EVITA

EVITA
Bab 38. Menanti Kepulangan Rangga



Pagi itu Evita sudah terlihat segar kembali dan semuanya dirumah tak sabar menunggu kedatangan Rangga.


Mba Mia pun pergi kepasar bersama mamah Arini di antar oleh pak Nono, untuk membeli bahan bahan sayuran dan lauk yang kebetulan sudah habis juga stoknya dikulkas.


Sedangkan Andini pergi mengajar sesuai jadwalnya.


Dirumah Evita yang sedang menemani Tara bermain diteras rumah , kebetulan pagi itu cuaca sangat cerah ,matahari pagi pun dengan hangatnya mengeluarkan sinarnya yang sangat terang dan Evita sengaja mengambil kesempatan tersebut sambil berjemur dihalaman.


Tak lama mamah dan mba pun sudah pulang dari pasarnya, pak Nono pun membantu membawakan belanjaan kedapur.


Mamah Arini dengan cekatannya memisahkan bahan masakan dan menaruhnya di kulkas dengan dibantu mba.


Dan Evita pun tak lupa untuk mengingatkan pak Nono untuk menjemput mas Rangga dibandara sekitar jam tiga sore Rangga sampai dibandara ,dan pak Nono mungkin satu jam lebih awal berangkat supaya tidak terlalu lama menunggunya dibandara.


......................


Sedangkan dihotel Rangga baru keluar dari kamar mandi dan dia pun sedang berkemas untuk kepulangannya. walaupun baru beberapa hari meninggalkan rumah Rangga begitu rindu dengan suasana rumah karena Rangga tidak terbiasa jauh dari rumah.


Rangga pun memanfaatkan waktu untuk berjalan jalan disekitaran hotel dengan jalan kaki sambil mencari sarapan untuk dirinya. Karena penerbangan masih lama.


Rangga pun menemukan sebuah cafe shop yang tak jauh dari hotelnya, dan Rangga pun mencari sarapan disana.


Rangga pun memesan nasi goreng dan secangkir teh manis dan langsung antri untuk bayar dikasir setelah mendapatkan struk makanannya, karena makanan hotel hari ini tidak cocok dengan lidah Rangga.


Rangga pun menyantapnya walaupun rasanya tidak sesuai ekspektasi yang Rangga bayangkan.


Rangga pun telah selesai menghabiskan nasi goreng dan secangkir teh manis tersebut. Rangga pun berjalan melihat lihat pemandangan disana sangat indah dan nampak cerah sekali hari ini karena cuaca sedang musim panas disana sehingga enak untuk berjalan jalan.


Setelah bosan Rangga pun kembali ke hotel dan bersiap untuk pergi ke bandara, dan Rangga pun memutuskan untuk menunggu dan mencari makan siang dibandara saja.


Rangga pun menuju lobby hotel untuk check out, setelah selesai Rangga pun mencari taxi untuk mengantarnya ke bandara.


Rangga pun sampai bandara pukul sepuluh, dan ia pun menunggu di ruang tunggu.


......................


Mamah Arini pun membeli jajanan pasar , seperti kue putu Mayang ,serabi ,kue bikang, lemper dan masih banyak lainnya. Itulah kebiasaan mamah bila sekalinya kepasar selalu kalap dengan jajanan pasar.


Dan mamah Arini bilang hari ini akan masak sup ayam bakso kesukaan Tara dan Rangga, lengkap dengan kerupuk warna warni nya.


'Buah jatuh tak jauh dari pohonnya' itulah perumpamaan yang menggambarkan kebiasaan Tara dan Rangga. Begitu sama persis tak ada beda.


Dan saat sakit kemarin Evita kurang enak makan, namun kali ini Evita ingin sekali makan dimsum dari catering nya mamah , dan Evita pun memesan 10 pcs dengan bermacam rasa.


Tak butuh waktu lama ojek online pun tiba dalam waktu 30 menit ke rumah mengantar pesanan Evita.


Lalu Evita pun mengajak Tara untuk keruang tv, karena diluar sudah sangat terik sekali.


