadi dia tidak keluar kamarnya lagi, karena Arini masih menyimpan kekecewaan terhadap Lusy , namun Lusy yang sekarang ada dirumahnya ini adalah Lusy seorang perempuan yang amnesia, dia pun tidak mengenal siapapun termasuk Rangga.


Cukup lama Lusy berada dirumah Rangga, karena Evita sengaja ingin melihat respon dari mamah Arini.


Setelah dua jam, Lusy pun berpamitan untuk pulang pada Evita.


"Mungkin aku besok kembali lagi kesingapur, karena pengobatan ku bulan ini sudah selesai disini , kemungkinan aku kembali lagi bulan depan ke Jakarta". ucap Lusy.


"Baiklah , terimakasih sudah menyempatkan untuk datang , semoga perjalananmu besok tidak terkendala apapun".


"Aku pamit pulang ya mba , taxi online ku sudah menunggu didepan".


Lusy pun telah berlalu dengan cepat dihadapan Evita.


Kini hati Evita pun sudah puas, karena dia telah menyaksikan reaksi mertuanya yang begitu syok setelah melihat Lusy ada dihadapannya.


Evita pun pergi kekamarnya, dilihatnya Tara sedang ditemani sang ayah, lalu Rangga pun bertanya pada Evita.


"Sayang kok Lusy bisa tau hari ini ada acara dirumah kita?".


"Tempo hari saat aku kontrol seminggu yang lalu, tak sengaja aku bertemu dengan dia dirumah sakit, dan aku mengundangnya, aku kira dia tidak akan datang, ternyata dia orangnya sangat baik, hingga mengingat undangan dan menyempatkan datang".


"Ooh..". Ucap Rangga.


Evita pun lalu duduk di meja riasnya untuk menghapus makeup yang sudah dari pagi menempel di wajahnya, dan ia pun berganti kostum dengan daster andalan .


"Akhirnya beres juga acara hari ini, lelah sekali rasanya. Tara ayo gosok gigi dan cuci kaki nya habis itu Tara bobo ya", ajak Evita pada anaknya.


Setelah dari kamar mandi Tara pun bertanya.


"Ibu sekarang Tara ga bisa tidur bareng lagi sama aunty dini ya, tapi kok om Heru boleh?", tanya Tara dengan agak kesal.


"Sekarang aunty kan sudah jadi istrinya om Heru jadi tidurnya ditemani om Heru sekarang, seperti ibu dan ayah ". Jelas Evita.


Entah mengapa hati Evita sekarang sudah mulai tenang setelah Lusy datang tadi, seakan teka teki yang disembunyikan sudah terungkap oleh Evita.


Namun Rangga pun tidak marah dengan Evita mengundang Lusy.