Dan Evita pun memindahkan dimsum tadi kesebuah piring. dan mengambil beberapa di piring lain untuk ia santap.


"Seperti ada ojek online tadi didepan, apakah kamu pesan sesuatu sayang",mamah Arini pun menyadarinya dan dilihatnya di meja makan ada dimsum dipiring,dan mamah pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Iya mah tadi Evita pesan dimsum dari catering mamah, sambil malu malu, hanya ini yang bisa mengembalikan rasa pahit dilidah Evita".


"Makan yang banyak jangan disisakan ya", tegas mamah pada Evita yang sedang mengunyah.


Lalu mba pun membawakan makanan yang sudah matang kemeja makan untuk makan siang.


"Den Tara ini sayur sop-nya sudah matang lho" ucap mba Mia.


Tara pun langsung tergoda dengan aroma khas SOP dengan bawang goreng.


mamah ,Tara dan Evita pun menuju meja makan setelah semua menu disajikan.


Sementara Andini belum pulang dari sekolah.


Dan mereka pun asik menikmati makan siang saat itu , dan Tara pun makan dengan begitu lahapnya.


"Enak sekali Oma sop-nya",ucap Tara pada sang Oma.


Dan mba Mia pun makan juga dengan pak Nono didapur dengan menu yang sama, sebelum pak Nono pergi menjemput kebandara.


Setelah makan siang Tara mulai mengantuk karena kekenyangan , dan Tara pun tidur dipangkuan Evita, lalu Evita memindahkannya ke kamar.


Pak Nono pun segera pergi menjemput ke bandara. " Bu saya berangkat sekarang kebandara ya".


......................


Sementara sebelum check in Rangga mampir ke salah satu outlet makanan siap saji membeli sebuah burger dengan air mineral, dan memakannya di tempat. Setelah selesai makan Rangga pun langsung menuju loket pemeriksaan tiket. Dan langsung menuju pesawat menuju Jakarta.


Rangga pun mencari kursi sesuai dengan yang tertera ditiket , dan semua barang bawaan Rangga telah masuk loker penyimpanan , dan Rangga pun bisa duduk dengan nyaman .


Kemudian pesawat pun segera take off.


Didalam pesawat Rangga gunakan untuk tidur sebentar , karena tidak ada yang bisa Rangga lakukan saat itu. Dia hanya membayangkan segera pulang kerumah dan melepaskan kangennya pada sang jagoannya.


Sementara pak Nono sudah sampai di parkiran penjemputan dia pun menunggu setengah jam lagi pesawat landing.


Dan Rangga pun sudah tersadar dari tidurnya , ia pun bersiap, dan pesawat pun segera landing dengan selamat.


Rangga pun segera mencari kopernya dan segera menelfon pak Nono, bahwa dia sudah ada di lobby penjemputan.


Pak Nono pun langsung ke lobby , dan dengan sangat mudahnya pak Nono menemukan dan melihat sang majikan dari jauh .


Pak Nono pun menelfon lagi bahwa dia ada di sebelah kiri rangga.Setelah bertemu, pak Nono pun langsung mengambil koper dan memasukannya ke bagasi mobil.


Saat Rangga akan menghampiri pak Nono tiba-tiba Rangga bertabrakan dengan seorang perempuan yang sedang terburu buru.


'Bruuk..' mereka pun bertabrakan.


Dan sang wanita pun sempat berkata


"Maaf saya sedang buru buru"


Dan ternyata yang bertabrakan dengan nya, sosok yang begitu tidak asing di ingatan Rangga ,perempuan itu adalah Lusy mantan kekasih Rangga.


Namun Rangga terheran mengapa Lusy tidak mengenalinya. Dia malah langsung pergi, padahal Lusy dan Rangga sempat bertatapan satu sama lain.


Rangga pun melamun hingga perempuan itu sudah tak terlihat dipenglihatannya, dan Rangga pun tersadar bahwa dia telah dipanggil oleh pak nono untuk segera masuk kedalam mobil.